5 Akibat Keseringan Ngupil, Bisa Meningkatkan Risiko Meningitis!

ngupil-doktersehat
Photo Source: Beritagar

DokterSehat.Com– Meski termasuk dalam kegiatan yang menjijikkan, dalam realitanya cukup banyak orang yang terbiasa makan upil. Bahkan, ada yang bilang kalau kebiasaan ini bisa membuat daya tahan tubuh semakin meningkat. Faktanya, ada bahaya yang mengintai akibat keseringan ngupil.

Akibat Keseringan Ngupil bagi Kesehatan

Pakar kesehatan menyebut mengupil bisa memberikan cukup banyak dampak kesehatan meskipun kegiatan ini memang cukup mengasyikkan untuk dilakukan.

Berikut ini beberapa akibat keseringan ngupil bagi kesehatan:

  1. Infeksi pada lubang hidung

Dampak pertama yang bisa terjadi akibat kebiasaan mengupil adalah infeksi. Hal ini disebabkan oleh jari yang dipakai mengupil biasanya kotor dan penuh dengan bakteri. Bakteri ini bisa berpindah ke dalam lubang hidung dan memicu infeksi.

  1. Menyebabkan bisul

Selain infeksi, bakteri-bakteri ini juga bisa menyebabkan munculnya bisul di bagian dalam hidung. Hal ini disebabkan oleh bagian dalam hidung yang cenderung sensitif. Bakteri yang bisa menyebabkan datangnya jerawat atau bisul di dalam hidung ini biasanya adalah staphylococcus aureus. Kondisi ini tentu akan membuat hidung terasa sangat tidak nyaman.

  1. Perforasi septum

Perforasi septum bisa dijelaskan sebagai kondisi yang membuat luka pada sekat antara lubang hidung bagian kanan dan kiri. Jika kondisi ini sudah cukup parah, bisa jadi sekat ini terbuka sehingga tidak ada lagi pembatas antara kedua lubang hidung ini. Cara mengatasi hal ini yaitu bisa jadi dokter akan menjalankan operasi.

  1. Meningkatkan risiko flu

Akibat keseringan mengupil akan membuat rambut-rambut halus di dalam hidung rontok. Padahal, rambut-rambut ini berperan besar dalam menyaring berbagai kotoran dan bakteri yang bisa memicu datangnya penyakit seperti flu atau pilek.

  1. Meningkatkan risiko meningitis

Kasus meningitis yang terkait dengan akibat keseringan mengupil sangat jarang atau bahkan hampir tidak ditemukan, namun secara teori hal ini sangat memungkinkan untuk terjadi.

Jika kita mengupil terlalu dalam, bisa jadi jari akan menyentuh bagian sinus atau tulang ethmoid. Bakteri yang ada di dalam jari tangan kita bisa jadi akan mencapai bagian tersebut dan akhirnya sampai ke dalam otak hingga menyebabkan radang selaput di dalam otak atau meningitis.

Makan Upil Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh?

Pakar kesehatan menyebut hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa manfaat makan upil mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini berarti, anggapan bahwa makan upil akan bisa memberikan dampak tersebut tidak benar.

Upil atau ingus yang ada di dalam tubuh sebenarnya memang termasuk dalam bagian sistem pertahanan tubuh dari berbagai macam penyakit karena mampu menyaring berbagai macam debu, kotoran, bakteri, dan virus sebelum bisa memasuki saluran pernapasan.

Sebenarnya, kegiatan mengupil yang asyik untuk dilakukan ini bisa memberikan dampak buruk tersendiri. Meski kasusnya jarang terjadi, kebiasaan ini bisa memicu masuknya beberapa jenis bakteri berbahaya layaknya staphylococcus aureus. Selain itu, kebiasaan mengupil juga dikhawatirkan bisa membuat iritasi, perdarahan, atau abrasi di bagian dalam hidung.

Jika sampai hal ini terjadi, bisa jadi di dalam bagian hidung akan muncul luka atau bahkan nanah. Bahkan, bisa jadi sekat hidung akan rusak dan akhirnya memberikan dampak lebih buruk bagi saluran pernapasan.

Jika dicermati, anak-anak yang memiliki kebiasaan mengupil ternyata juga lebih rentan mengalami mimisan. Hal ini disebabkan oleh adanya pembuluh darah arteri di dalam hidung yang mengalirkan darah dengan kekuatan yang cukup besar. Jika sampai terluka atau pecah akibat kebiasaan mengupil, mimisan pun akan terjadi.