Terbit: 18 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika kita berbicara tentang konsumsi air mineral, maka hal pertama yang akan kita pikirkan adalah pencegahan dehidrasi. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, manfaat mencukupi kebutuhan air mineral lebih tinggi dari itu. Kita juga bisa mencegah datangnya stroke dengan minum air dengan cukup, lho.

Mencukupi Kebutuhan Air Mineral Bisa Cegah Stroke

Mencegah Stroke dengan Minum Air Mineral

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi air mineral setidaknya dua liter setiap hari. Hal ini akan membuat keseimbangan cairan tubuh terjaga dan akhirnya mempengaruhi kekentalan darah. Sebagai informasi, semakin kental darah, semakin rentan untuk mengalami penggumpalan darah dan risiko stroke.

Jika kita sebelumnya sudah memiliki faktor risiko untuk terkena stroke layaknya kolesterol tinggi, aterosklerosis, dan tekanan darah tinggi, kurang minum bisa membuat risiko stroke semakin meningkat. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita memenuhi kebutuhan air mineral setiap hari.

Salah satu waktu yang paling penting untuk memenuhi kebutuhan air mineral adalah di malam hari atau sebelum tidur. Hal ini disebabkan oleh saat tidur kita tidak akan mengonsumsi cairan dalam waktu yang lama. Jika tidak mampu menjaga keseimbangan cairan tubuh, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi kekentalan darah dengan signifikan.

Tak hanya dengan mencukupi kebutuhan air mineral harian, sebaiknya kita juga memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. Makanan sehat ini bisa membantu mencegah datangnya stroke karena tinggi kandungan antioksidan yang bisa melawan peradangan dan radikal bebas, faktor lain yang juga bisa menyebabkan datangnya stroke.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Cara Mencegah Stroke

Selain dengan memenuhi kebutuhan air mineral setiap hari, pakar kesehatan menyarankan kita untuk melakukan berbagai hal lainnya demi mencegah datangnya stroke.

Berikut adalah berbagai cara mencegah stroke:

  1. Rajin Berolahraga

Salah satu cara terbaik untuk mencegah datangnya stroke adalah dengan rutin berolahraga. Lakukan setidaknya 30 menit setiap hari demi membantu memperlancar sirkulasi darah, memperkuat jantung, dan mencegah pengendapan plak kolesterol di dalam pembuluh darah. Selain itu, berolahraga juga akan mencegah obesitas, salah satu faktor penyebab stroke.

  1. Menghindari Rokok

Sudah menjadi rahasia umum jika rokok adalah salah satu benda yang paling tidak sehat bagi tubuh. Hal ini disebabkan oleh kandungan beracun di dalamnya. Masalahnya adalah jika kita terbiasa untuk mengisap rokok, maka risiko untuk terkena stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya akan semakin meningkat.

Kandungan beracun di dalam rokok bisa membuat pembuluh darah menyempit dan menumpuknya plak kolesterol. Hal ini bisa saja menyebabkan penyumbatan sirkulasi darah menuju otak yang kemudian memicu stroke.

  1. Tak Lagi Minum Alkohol

Alkohol juga bisa mempengaruhi sirkulasi darah dan kondisi pembuluh darah dengan signifikan. Jika kita terbiasa meminumnya, maka risiko terkena stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya akan meningkat.

  1. Memperhatikan Makanan

Jika kita menerapkan pola makan yang buruk, maka risiko untuk terkena stroke akan meningkat. Sebagai contoh, jika kita sering mengonsumsi makanan yang tinggi kalori, sering ngemil makanan tinggi natrium, lemak, atau gula, hingga tidak mendapatkan asupan serat yang cukup, maka risiko untuk mengalami kelebihan berat badan akan meningkat. Padahal, kelebihan berat badan bisa memperburuk kondisi pembuluh darah dan meningkatkan risiko terkena stroke.

  1. Tidur Cukup Setiap Malam

Kurang tidur bisa menyebabkan datangnya peradangan yang berimbas pada kondisi pembuluh darah yang memburuk dan peningkatan risiko stroke. Karena alasan inilah sebaiknya kita tidur dengan durasi waktu yang cukup setiap malam, yakni sekitar 7 hingga 9 jam.

 

Sumber:

  1. Natasya, Michelle. 2019. Kena Stroke Gara-gara Kurang Minum, Kok Bisa?. detik.com/kebugaran/d-4788000/kena-stroke-gara-gara-kurang-minum-kok-bisa. (Diakses pada 17 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi