Terbit: 6 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Akrosianosis adalah penyempitan pembuluh darah kecil yang menyebabkan ujung jari tangan dan kaki membiru. Simak informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya!

Akrosianosis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Cara Mengobati, dll

Apa Itu Akrosianosis?

Akrosianosis adalah kondisi yang menyebabkan ujung jari tangan dan kaki membiru. Ini terjadi akibat penyempitan pembuluh darah kecil yang membawa oksigen dan nutrisi ke ujung jari atau kaki.

Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi baru lahir, anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Pada bayi baru lahir, sering kali terjadi beberapa jam pertama setelah kelahiran.

Akrosianosis adalah kelainan yang tergolong jarang terjadi dan tidak menyakitkan atau terkadang menyakitkan. Gejalanya dapat berkembang setelah terpapar cuaca dingin. Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder:

  • Akrosianosis primer. Tangan dan kaki membiru terjadi setelah terpapar suhu dingin dan stres emosional. Ini kondisi yang dianggap tidak berbahaya.
  • Akrosianosis sekunder. Jenis ini terjadi akibat berbagai penyakit yang mendasari, termasuk gangguan makan, penyakit kejiwaan, dan kanker.

Tanda dan Gejala Akrosianosis

Dalam kebanyakan kasus kelainan pembuluh darah kecil, tangan dan kaki adalah bagian tubuh yang paling sering terkena. Namun, bagian tubuh lainnya juga bisa mengalaminya, termasuk pergelangan tangan, pergelangan kaki, hidung, telinga, bibir, dan bahkan puting payudara.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Gejala pada jenis primer bersifat simetris, yaitu terjadi pada kedua tangan atau kaki. Sementara pada pada jenis sekunder, gejalanya sering kali hanya terjadi pada satu sisi bagian tubuh, mungkin menyakitkan atau bahkan mengalami kehilangan jaringan.

Gejala akrosianosis yang paling umum, termasuk:

  • Ujung jari tangan atau kaki berwarna kebiruan.
  • Tangan dan kaki terasa dingin, lembap, dan berkeringat.
  • Suhu kulit lebih rendah.
  • Aliran darah melambat.
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki.
  • Denyut nadi normal.

Gejalanya akan memburuk karena suhu dingin dan akan membaik setelah suhu hangat. Warna jari kembali normal saat menggerakkan tangan ke posisi horizontal.

Sebagian besar bayi baru lahir memiliki tangan dan kaki biru beberapa jam setelah lahir. Gejalanya dapat muncul kembali saat bayi kedinginan atau saat bayi baru setelah mandi, tetapi kondisi ini tidak bertahan lama.

Kapan Harus ke Dokter?

Akrosianosis adalah kondisi yang ringan dan biasanya tidak memerlukan perawatan medis. Namun, segera ke dokter jika kondisi darurat medis ketika tangan dan kaki membiru akibat paparan dingin dalam waktu lama, terutama pada anak-anak dan orang dengan kesehatan umum yang buruk.

Penyebab Akrosianosis

Penyebab gangguan pembuluh darah kecil bergantung pada jenisnya, yaitu primer atau sekunder. Berikut penjelasannya:

1. Akrosianosis Primer

Penyebab pertama kemungkinan karena penyempitan pembuluh darah kecil yang mengurangi aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke tangan dan kaki. Penyempitan atau vasospasme ini karena beberapa kondisi, termasuk:

  • Suhu dingin.
  • Tinggal di dataran tinggi dengan kombinasi tekanan oksigen rendah, peningkatan kondisi kecepatan angin, dan dingin.
  • Cacat genetik pada pembuluh darah.

Penyebab akrosianosis pada bayi baru lahir terkait dengan kondisi janin yang terbiasa dengan perubahan sirkulasi darah dari rahim. Darah yang membawa oksigen awalnya beredar ke otak dan organ lainnya, bukan ke tangan dan kaki.

2. Akrosianosis Sekunder

Dalam beberapa kasus, akrosianosis kemungkinan adalah tanda pertama dari penyakit primer. Penyebab pada jenis sekunder sangat bervariasi, termasuk kelainan pembuluh darah, infeksi, kelainan darah, tumor padat, penyakit genetik, dan beberapa obat.

  • Penyebab paling umum yang mendasari adalah sindrom Raynaud, ketika tangan dan kaki menjadi pucat, kemudian membiru, dan seiring waktu berubah menjadi merah.
  • Ketika penderitanya mengalami anoreksia, penurunan berat badan dapat mengganggu kontrol panas tubuh. Diperkirakan 21-40 persen penderita anoreksia mengalami akrosianosis.
  • Obat alkaloid ergot yang Anda gunakan untuk mengobati migrain dan sakit kepala dapat menyebabkan kelainan ini.
  • Infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk chikungunya juga dapat menjadi penyebab.
  • Penderita kanker kemungkinan mengalami akrosianosis.

Baca Juga: Alergi Dingin: Penyebab, Gejala, Obat, Cara Mencegah, dll

Diagnosis Akrosianosis

Guna mendiagnosis penyakit, awalnya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejalanya, kemudian melakukan pemeriksaan fisik.

Diagnosis akrosianosis primer berdasarkan pada kondisi tangan dan kaki atau terkadang hidung dan telinga. Kondisi ini berupa tangan atau tangan berwarna biru, tidak menyakitkan, terasa dingin, berkeringat.

Dokter juga dapat menggunakan capillaroscopy, teknik yang mengukur sirkulasi pada pembuluh kecil alas kuku.

Dokter juga dapat melakukan tes lain untuk menyingkirkan sindrom Raynaud dan chilblains, dua kondisi yang juga mengakibatkan kebiruan pada tangan dan kaki. Denyut nadi yang normal menunjukkan bahwa warna kebiruan tersebut tidak disebabkan oleh penyakit arteri dengan gangguan sirkulasi darah.

Jika diduga ada akrosianosis sekunder, dokter akan menyarankan tes lain untuk menentukan penyakit yang mendasarinya, termasuk tes darah, biopsi kulit, dan pencitraan seperti CT (computed tomography) scan, ultrasonografi (USG), magnetic resonance imaging (MRI), dan rontgen dada.

Pengobatan Akrosianosis

Perawatan untuk kelainan pada pembuluh darah kecil ini juga berdasarkan jenisnya. Berikut ini cara mengobati akrosianosis primer dan sekunder.

1. Primer

Tidak ada pengobatan khusus untuk jenis primer, karena gejalanya dapat Anda kendalikan. Misalnya, bayi baru lahir cukup dengan menghangatkannya sangat efektif. Akrosianosis pada bayi baru lahir, kondisi ini tergolong normal.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk menjaga tangan dan kaki tetap hangat dalam ruangan dan melindungi diri dari suhu dingin.

Pada kondisi yang parah, obat alpha-blockers atau penghambat alfa dan penghambat saluran kalsium, turunan asam nikotinat topikal, atau minoksidil dapat Anda gunakan untuk meredakan gejala. Akrosianosis pada bayi baru lahir, kondisi ini dianggap normal.

2. Sekunder

Pengobatan untuk jenis ini bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari. Jenis sekunder sering kali asimetris atau terjadi pada sebagian tubuh dan berhubungan dengan nyeri dan kerusakan jaringan (sindrom jari kaki biru). Gejala pada jenis sekunder dapat sembuh ketika kondisi yang mendasarinya mendapatkan pengobatan dan perawatan.

Komplikasi Akrosianosis

Akrosianosis biasanya merupakan kondisi ringan tanpa menimbulkan komplikasi serius. Kecuali dalam kasus pada jenis sekunder dengan penyakit serius yang mendasarinya.

 

  1. Anonim. 2015. Acrocyanosis. http://www.pcds.org.uk/clinical-guidance/acrocyanosis. (Diakses pada 6 Agustus 2020)
  2. Barhum, Lana. 2020. An Overview of Acrocyanosis. https://www.verywellhealth.com/acrocyanosis-overview-4582606. (Diakses pada 6 Agustus 2020)
  3. Hecht, Marjorie. 2018. What Is Acrocyanosis?. https://www.healthline.com/health/acrocyanosis. (Diakses pada 6 Agustus 2020)
  4. Law, Gemma. 2015. Acrocyanosis. https://dermnetnz.org/topics/acrocyanosis/. (Diakses pada 6 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi