5 Alasan Medis Mengapa Tidur Telanjang Baik untuk Pria

doktersehat tidur telanjang pada pria

DokterSehat.Com – Setiap pria memiliki ritual tidur yang berbeda-beda. Ada yang tidur harus mengenakan piyama lengkap, harus mengenakan lengan panjang, dan ada yang hanya mengenakan bokser saja. Apa pun cara tidur yang dilakukan oleh pria, semuanya tidak dilakukan dengan mengenakan pakaian berat seperti celana jin.

Saat tidur, pria butuh relaksasi. Tubuh butuh waktu menyembuhkan diri sehingga mengenakan pakaian yang berlebihan justru membuat pria susah tidur. Dari beberapa studi yang dilakukan, pria bahkan disarankan untuk tidak menempatkan banyak pakaian pada tubuhnya, bahkan lebih baik telanjang.

Nah, kira-kira kenapa ya tidur telanjang justru baik untuk pria? Berikut beberapa alasan yang mendasarinya seperti yang dilansir dari Men’s Health.

  1. Tidur jadi lebih nyenyak

Tidur dengan pakaian yang cukup banyak akan membuat suhu udara tubuh tetap tinggi. Terlebih kalau suhu udara di kamar mengalami kenaikan. Ada kemungkinan Anda akan sering berkeringat dan bangun di tengah malam karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuh yang basah dan juga gatal.

Anda bisa mencegah kondisi berkeringat pada tubuh dengan tidak membuatnya terlalu lembap. Kurangi pakaian pada tubuh. Kalau Anda tidak bisa telanjang, cukup gunakan pakaian luar saja yang lebih longgar dan melepas celana dalam. Dengan melakukannya, area di sekitar penis dan pinggang akan lebih relaks.

  1. Melancarkan metabolisme

Tidur dengan kondisi tubuh panas dan tidak nyaman bisa mengganggu metabolisme pada tubuh. Padahal beberapa pria menginginkan metabolisme berjalan dengan lancar agar lemak yang ada di dalam tubuh terkikis. Tidur adalah saat paling tepat untuk beristirahat dan juga mengembalikan tubuh pada kondisi terbaiknya.

Metabolisme tubuh akan mengalami peningkatan kalau suhu tubuh atau sekitarnya rendah. Oleh karena itu Anda disarankan untuk mengurangi pakaian yang ada di tubuh agar metabolisme yang sangat penting itu bisa berjalan dengan lancar.

  1. Melindungi area testis

Tidur dengan mengenakan celana dalam yang ketat atau celana yang cukup berat akan membuat kelembapan area selangkangan naik. Kondisi ini menyebabkan tubuh mudah sekali berkeringat dan area selangkangan jadi mudah sekali lengket. Jamur atau bakteri akan mudah sekali tumbuh pada lingkungan yang cukup basah ini.

Kalau area testis terkena infeksi, Anda akan merasa tidak nyaman. Gatal akan menyebar ke mana-mana dan menyebabkan kulit mengelupas hingga kondisi lebih parah lainnya. Testis yang sehat harus kering setiap saat. Oleh karena itu pria tidak disarankan tidur dengan mengenakan celana dalam.

  1. Memperlancar produksi sperma

Selain menyebabkan infeksi dan rasa gatal yang sangat mengganggu, kenaikan suhu di area testis juga berbahaya untuk produksi sperma. Sedikit saja suhu di area testis naik, kesehatan dari sperma yang diproduksi akan mengalami penurunan, bahkan jumlahnya akan anjlok.

Normalnya pria lebih dari 20 juta sel sperma per mililiter air mani atau semen. Kalau di dalam air mani jumlah spermanya kurang dari itu, kemungkinan pria mengalami kemandulan akan tinggi.

  1. Lebih dekat dengan pasangan

Tidak bisa dimungkiri lagi kalau tidur dengan pasangan dalam kondisi minim pakaian bisa membuat pria mudah terangsang. Selain itu kontak fisik meski tidak secara seksual bisa mendekatkan hubungan pria dan juga wanita. Meski mereka tidak selalu bercinta, pelukan dan ciuman saat tidur bisa meningkatkan hubungan yang barangkali renggang karena aktivitas yang terlalu padat.

Inilah beberapa alasan medis mengapa pria lebih disarankan untuk tidur dengan minim pakaian. Anda sendiri tipe yang seperti apa? Lebih suka tidur dengan pakaian atau yang tidak?