Terbit: 18 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Anda kurang olahraga, ada sejumlah akibat yang harus ditanggung. Ya, aktivitas fisik yang satu ini sesungguhnya memang diperlukan untuk menjaga agar tubuh senantiasa bugar. Berbanding terbalik, kurangnya aktivitas olahraga justru dapat membuat tubuh jadi tidak sehat dan bahkan rentan untuk terkena penyakit. Berikut ini adalah akibat jarang berolahraga yang perlu menjadi perhatian Anda.

10 Akibat Kurang Olahraga bagi Kesehatan Tubuh

Akibat Tubuh Kurang Olahraga, Apa Saja?

Malas berolahraga secara rutin adalah perilaku yang seharusnya tidak ada dalam diri Anda. Pasalnya, hal ini hanya akan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apa saja akibat dari kurang olahraga tersebut?

1. Tubuh Mudah Lelah

Olahraga—apalagi jika dilakukan dalam intensitas tinggi—memang melelahkan. Namun, jarang atau tidak sama sekali berolahraga juga membuat tubuh jadi mudah lelah.

Ya, hal ini tidak lain merupakan dampak dari kurangnya gerakan fisik itu sendiri. Akibat tubuh tidak terbiasa untuk bergerak, maka gerakan atau aktivitas kecil pun sudah cukup untuk menghasilkan efek lelah pada tubuh Anda.

2. Gangguan Tidur Insomnia

Sejumlah penelitian—tepatnya 29 penelitian—yang dirilis oleh jurnal Advances in Preventive Medicine menyebutkan jika melakukan olahraga secara rutin terbukti mampu meningkatkan kualitas dan durasi tidur pada malam hari. Sebaliknya, jarang berolahraga justru membuat tidur jadi menurun kualitasnya. Bahkan ,tidak jarang Anda akan mengalami insomnia.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Celakanya, gangguan tidur yang dipicu oleh kurangnya aktivitas olahraga ini dalam perkembangannya bisa meningkatkan risiko Anda untuk terserang sejumlah penyakit kronis yang berbahaya. Oleh sebab itu, sebaiknya mulai sekarang cobalah untuk berolahraga secara rutin.

3. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi menjadi masalah lainnya yang kemungkinan besar harus Anda hadapi sebagai akibat dari kurang olahraga. Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh penelitian.

Ya, menurut penelitian yang dirilis oleh American Journal of Human Biology, orang-orang yang dalam kurun waktu 10 tahun tidak memiliki frekuensi olahraga yang cukup mengalami peningkatan risiko untuk mengalami tekanan darah tinggi sebesar 72 persen.

4. Penurunan Fungsi Otak

Dampak negatif lainnya dari jarang berolahraga adalah menurunnya fungsi otak, khususnya yang berkaitan dengan daya ingat (memori). Menurut penelitian, kurangnya aktivitas fisik membuat hippocampus—bagian otak yang terkait dengan kemampuan daya ingat—mengalami penurunan fungsi.

Berbanding terbalik, sebuah penelitian yang dirilis oleh Journal of Neurology menemukan jika mereka yang aktif berolahraga saat usia produktif memiliki kemampuan memori dan motorik yang baik hingga 25 tahun kemudian.

5. Gangguan Metabolisme Tubuh

Salah satu fungsi olahraga adalah untuk membantu mengoptimalkan proses metabolisme tubuh. Maka dari itu, kurang olahraga akan berakibat pada terhambatnya metabolisme tersebut.

Padahal, metabolisme merupakan salah satu proses penting agar tubuh dapat menjalankan fungsi secara keseluruhan dengan baik. Terhambatnya metabolisme bisa berdampak negatif pada tubuh, termasuk potensi berat badan berlebih alias obesitas.

6. Meningkatnya Risiko Diabetes Tipe 2

Akibat kurangnya aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena diabetes tipe 2 (diabetes mellitus). Pasalanya, olahraga sebagai aktivitas fisik memiliki fungsi yang salah satunya untuk mengontrol kadar gula darah (glukosa). Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, diabetes tipe 2 terjadi ketika kadar glukosa pada tubuh menjadi sangat tinggi dan tidak terkendali.

Selain itu, alasan mengapa kurang olahraga memiliki akibat meningkatnya risiko penyakit yang memiliki nama lain ‘kencing manis’ ini karena aktivitas tersebut sejatinya bermanfaat untk mengendalikan berat badan, tekanan darah, serta membantu meningkatkan kolesterol “baik” dan menurunkan kolesterol “jahat”.

Sementara bagi mereka yang sudah telanjur mengidap kencing manis, aktivitas fisik yang rutin juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kerusakan saraf. Pasalnya, kedua gangguan medis tersebut juga menjadi momok bagi penderita penyakit ini.

7. Penyakit Jantung

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers of Disease Control and Prevention (CDC), jarang olahraga bisa membuat seseorang lebih rentan untuk menderita penyakit ‘mengerikan’ lainnya yakni penyakit jantung.

Ini berkaitan dengan akibat lainnya yang tadi sudah disinggung yaitu peningkatan tekanan darah. Selain itu, kurangnya Anda melakukan aktivitas olahraga juga memicu penumpukan lemak LDL alias kolesterol “jahat”. Baik tekanan darah tinggi dan kolesterol, keduanya merupakan “pemeran utama” dari penyakit jantung.

8. Penyakit Kanker

Penyakit berbahaya lainnya yang mengancam diri Anda akibat kurang olahraga adalah kanker. Masih menurut CDC, jarang berolahraga berpotensi meningkatkan risiko untuk terserang kanker di kemudian hari. Kanker tersebut utamanya menyerang:

  • Kandung kemih
  • Payudara
  • Usus besar
  • Rahim (uterus)
  • Kerongkongan (esofagus)
  • Ginjal
  • Paru-paru
  • Lambung

9. Tulang Mudah Rapuh

Tulang adalah elemen tubuh yang tentu memiliki peran vital. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan tulang sudah sepatutnya Anda lakukan. Masalahnya, kebanyakan orang kurang menyadari jika salah satu alasan mengapa tulang mengalami masalah—seperti pengeroposan tulang atau osteoporosis—adalah karena kurangnya aktivitas olahraga.

Ya, olahraga sejatinya bertujuan untuk melatih kekuatan tulang dan juga membantu memaksimalkan penyerapan nutrisi yang tulang butuhkan yakni seperti kalsium dan vitamin D. Penelitian sendiri telah menunjukkan jika frekuensi olahraga yang minim lambat laun dapat menurunkan kekuatan dan kepadatan tulang itu sendiri.

10. Mudah Stres dan Depresi

Mudah stres bahkan sampai berujung depresi juga menjadi akibat dari kurang olahraga. Olahraga—berdasarkan banyak penelitian—terbukti dapat mencegah stres karena aktivitas fisik yang satu ini saat dilakukan akan merangsang tubuh untuk meproduksi dan melepas dophamine alias hormon ‘bahagia’.

Itu dia dampak negatif yang bisa Anda dapatkan jika jarang sekali berolahraga. Untuk itu, sebaiknya tingkatkan lagi frekuensi aktivitas ini mulai dari sekarang guna mencegah tubuh mengalami hal-hal tersebut.

Manfaat Sering Olahraga

Sementara itu—masih melansir laman resmi CDC—Panduan Aktivitas Fisik untuk Orang Amerika (Physical Activity Guidelines for Americans) Edisi ke-2 menyajikan temuan baru tentang manfaat aktivitas fisik secara teratur, yang meliputi:

  • Tidur lebih nyenyak.
  • Peningkatan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Peningkatan kemampuan kognitif dan penurunan risiko demensia.
  • Meningkatkan kesehatan tulang dan muskuloskeletal.

 

  1. Anonim. Lack of Physical Activity. https://www.cdc.gov/chronicdisease/resources/publications/factsheets/physical-activity.htm#:~:text=Not%20getting%20enough%20physical%20activity%20can%20lead%20to%20heart%20disease,cholesterol%2C%20and%20type%202%20diabetes. (accessed on 18 December 2020)
  2. Csatari, J. 2020. What Can Happen To Your Body If You Don’t Exercise. https://www.eatthis.com/side-effects-not-exercising/ (accessed on 18 December 2020)
  3. Ghezelbash, P. 2020. What Really Happens to Your Body When You Don’t Exercise. https://www.livestrong.com/article/377725-what-happens-to-your-body-when-you-dont-exercise/ (accessed on 18 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi