Terbit: 13 Desember 2018 | Diperbarui: 14 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Adik Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Dardak, Eril Dardak, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang ada di Kota Bandung. Pria berusia 21 tahun ini diketahui memiliki riwayat asma. Diduga, riwayat kesehatan inilah yang menjadi penyebab kematiannya, namun aparat kepolisian juga menemukan beberapa hal lain tentang kematian Eril.

Adik Emil Dardak Meninggal Dunia Ternyata karena Penyakit Ini

Ditemukan dengan kondisi layar komputer masih menyala

Saat aparat kepolisian datang ke kamar kos Eril, layar komputernya masih menyala. Di layar ini terlihat jelas video Youtube yang sudah selesai diputar berjudul Oxygen Regulator Medical. Fakta ini diungkap oleh Kasat Reskrim AKBP Mochamad Rifai dari Mapolrestabes Bandung.

“Sepertinya Dia baru menonton tayangan video Youtube itu karena layar monitornya masih menyala,” terang AKBP Rifai.

Untuk saat ini, aparat kepolisian sedang melakukan digital forensic untuk mengetahui penyebabnya. Di dalam kamar kosnya terdapat tabung gas dengan tulisan ‘He’, selang, dan kantong plastik. Aparat pun meminta bantuan Puslabfor Mabes Polri dan perwakilan dari ITB untuk mengetahui dampak dari penggunaan benda-benda tersebut.

Dugaan meninggal karena asma

Meskipun begitu, asisten Eril, Iwan, menyebut kematian Eril sepertinya lebih terkait dengan riwayat kesehatannya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

“Penyebabnya sakit karena Eril punya riwayat asma. Tapi untuk jelasnya kami masih belum tahu karena juga belum bisa benar-benar berkomunikasi dengan keluarga,” terangnya.

Hal yang sama juga diungkap oleh Ketua DPD PAN Trenggalek Imam Muslichudin. Sebagai informasi, Eril adalah Caleg DPR RI dari partai ini. Menurut Imam, Eril pernah terlihat membawa inhaler yang berfungsi sebagai pereda sesak napas, kondisi yang memang biasa dialami oleh penderita asma. Peralatan ini selalu dibawa Eril saat berkunjung di berbagai daerah di Trenggalek.

“Fisiknya memang terlihat sangat sehat dan bugar. Tapi saat saya tanyakan tentang peralatan semprot itu, Eril mengaku miliknya. Jadi saya tahu dia punya asma,” ucap Imam.

Dimakamkan hari ini.

Eril yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Kelautan ITB ini telah dimakamkan di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta, pada pukul 13.00 WIB.

Asma memang berpotensi mematikan

Pakar kesehatan menyebut asma sebagai salah satu penyakit yang berpotensi mematikan. Apalagi jika serangannya berlangsung dengan cukup parah. Jika sampai hal ini terjadi, maka korban bisa mengalami henti napas. Jika tidak langsung mendapatkan penanganan medis yang memadai, maka korban bisa kehilangan nyawa.

Hanya saja, kasus kematian akibat asma tergolong sangat jarang karena sifat serangannya cenderung bertahap sehingga biasanya korban akan sempat meminta tolong atau mencari bantuan medis dengan segera. Pengecualian terjadi jika korban menyepelekan gejala-gejalanya hingga akhirnya kondisinya sangat parah dan tak lagi tertolong.

Beberapa gejala dari serangan asma yang harus diwaspadai adalah napas yang berat, mulai muncul mengi, batuk berdahak, dan rasa nyeri pada dada. Penyebab serangan asma bisa berupa alergi, iritan seperti asam rokok atau polusi udara, cuaca, emosi, konsumsi obat-obatan, hingga aktivitas fisik.

Mengatasi serangan asma

  1. Tetap tenang

Saat penderita asma mulai merasakan serangan penyakit ini. Jangan panik dan cobalah untuk tetap tenang agar bisa bernapas meski sulit. Setelahnya, minta bantuan teman atau keluarga yang paling dekat.

  1. Duduk

Cobalah untuk duduk dan melonggarkan ikat pinggang atau pakaian yang dikenakan. Hal ini diharapkan bisa membantu membuat pernapasan yang sulit menjadi lebih lega. Jika perlu, cobalah untuk bernapas dengan mulut demi melancarkan saluran pernapasan.

  1. Obat asma

Terdapat beberapa jenis obat yang bisa membantu mengatasi gejala asma dengan efektif. Hanya saja, obat ini sebaiknya didapatkan setelah memeriksakan kondisi asma ke dokter sebelumnya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan bronodilator atau alat bantu pernapasan lainnya.

Jika berbagai cara ini tidak mampu melegakan pernapasan dengan segera, sebaiknya segera minta bantuan dokter demi mendapatkan bantuan medis.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi