Terbit: 18 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pernahkah Anda pergi ke pelosok daerah di Indonesia dan melihat hamparan tanaman padi begitu luas? Hal tersebut karena Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil beras terbaik di seluruh dunia. Maka tak heran, jika bagi manyarakat Indonesia menganggap nasi sebagai makanan pokok yang harus di konsumsi setiap hari. Bagi mereka, jika belum makan nasi maka belum bisa dikatakan makan.

Alasan Mengapa Perut masih Terasa Lapar Jika belum Makan Nasi

Photo Credit: freepik.com

Nasi putih memang sumber karbohidrat yang diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi yang akan digunakan untuk beraktivitas setiap hari. Meskipun glikemik yang terkandung di dalamnya sangat tinggi dan justru berbahaya bagi kesehatan karena dapat memicu beberapa penyakit seperti diabetes dan obesitas, namun nyatanya nasi masih menjadi primadona dan menjadi makanan pokok yang wajib di konsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Anda mungkin pernah makan banyak makanan atau kudapan, tapi Anda masih merasa lapar karena belum makan nasi. Setelah Anda makan nasi, lantas rasa lapar tersebut hilang. Hal tersebut terjadi karena nasi merupakan makanan yang mengandung glikemik tinggi. Kandungan glikemik tersebut menentukan seberapa cepat karbohidrat yang ada dalam makanan diubah menjadi gula oleh tubuh.

Para peneliti menyebutkan bahwa glikemik yang cukup tinggi pada nasi akan memicu respon ketagihan pada otak, sehinga Anda yang telah terbiasa mengonsumsi nasi akan merasa ketagihan dan ingin terus mengonsumsinya. Mereka percaya jika nasi putih mendorong otak untuk menstimulus tubuh agar terus merasa lapar meskipun Anda telah kenyang setelah mengonsumsi banyak makanan ringan dan kudapan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Dampak dari rasa ketagihan terhadap nasi juga dapat menyebabkan Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Anda harus ingat, bahwa mengonsumsi nasi secara berlebihan dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa mengonsumsi nasi terlalu banyak akan memicu risiko terkena penyakit diabetes dan obesitas.

Tentu saja Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Untuk itu, konsumsilah nasi sewajarnya saja. Jangan terlalu berlebihan agar Anda terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Di samping itu, imbangilah konsumsi nasi dengan lauk pauk dan sayuran yang sehat agar nutrisi dan vitamin yang masuk ke dalam tubuh seimbang.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi