Minuman Kemasan Bisa Picu Aksi Sayat Lengan, Begini Kata BPOM

torpedo-doktersehat
Photo Source: Flickr/billselak

DokterSehat.Com– Belakangan ini di media sosial dihebohkan dengan kabar minuman kemasan bermerek yang menyebabkan aksi penyayatan lengan pada 56 siswa SMP yang ada di Pekanbaru, Riau. Sebagai informasi, mereka melakukan aksi nekat dan mengerikan ini setelah mengonsumsi minuman kemasan bermerek tersebut. Sebenarnya, apakah ada kandungan di dalam minuman kemasan tersebut yang bisa menyebabkan efek mengerikan ini?

Sebagian orang yang mendengar kabar ini langsung menuding minuman kemasan tersebut memiliki kandungan berbahaya yang bisa mempengaruhi pikiran. Bahkan, ada yang langsung menyebut minuman kemasan ini memiliki kandungan narkoba. Melihat kehebohan ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun segera mengambil inisiatif untuk memeriksa kandungan dari minuman suplemen tersebut.

BPOM Pekanbaru pun segera mangambil sampel produk minuman kemasan dengan rasa aneka buah ini. Sampel ini juga sempat diperiksa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru. Hasil dari pemeriksaan ini adalah, minuman ini tidak memiliki kandungan benzodiazepine sebagaimana yang dituding oleh banyak orang sebelumnya.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh BPOM RI pada Kamis, 4 Oktober 2018 di laman resminya, disebutkan bahwa produk minuman kemasan ini telah memiliki nomor izin edar berupa NIE POM SD 132644341. Adanya nomor izin edar ini menandakan bahwa minuman ini sudah lolos uji kelayakan dan keamanan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini berarti, tudingan bahwa minuman ini memiliki kandungan berbahaya atau narkoba pun sepertinya tidak benar.

“BPOM Pekanbaru telah menyampaikan hasil pengujiannya ke BNN Kota Pekanbaru. Hasil Pemeriksaan menunjukkan bahwa minuman bermerek Torpedo tidak mengandung benzodiazepin,” tulis BPOM di laman resminya.

Sebagai informasi, setelah melakukan tes urine, sebagian siswa yang melakukan aksi sayat lengan memang memiliki kandungan benzodiazepine di dalam tubuhnya. BNN Kota Pekanbaru juga menyebutkan bahwa perilaku aneh yang dilakukan 56 siswa ini tidak terkait dengan efek minuman kemasan ini, melainkan karena pengaruh tontonan video yang ada di Youtube.

Meskipun dipastikan tidak memiliki kandungan berbahaya, ada baiknya kita tidak sembarangan mengonsumsi minuman kemasan karena biasanya kaya akan kandungan gula dan bahan kimia lain yang tidak baik bagi kesehatan.