Kabar Duka: Agung Hercules Meninggal karena Kanker Otak Stadium 4

agung-hercules-meninggal-dunia-doktersehat
Sumber foto: www.instagram.com/agunghercules88

DokterSehat.Com – Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Komedian Agung Hercules dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (1/8/2019) karena penyakit kanker otak stadium 4. Sebenarnya apa penyebab kanker otak dan bagaimana pengobatannya?

Agung Hercules Meninggal Dunia karena Kanker Otak Stadium 4

Agung Hercules menghembuskan napas terakhirnya di RS Kanker Dharmais, Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh salah seorang sahabatnya, Ferdinans Setiadi.

Sejak dikabarkan menderita kanker otak stadium 4 beberapa waktu lalu, perubahan fisik Agung Hercules bisa dengan jelas terlihat. Komedian yang dikenal dengan goyang barbel ini menjadi sangat kurus dan kehilangan otot kekarnya.

Sempat dirawat di RSUD Tangerang, Agung Hercules memutuskan untuk pulang agar bisa lebih dekat dengan keluarga dan melakukan pengobatan alternatif. Sebelumnya, pria asal Malang ini sudah menjalani tiga kali operasi.

Baca Juga: Terkena Kanker Otak, Agung Hercules Tak Lagi Kekar

Penyebab Kanker Otak

Penyakit kanker otak tergolong berbahaya dan bahkan terkadang tidak tahu gejala awalnya. Menjaga kesehatan saja tidak cukup. Buktinya, seseorang yang rajib berolahraga dan berotot besar seperti Agung Hercules pun bisa menderita penyakit mematikan ini.

Lebih lengkapnya, ini beberapa penyebab kanker otak atau glioblastoma yang utama dan perlu diwaspadai:

1. Merokok

Sepeti yang kita tahu, ada banyak kandungan kimia berbahaya dalam sepuntung rokok. Zat-zat berbahaya seperti Nikotin dan Tar dapat meningkatkan risiko terkena kanker, baik itu kanker paru-paru maupun jenis kanker lainnya seperti kanker otak. Peringatan ini juga dapat dengan jelas dibaca karena tercantum di setiap kemasan rokok.

2. Infeksi Virus

Ada beberapa jenis virus yang berkaitan dengan penyebab kanker otak, yaitu HIV, cytomegalovirus, dan virus Epstein-Barr (EBV). Adanya infeksi virus dalam tubuh bisa menyebabkan kerusakan sel DNA yang akhirnya bisa memicu kanker.

3. Faktor Keturunan

Penyebab kanker otak atau tumor otak yang satu ini tidak bisa dihindari. Apabila memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit kanker, maka ada baiknya segera memeriksakan diri. Meskipun demikian, Anda tidak akan dipastikan terkena kanker otak jika ada anggota keluarga yang pernah menderitanya.

Baca Juga: Kanker Glioblastoma – Risiko dan Gejala

Pengobatan Kanker Otak

Ada beberapa pengobatan kanker otak atau glioblastoma yang bisa dilakukan, baik medis maupun alternatif. Berikut ini beberapa pengobatan kanker otak secara medis:

1. Operasi Pengangkatan Tumor Otak

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan operasi pengangkatan tumor otak. Dokter akan mengangkan sel tumor dengan cara membuka tengkorak (kraniotomi). Sebelum dioperasi, dokter akan mengecek tipe dan posisi tumor karena ada kemungkinan akan merusak otak. Bisa saja tumor otak tidak bisa dioperasi dan jika seperti ini, maka akan disarankan untu melakukan pengobatan lain.

2. Kemoterapi

Pengobatan kanker otak dengan kemoteapi adalah menghancurkan sel tumor dalam tubuh dengan obat-obatan tertentu. Sayangnya, efek samping kemoterapi akan berpengaruh terhadap sel-sel tubuh yang masih sehat. Ini terjadi karena kemoterapi tidak mampu mengobati salah satu bagian tubuh atau sel secara spesifik.

3. Radioterapi

Pengobatan radioterapi bisa dilakukan sebagai pengobatan kanker maupun non-kanker, seperti gangguan tiroid dan tumor. Radioterapi menggunakan radiasi gelombang energi tinggi yang terdiri dari:

  • Sinar X
  • Gama
  • Proton
  • Elektron

Cara kerja radioterapi yaitu merusak DNA yang berperan dalam pembelahan sel kanker, sehingga sel tersebut tidak lagi berkembang. Pengobatan kanker menggunakan metode radioterapi membutuhkan waktu beberapa hari atau minggu.

Berbeda dengan kemoterapi, radioterapi tidak akan merusak sel atau jaringan yang ada di sekitar sel kanker. Meskipun demikian, ada beberapa bagian tubuh yang sering terkena efek samping radiasi, seperti kulit, sumsum tulang, dan jaringan sistem pencernaan.

 

Sumber:
Brain Cancer – https://www.emedicinehealth.com/brain_cancer/article_em.htm#brain_cancer_facts diakses pada 1 Agustus 2019.