Terbit: 16 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Belakangan ini di media sosial viral kabar yang menyebut air nanas yang masih dalam kondisi panas bisa membunuh kanker. Apakah kabar ini memang sesuai dengan fakta kesehatan? Berikut adalah fakta sebenarnya.

Benarkah Air Nanas Panas Bisa Membunuh Kanker? Ini Faktanya

Kabar Air Nanas Panas Bisa Membunuh Kanker

Dalam kabar yang beredar di pesan berantai aplikasi percakapan ponsel pintar, disebutkan bahwa air nanas yang masih dalam kondisi panas bisa mengatasi kista, tumor, kuman, hingga berbagai macam racun di dalam tubuh. Meskipun begitu, air nanas ini tidak akan memberikan dampak buruk bagi sel-sel tubuh yang masih sehat.

Hal ini disebut-sebut disebabkan oleh adanya kandungan asam amino dan polifenol di dalamnya yang sangat tinggi. Keberadaan kandungan ini bisa membantu mengendalikan tekanan darah, memperlancar sirkulasi darah, menurunkan risiko penggumpalan darah, dan membuat kondisi pembuluh darah menjadi lebih sehat. Selain itu, di dalam nanas juga memiliki kandungan anti kanker.

Cara untuk mendapatkan manfaat kesehatan ini adalah dengan mencampurkan air panas dengan dua atau tiga potongan kecil nanas. Air panas ini kemudian bisa diminum setiap hari jika ingin membunuh kanker.

Trik ini diklaim berasal dari penelitian yang dilakukan di Queensland, Australia. Penelitian ini disebut-sebut menghasilkan fakta bahwa di bagian bonggol nanas terdapat kandungan anti kanker dan molekul yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berbagai jenis kanker yang disebut-sebut bisa diobati dengan air panas ini adalah kanker paru, kanker usus, serta kanker rahim.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Fakta Tentang Air Nanas Panas Menyembuhkan Kanker

Informasi yang beredar tersebut memang sangat meyakinkan, apalagi dengan adanya klaim bahwa kandungan bromolin di bagian bonggol nanas disebut-sebut bisa membunuh kanker dengan efektif. Bahkan, di pesan yang sejenis namun berbeda, disebutkan bahwa kandungan bromolin bisa melunakkan dinding sel kanker dan akhirnya menembus ke inti dari sel tersebut untuk mematikannya. Hanya saja, belum ada informasi lebih mendetail tentang hal ini.

Pesan lain juga menyebut kandungan bromolin ini bisa memberikan dampak 10 ribu kali lipat dibandingkan dengan kemoterapi sehingga bisa membantu mengatasi kanker dengan jauh lebih baik. Bahkan disebutkan bahwa kandungan ini bisa membersihkan darah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mengeluarkan tanggapan terkait dengan informasi ini. Di dalam situsnya, terdapat kutipan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah, Dwi Putranto dan Kepala Bidang Penyakit dan Penyehatan Lingkungan DKK Kudus, dr. Hikari Widodo.

Kedua pakar kesehatan ini menyebut informasi yang beredar sebagai sesuatu yang janggal, khususnya dalam hal penyebutan kandungan di dalam nanas yang seharusnya adalah bromelain, bukannya bromolin.  Putranto juga menyebut nanas tinggi kandungan nutrisi sehat yang bermanfaat di semua bagian, bukannya di bagian bonggolnya saja. Hanya saja, khusus untuk informasi bahwa bromelain bisa membunuh sel kanker, Putranto menyebut hal ini belum tentu benar.

“Saya pernah membaca ada penelitian yang menyebut bromelain di dalam nanas bisa mencegah tumor dan kanker. Ada juga yang menyebut kandungan ini bisa jadi obat kanker, namun masih perlu penelitian lebih lanjut atau konsultasi ke dokter demi memastikannya,” ucap Putranto.

Nanas Kurang Baik bagi Ibu Hamil

Putranto juga menyebut nanas kurang direkomendasikan bagi ibu hamil karena kandungan bromelainnya disebut-sebut bisa menyebabkan kontraksi pada rahim.

“Nanas muda, khususnya yang kulitnya masih hijau, kandungan bromelainnya sangat tinggi. Bisa jadi memakannya bisa meningkatkan risiko keguguran,” ucapnya.

Selain itu, nanas jika dikonsumsi dengan berlebihan juga bisa menyebabkan datangnya diare atau maag.

 

Sumber:

  1. Anonim. [DISINFORMASI] Air Nanas Panas Sembuhkan Sel Kanker. www.kominfo.go.id/content/detail/22878/disinformasi-air-nanas-panas-sembuhkan-sel-kanker/0/laporan_isu_hoaks (Diakses pada 16 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi