Terbit: 20 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Cukup banyak sekali mitos kesehatan yang bisa kita temukan di Indonesia. Biasanya, hal ini berupa tips-tips kesehatan menggunakan pengobatan alternatif atau herbal. Salah satunya adalah kabar yang menyebut minum air kencing sendiri bisa menyembuhkan diabetes. Apakah kabar ini memang sesuai dengan fakta kesehatan?

diabetes-insipidus-doktersehat

Dampak minum air kencing bagi penderita diabetes

Pakar kesehatan menyebut anggapan bahwa minum air kencing mampu menyembuhkan diabetes sebagai mitos yang tidak benar. Sayangnya, banyak penderita diabetes yang mempercayainya dan merasa kondisinya lebih baik setelah melakukannya. Padahal, hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa cara ini mampu mengatasi masalah kesehatan yang mereka derita.

Selain minum air kencing sendiri, beberapa jenis obat-obatan tradisional yang diklaim bisa menyembuhkan diabetes pun sebenarnya tidak bisa memberikan manfaat yang signifikan bagi penderita diabetes. Hanya saja, bisa jadi keberadaan obat-obatan tradisional ini mampu memberikan sugesti positif dan membuat mereka bersemangat untuk menjalani gaya hidup sehat agar bisa mengendalikan diabetes.

Sebagai informasi, diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Mereka yang sudah menderita penyakit ini sebaiknya menjaga gaya hidup agar bisa mengendalikan kondisinya. Hal ini tentu bisa mencegah datangnya komplikasi seperti gangguan jantung, gangguan penglihatan, masalah ginjal, atau bahkan luka yang tidak bisa sembuh.

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk lebih mempercayai saran dokter dan rutin mengonsumsi obat-obatan medis atau suntik insulin demi menjaga kondisinya. Dengan melakukannya, harapan hidup mereka bisa meningkat.

Selain air kencing, berbagai hal ini juga diklaim bisa menyembuhkan diabetes

Selain air kencing, ternyata ada beberapa benda yang dianggap mampu menyembuhkan diabetes. Banyak penderita diabetes yang menggunakannya demi mendapatkan kesembuhan.

Berikut adalah ulasan tentang berbagai benda yang diklaim mampu menyembuhkan diabetes.

  1. Semut jepang

Semut jepang disebut-sebut mampu menyembuhkan diabetes sehingga sempat populer di kalangan masyarakat. Bahkan, ada yang sampai mengonsumsi semut jepang hidup-hidup karena yakin jika hal ini akan membuat mereka lebih cepat sembuh. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut anggapan ini sama sekali tidak benar.

Alih-alih mendapatkan kesembuhan, bisa jadi setelah makan semut jepang kita akan mengalami diare parah akibat saluran pencernaan yang terkena infeksi bakteri.

  1. Kolang kaling

Banyak orang yang percaya jika kolang kaling mampu mengendalikan sensitivitas insulin di dalam tubuh sehingga penderita diabetes bisa kembali mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut anggapan ini tidak benar.

Belum ada penelitian yang membuktikan manfaat ini. Hanya saja, kolang-kaling ternyata bisa memberikan manfaat bagi penderita diabetes karena tinggi kandungan serat yang bisa membantu mereka menjaga pola makan yang sehat sehari-hari.

  1. Ikan gabus

Ikan gabus yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia disebut-sebut bisa menjaga kondisi penderita diabetes. Hal ini didasari oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya. Hanya saja, penelitian ini masih dalam tahap pendekatan molecular. Semoga saja di masa depan bisa ditemukan obat diabetes yang berasal dari bahan ikan ini.

  1. Pare

Sayuran dengan rasa yang pahit ini sering disebut-sebut sebagai salah satu makanan terbaik bagi penderita diabetes. Hal ini memang benar karena pare bisa membantu penderita diabetes menjaga pola makan yang sehat sehingga akan mengendalikan kadar gula darah tetap seimbang.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya penderita diabetes meminta saran pada dokter demi mendapatkan tips-tips kesehatan yang tepat untuk menjaga kondisinya dan mencegah datangnya komplikasi. Jangan sembarangan mempercayai tips kesehatan di internet karena belum tentu benar.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi