ADHD pada Anak – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

doktersehat anak suka teriak
Designed by Freepik

DokterSehat.Com– Apa itu ADHD? ADHD adalah singkatan dari attention deficit hyperactivity disorder, salah satu gangguan anak yang cukup sering terjadi. Gejalanya meliputi anak yang tidak perhatian, impulsif (bertindak secara tiba-tiba), dan hiperaktivitas.

Penyakit ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak yang dapat berlangsung hingga dewasa. Anak-anak dengan ADHD mungkin memiliki kesulitan duduk diam, mengikuti arah, dan menyelesaikan tugas-tugas di rumah atau sekolah.

Baca juga: Balita dengan ADHD Memiliki Ukuran Otak Lebih Kecil

Gejala ADHD pada Anak

Berikut ini adalah gejala ADHD yang menunjukkan seorang anak mengidap ADHD.

  • Selalu bergerak atau aktif
  • Tidak mampu mendengarkan orang yang berbicara padanya
  • Kesulitan bermain dengan tenang
  • Sering berbicara berlebihan
  • Mengganggu teman atau mengganggu orang lain
  • Mudah merasa terganggu atau mudah teralihkan perhatiannya
  • Tidak mampu menyelesaikan tugas dengan tuntas

Meskipun anak Anda mungkin memiliki beberapa gejala yang tampak seperti ADHD, namun belum tentu seorang anak mengalami ADHD. Itu sebabnya Anda perlu mengunjungi dokter untuk memeriksanya.

Diagnosis ADHD pada Anak

Tidak ada tes khusus atau tes definitif untuk mendeteksi ADHD pada anak. Untuk mendiagnosisnya, diperlukan beberapa langkah dan melibatkan banyak informasi dari berbagai sumber. Semua orang-orang yang berada di sekitar anak Anda harus dilibatkan untuk menilai perilaku anak.

Biasanya, dokter akan mendiagnosis ADHD pada masa anak-anak ketika mereka telah menunjukkan 6 gejala spesifik ADHD selama lebih dari 6 bulan. Dokter akan mempertimbangkan bagaimana perilaku anak dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia yang sama.

Seorang dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat medis bahkan mungkin menyarankan melakukan pemindaian otak. Biasanya dokter akan mendiagnosis ADHD berdasarkan pedoman dari Diagnostic and Statistical Manual. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penglihatan serta pendengaran. Pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan adalah electroencephalograph.

Mendiagnosa ADHD pada anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun akan lebih sulit karena sebagian besar anak memiliki beberapa gejalan yang terlihat seperti ADHD dalam berbagai situasi.

Penyebab ADHD pada Anak

Dalam beberapa kasus, perilaku yang terlihat seperti ADHD mungkin disebabkan oleh:

  • Sebuah perubahan hidup secara tiba-tiba (seperti perceraian, kematian dalam keluarga, atau pindah lingkungan)
  • Kejang yang tidak terdeteksi
  • Gangguan medis yang memengaruhi fungsi otak
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Gangguan bipolar.

Baca juga: Ketahui 4 Penyebab ADHD Pada Anak

Jenis ADHD pada Anak

  • Jenis gabungan (lalai/ hiperaktif/ impulsif). Anak-anak dengan jenis ADHD ini menunjukkan semua gejala tersebut. Ini adalah bentuk paling umum dari ADHD.
  • Jenis hiperaktif/ impulsif. Anak-anak menunjukkan kedua perilaku hiperaktif dan impulsif, tetapi untuk sebagian besar, mereka mampu memusatkan perhatian.
  • Jenis lalai. Sebelumnya gangguan ini disebut attention deficit disorder (ADD). Anak-anak ini tidak terlalu aktif. Mereka tidak mengganggu kelas atau kegiatan lainnya, sehingga gejalanya tidak terlalu terlihat.

Cara Mengobati ADHD pada Anak

Umumnya anak yang mengalami penyakit ADHD sulit untuk disembuhkan. Hal yang bisa Anda lakukan pada anak ADHD adalah mengurangi gejala agar kondisi tersebut tidak menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila gejala gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktivitas sedang kambuh, jangan panik dan mudah emosi. Segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk konsultasi. Ingat, perilaku sabar dalam menangani anak adalah kunci untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Baca juga: ADHD Pada Dewasa – Pengobatan, Konseling, dan Tips Diet

Hal-hal yang penting dilakukan jika Anda memiliki anak yang menderita penyakit ADHD adalah:

  • Memberikan makanan yang bernutrisi tinggi
  • Ajak anak untuk berkomunikasi dan bercerita
  • Rencanakan hari anak dengan aktivitas bermutu
  • Seimbangkan waktu istirahat dan aktivitas fisik anak
  • Berikan anak instruksi yang jelas saat Anda memintanya melakukan sesuatu
  • Jauhkan benda tajam dan benda yang mudah pecah dari jangkauan anak.

Meski demikian, ada beberapa metode yang dapat dipelajari agar gejala-gejala anak ADHD tersebut dapat dikendalikan. Sejumlah langkah penanganan penyakit ADHD dapat berupa obat-obatan, terapi perilaku, serta terapi interaksi sosial.