Terbit: 31 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kentut adalah hal yang wajar kita lakukan setiap hari. Kita bahkan bisa mengeluarkan hingga puluhan kali. Hanya saja, dalam beberapa kasus, kentut bisa memiliki aroma yang sangat menyengat dan membuat siapa saja, termasuk kita sendiri kurang nyaman. Sebenarnya, apa sih penyebab dari kentut yang berbau sangat menyengat ini?

6 Alasan Tak Terduga Kentut Berbau Menyengat

Penyebab Tak Terduga Kentut Berbau Menyengat

Meskipun dalam banyak kasus kentut keluar dengan aroma yang netral dan tidak bersuara, kentut juga bisa keluar dengan suara yang nyaring dan aroma yang sangat busuk.

Berikut adalah beberapa penyebab tak terduga yang bisa memicu aroma menyengat pada kentut.

  1. Mengonsumsi Makanan Tinggi Serat

Makanan tinggi serat memang bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi sistem pencernaan. Hanya saja, makanan tinggi serat bisa membuat perut memproduksi gas dalam jumlah lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan serat di dalam perut yang membutuhkan waktu lebih lama sehingga membuat proses fermentasi terjadi. Hal inilah yang kemudian menyebabkan produksi gas.

Selain itu, proses pengolahan serat di dalam perut juga bisa menyebabkan aroma yang lebih menyengat. Aroma ini mirip seperti telur busuk karena muncul sulfur dalam jumlah yang sangat tinggi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Pakar kesehatan menyebut beberapa jenis sayuran yang bisa menyebabkan perut kembung atau aroma kentut yang menyengat adalah brokoli, kubis, bokchoy, dan asparagus.

  1. Mengalami Masalah Intoleransi pada Makanan Tertentu

Jika kita cenderung sensitif atau mengalami masalah intoleransi pada beberapa jenis makanan, bisa jadi akan menyebabkan gejala seperti perut kembung, sering kentut, atau aroma kentut yang sangat menyengat. Sebagai contoh, jika kita mengalami intoleransi laktosa saat mengonsumsi produk susu dan turunannya, maka risiko mengalami masalah-masalah pencernaan yang disebutkan sebelumnya akan meningkat.

Sebagai informasi, intoleransi laktosa membuat perut kesulitan mengolah laktosa pada produk susu dan memicu fermentasi yang bisa membuat aroma kentut sangat menyengat. Selain itu, terdapat masalah intoleransi lainnya seperti intoleransi gluten atau penyakit celiac yang bisa memicu masalah penyerapan nutrisi yang bisa menyebabkan masalah perut kembung.

  1. Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Dalam beberapa kasus, mengonsumsi obat-obatan tertentu ternyata bisa membuat kita lebih sering kentut dengan aroma yang sangat kuat, lho. Sebagai contoh, beberapa jenis antibiotik ternyata bisa mengacaukan keseimbangan bakteri di dalam usus yang akhirnya berimbas pada terganggunya proses pencernaan makanan dan meningkatkan risiko terkena perut kembung dan konstipasi.

  1. Mengalami Konstipasi

Konstipasi atau susah buang air besar bisa membuat kita tidak bisa mengeluarkan kotoran hingga beberapa hari. Meskipun perut sudah terasa tidak nyaman dan kita sudah merasakan keinginan buang air besar, tetap saja kita sulit melakukannya. Masalahnya adalah kotoran yang terus menumpuk ini akan semakin mengeras dan memicu produksi gas dengan aroma yang menyengat dan bisa memicu sakit perut.

  1. Mengalami Infeksi dan Gangguan Bakteri

Jika di dalam perut terjadi gangguan bakteri, maka tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi makanan atau membentuk kotoran di bagian usus besar dengan baik. Hal ini bisa menyebabkan efek samping seperti perut kembung, sering kentut, hingga aroma kentut yang sangat menyengat.

Dalam beberapa kasus, terjadi infeksi bakteri yang mempengaruhi kinerja usus dengan signifikan dan akhirnya menyebabkan produksi gas dengan aroma yang sangat menyengat.

  1. Mengalami Kanker Usus

Meski kasus ini jarang terjadi, dalam beberapa kasus aroma kentut yang sangat menyengat adalah tanda dari kanker usus atau tumor pada usus yang harus segera ditangani.

 

Sumber:

  1. Cho Dorado, Michelle. 2019. Smelly Farts. com/health/smelly-farts. (Diakses pada 31 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi