Terbit: 21 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Diabetes tipe dua adalah salah satu penyakit yang tidak benar-benar menunjukkan gejala awal yang jelas. Karena alasan inilah seringkali penderita penyakit ini baru menyadari tentang kondisi kesehatannya saat sudah cukup parah. Padahal, jika mereka mau benar-benar cermat, ada beberapa gejala khas yang bisa mereka waspadai. Salah satunya adalah aroma dari air seni saat buang air kecil.

Air Seni Berbau Harum Tanda Diabetes?

Air seni terkait dengan gejala diabetes

Banyak orang yang berpikir jika air seni yang lengket atau bahkan dikerubungi oleh semut sebagai tanda dari diabetes, padahal pakar kesehatan menyebut kondisi ini cenderung cukup jarang terjadi, bahkan pada penderita diabetes sekalipun. Hal ini disebabkan oleh kondisi air seni yang lengket atau yang bahkan sampai dikerubungi oleh semut yang menandakan bahwa kadar gula darah sudah sangat tinggi dan membahayakan.

Situs Times Now News menyebut sistem kesehatan Inggris, NHS mengungkap fakta tentang aroma air seni yang terkait dengan diabetes tipe 2. Sebagai contoh, jika air seni memiliki aroma seperti buah-buahan dan disertai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis, ada kemungkinan hal ini adalah tanda dari diabetes.

Memang, konsumsi obat-obatan dan suplemen tertentu atau mengalami beberapa jenis kondisi kesehatan tertentu juga bisa menyebabkan perubahan aroma air seni, namun khusus untuk aroma air seni yang harum dan mirip dengan buah-buahan sepertinya memang terkait dengan banyaknya gula darah di dalam tubuh.

Hal ini disebabkan oleh tubuh yang berusaha keras untuk membuang kelebihan glukosa dari dalam darah. Hanya saja, aroma dari glukosa ini memang mirip dengan aroma buah. Selain itu, perubahan frekuensi buang air kecil yang meningkat drastis juga disebabkan oleh kecenderungan penderita diabetes yang merasakan haus dengan berlebihan sehingga mereka pun akan minum air dalam jumlah yang jauh lebih banyak.

Beberapa gejala diabetes yang sering diabaikan

Selain aroma urine, terdapat beberapa gejala khas dari diabetes yang sayangnya diabaikan oleh banyak orang sehingga membuat penyakit ini baru bisa dideteksi saat sudah dalam kondisi parah.

Berikut adalah beberapa gejala tersebut.

  1. Nyeri atau mati rasa pada kaki

Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada saraf tubuh, khususnya pada bagian kaki. Hal ini akan membuat kaki lebih sering mengalami gejala berupa mati rasa, kesemutan, atau bahkan sensasi nyeri. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang sudah menderita diabetes lebih dari 5 tahun.

  1. Gangguan penglihatan

Penderita diabetes lebih rentan mengalami pandangan kabur, katarak, hingga gangguan saraf pada mata atau dalam dunia medis disebut sebagai retinopati diabetik. Sebagai informasi, diabetes yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah bisa membuat lensa mata mengalami penumpukan protein yang akhirnya menyebabkan katarak. Tingginya kadar gula darah juga bisa memicu rusaknya saraf mata dengan signifikan.

  1. Kulit menghitam

Gangguan kadar insulin dalam tubuh berimbas pada munculnya perubahan pigmen yang akhirnya memicu munculnya bercak-bercak kehitaman pada beberapa bagian kulit tertentu seperti leher.

  1. Gangguan gusi

Penderita diabetes juga cenderung lebih rentan terkena masalah gusi seperti kemerahan dan gusi membengkak. Jika sudah sangat parah, gusi bahkan bisa mengalami perdarahan atau memicu gigi tanggal.

  1. Penurunan sistem kekebalan tubuh

Penderita diabetes juga cenderung lebih rentan mengalami infeksi bakteri dan infeksi jamur. Hal ini disebabkan oleh menurunnya sistem kekebalan tubuh. Seringkali infeksi terjadi pada bagian lipatan kulit.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi