Terbit: 23 April 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Urine yang tidak normal dapat mengindikasikan suatu gejala penyakit. Salah satu kondisi terkait urine adalah albuminuria atau yang dikenal juga denhgan proteinuria. Albuminuria adalah kondisi di mana urine memiliki kandungan albumin melebihi jumlah normal. Ketahui lebih juah tentang penyakit albuminuria melalui artikel ini!

Albuminuria: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Apa Itu Albuminuria?

Albuminuria adalah kondisi di mana jumlah albumin dalam urine berlebihan atau di atas kadar normal. Albumin sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala jenis protein monomer larut air dan garam. Protein ini mengalami koagulasi ketika terpapar panas.

Albumin diproduksi secara alami oleh tubuh di dalam organ hati, yaitu pada bagian retikulum endoplasma. Albumin paling banyak ditemukan dalam plasma darah, jumlahnya dapat mencapai 50-60% dari keseluruhan jumlah protein yang ditemukan dalam darah.

Fungsi albumin dalam tubuh adalah untuk menjaga keseimbangan cairan, sebagai alat transportasi dalam darah, serta bertindak sebagai antioksidan dalam darah. Kelebihan atau kekurangan albumin dalam tubuh dapat mengindikasikan penyakit tertentu.

Ginjal yang sehat tidak akan membiarkan albumin masuk ke dalam urine. Maka dari itu albuminuria dapat mengindikasikan adanya kerusakan pada ginjal. Ginjal yang tidak bekerja dengan baik membiarkan albumin dalam jumlah besar masuk ke dalam urine.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Penyebab Albuminuria

Secara umum, penyebab penyakit albuminuria adalah kerusakan pada ginjal. Penyebab albuminuria lainnya adalah seperti kurang minum dan juga latihan yang terlalu berat. Namun kedua kondisi ini umumnya tidak serius dan dapat kembali normal dengan cepat.

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena albuminuria seperti berikut ini:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Preeklamsia (tekanan darah tinggi pada ibu hamil)
  • Penggunaan obat-obatan secara berlebihan
  • Trauma
  • Racun
  • Infeksi
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh

Seluruh faktor yang dapat meningkatkan risiko albuminuria adalah faktor yang dapat memicu kerusakan ginjal, karena pada dasarnya albuminuria tidak akan terjadi apabila ginjal bekerja dengan normal.

Gejala Albuminuria

Gejala albuminuria seperti gejala masalah pada ginjal yang sulit dikenali pada awalnya. Gejala albuminuria mungkin baru akan muncul ketika kerusakan ginjal sudah mulai memburuk. Beberapa gejala yang mungkin muncul adalah seperti:

  • Urin berbusa atau bergelembung
  • Pembengkakan di tangan, kaki, perut, dan wajah.

Sebelum gejala ini muncul, albuminuria mungkin akan lebih sulit untuk dideteksi. Meskipun begitu, albuminuria dapat dideteksi melalui tes urine.

Diagnosis Albuminuria

Diagnosis albuminuria dilakukan melalui tes urine. Tes ini sangat disarankan untuk dijalani oleh pasien yang memiliki risiko tinggi gangguan ginjal seperti diabetes, tekanan darah tinggi, memiliki riwayat keluarga yang terkena gagal ginjal, dan usia di atas 65 tahun.

Tes urine dapat dilakukan menggukanan tes strip urine atau dipstick test. Tes ini dilakukan dengan cara mencelupkan sebuah strip kertas khusus ke dalam urine. Perubahan warna pada kertas dapat menunjukkan keberadaan albumin dalam urine.

Tes lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara membandingkan jumlah albumin dan kreatinin dalam urine. Tes ini disebut dengan UACR (urine albumin-to-creatinine ratio). Hasil tes dapat menunjukkan albuminuria apabila rasio albumin pada kreatininnya adalah sebagai berikut:

  • Pria: di atas 2,5 mg/mmol
  • Wanita: di atas 3,5 mg/mmol

Kedua tes ini harus dilakukan oleh petugas layanan kesehatan. Umumnya untuk memastikan gangguan ginjal tertentu, tes dapat dilkakukan beberapa kali secara berkala. Tes dapat dilakukan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 3 bulan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa albuminuria memang disebabkan oleh kerusakan ginjal.

Selain itu, tes jenis ini juga mungkin dilakukan untuk melihat efektivitas suatu pengobatan pada gangguan ginjal.

Pengobatan Albuminuria

Albuminuria pada dasarnya merupakan sebuah gejala, maka dari itu pengobatannya juga harus menyesuaikan dengan penyebabnya. Albuminuria ringan atau sementara umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus.

Dokter mungkin akan menyarankan diet tertentu untuk membantu menurunkan kadar albumin dalam urine. Diet ini juga bertujuan untuk melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut.

Pada pasien darah tinggi atau diabetes, dokter biasanya akan meresepkan obat dari kelas obat seperti berikut ini:

  • ACE inhibitor atau penghambat enxim pengonversi angiotensin
  • ARB atau angiostensin receptor blocker

Perawatan pada kondisi tertentu harus dilakukan secara tepat agar tidak menyebabkan kerusakan ginjal yang menyebabkan albuminuria.

Pencegahan Albuminuria

Gangguan ginjal dan albuminuria dapat dicegah dengan beberapa langkah. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan albuminuria:

  • Melakukan penanganan yang tepat pada kondisi yang dapat memicu kerusakan ginjal dan albuminuria seperti tekanan darah tinggi dan juga diabetes.
  • Menurunkan berat badan menjadi berat ideal. Obesitas bisa menjadi salah satu penyebab dari kerusakan ginjal.
  • Hindari konsumsi makanan yang memiliki kandungan garam atau sodium yang tinggi.
  • Konsumsi jenis protein dan jumlah protein yang tepat.
  • Cukupkan kebutuhan cairan harian tubuh. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda disesuaikan dengan aktivitas orang tersebut.
  • Menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan mulai dari tidur teratur, rutin berolahraga, makan dengan gizi seimbang, berhenti merokok.

Albuminuria adalah salah satu gejala gangguan fungsi ginjal yang paling umum. Bagi Anda yang memiliki risiko penyakit ginjal, memeriksa kadar albumin dalam urin menjadi penting dilakukan agar kerusakan ginjal dapat dicegah atau ditangani sejak dini.

Pencegahan gangguan fungsi ginjal juga dapat dicegah dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Ingatlah bahwa ginjal adalah salah satu organ tubuh yang memegang peran sangat penting. Kerusakan pada ginjal dapat memicu komplikasi dan kerusakan pada organ tubuh lainnya.

 

Sumber: 

  1. Protein in Urine (Proteinuria) – https://www.webmd.com/a-to-z-guides/proteinuria-protein-in-urine diakses 23 April 2019
  2. Albuminuria – https://www.kidney.org/atoz/content/albuminuria diakses 23 April 2019
  3. Albuminuria: Albumin in the Urine – https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/chronic-kidney-disease-ckd/tests-diagnosis/albuminuria-albumin-urine diakses 23 April 2019
  4. Proteinuria (Albuminuria) – https://www.diabetes.co.uk/diabetes-complications/proteinuria.html diakses 23 April 2019
  5. Medical Definition of Albuminuria – https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=6851 diakses 23 April 2019


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi