DokterSehat.Com– Jika kita memperhatikan air seni yang kita keluarkan saat buang air kecil, terkadang terlihat jelas bahwa urine ini berbusa. Biasanya, hal ini wajar terjadi saat kita buang air kecil setelah bangun tidur. Hanya saja, jika air seni ini terus berbusa setiap kali buang air kecil, apakah hal ini menandakan sesuatu yang berbahaya?

penyebab-air-kencing-bau-doktersehat

Beberapa faktor yang menyebabkan air seni berbusa

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan air seni kita berbusa. Sebagai contoh, kita mengeluarkan air seni dalam waktu yang sangat cepat sehingga membuat urine berbusa. Hanya saja, busa ini akan hilang hanya dalam waktu beberapa saat saja. Selain itu, jika kita mengalami dehidrasi ringan, maka air seni akan terkonsentrasi sehingga membuatnya berbusa. Hal ini sangat wajar terjadi, namun ada beberapa penyebab lain dari kondisi ini yang patut untuk kita waspadai.

Beberapa penyebab air kencing berbusa yang patut untuk diwaspadai

Selain dehidrasi, ternyata ada beberapa hal lain yang bisa memicu air seni yang berbusa saat buang air kecil.

Berikut adalah beberapa penyebabnya.

  1. Menahan buang air kecil dalam waktu lama

Jika kita terbiasa menahan buang air kecil dalam waktu yang lama, maka saat kita buang air kecil, air seni cenderung keluar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal ini akan membuat pengosongan kandung kemih terjadi dengan cepat yang akhirnya mempengaruhi munculnya busa saat buang air kecil. Meskipun terlihat wajar, sering menahan buang air kecil bisa memberikan dampak buruk bagi kandung kemih dan ginjal sehingga sebaiknya kita hindari.

  1. Adanya protein di dalam urine

Ada kemungkinan penyebab munculnya busa di dalam air seni yang kita keluarkan adalah adanya kandungan protein yang cukup tinggi di dalam urine atau dalam dunia medis disebut sebagai proteinuria. Masalahnya adalah kondisi proteinuria ini terkait dengan gangguan ginjal, termasuk karena kerusakan atau infeksi pada organ ini. Pakar kesehatan bahkan menyebut proteinuria menandakan gagal ginjal yang berbahaya.

  1. Semen di dalam urine

Bagi kaum pria, setelah ejakulasi, ada kemungkinan ada semen yang masih tertinggal di dalam saluran kemih. Jika jumlah semen yang tertinggal masih cukup banyak, maka saat buang air kecil hal ini akan menyebabkan urine berbusa. Sayangnya, kondisi ini juga bisa jadi menandakan adanya otot yang melemah sehingga mempengaruhi kemampuan seksual pria.

  1. Infeksi saluran kemih

Pakar kesehatan menyebut air seni yang berbusa bisa jadi terkait dengan masalah infeksi saluran kemih. Gejala dari masalah kesehatan yang disebabkan oleh bakteri ini adalah nyer pada saluran kemih, anyang-anyangan karena kencing yang tidak tuntas, sensasi terbakar saat buang air kecil, hingga munculnya demam. Penyakit ini sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar tidak menjadi semakin parah.

Kapan air seni berbusa harus diwaspadai?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa jika air seni yang berbusa hilang dengan cepat dan hanya muncul saat bangun tidur, bisa jadi hal ini adalah hal yang wajar, namun jika kita sering mengalaminya dan merasakan gejala lain seperti tubuh yang lelah, hilangnya nafsu makan, mual-mual dan muntah, berubahnya jumlah air seni yang dikeluarkan, warna air kencing yang semakin keruh, gelap, atau bahkan berdarah, gangguan tidur, dan terjadinya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, sebaiknya kita mewaspadai gejala kesehatan yang lebih serius dan segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter atau rumah sakit.