Terbit: 6 November 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

ADHD dewasa atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang membuat penderitanya merasa gelisah, kesulitan fokus, dan perilaku impulsif. Ketahui informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya.    

ADHD Dewasa: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dll

Apa Itu ADHD?

ADHD dewasa adalah gangguan kesehatan mental dari kombinasi masalah yang terus-menerus, termasuk kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktif, dan perilaku impulsif. ADHD menyebabkan suatu hubungan yang tidak stabil, prestasi sekolah atau pekerjaan yang buruk, merasa harga diri rendah, dan masalah lainnya.

Meskipun disebut ADHD dewasa, tanda dan gejalanya mulai terjadi sejak masa kanak-kanak dan berlanjut hingga dewasa. Bahkan, sebagian besar orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka memilikinya. Selain itu, orang-orang yang tidak pernah mengalami ADHD ketika anak-anak mungkin saja bisa mengalaminya ketika dewasa.

Tanda dan Gejala ADHD pada Dewasa

Sebagian orang dengan ADHD memiliki gejala yang lebih sedikit seiring bertambahnya usia, tetapi sebagian orang dewasa masih terus memiliki gejala utama yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejalanya bisa berkisar dari ringan hingga berat.

Berikut ini adalah beberapa gejala ADHD dewasa:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

1. Sering Tidak Tepat Waktu

ADHD pada orang dewasa mengikuti pola yang sedikit berbeda daripada anak-anak. ADHD pada dewasa mungkin memiliki kebiasaan datang terlambat untuk bekerja hingga terlambat pada peristiwa penting. Meski begitu, orang dewasa menyadari bahwa keterlambatannya merusak tujuan.

2. Sulit Fokus

Salah satu tanda ADHD adalah kesulitan menjaga fokus pada tugas yang mereka kerjakan. Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa orang dengan ADHD lebih cenderung suka mengebut dan lebih sering kecelakaan.

3. Mudah Terpengaruh

Orang dengan ADHD memiliki kesulitan untuk memprioritaskan, memulai, dan menyelesaikan tugasnya. Mereka cenderung tidak teratur, gelisah, dan mudah terganggu. Ketidakmampuan untuk tetap fokus dan menindaklanjuti tugas dapat membawa dampak buruk pada karir dan hubungan dengan orang-orang sekitar.

4. Mudah Marah

Penderita ADHD mungkin memiliki masalah dengan kontrol diri. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan seseorang sulit untuk mengendalikan amarah, perilaku impulsif, dan sering berkata kasar.

5. Hiperfokus

Beberapa orang dewasa dengan ADHD bisa terlalu fokus pada hal-hal yang mereka sukai saja. Orang ADHD cenderung menunda tugas yang membosankan dan cenderung melakukan kegiatan yang menyenangkan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala ADHD yang terus-menerus mengganggu kehidupan Anda, segera berkonsultasi dengan dokter tentang kemungkinan Anda menderita ADHD.

Jenis tenaga profesional perawatan kesehatan yang berbeda dapat mendiagnosis dan memantau pengobatan ADHD. Namun, carilah dokter yang memiliki pelatihan dan pengalaman dalam merawat orang dewasa penderita ADHD.

Penyebab ADHD Dewasa

Jika sering merasa gelisah dan sulit berkonsentrasi, jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Anda memiliki ADHD. Gejala-gejala ini juga sering terjadi pada kondisi lainnya. Konsentrasi yang buruk bisa menjadi tanda adanya depresi. Sedangkan kegelisahan menunjukkan tiroid yang terlalu aktif.

Oleh karena itu, dokter akan menyelidiki lebih jauh apakah kondisi ini merupakan gejala ADHD atau bukan. Perlu Anda ketahui, zat kimia otak pada orang dengan ADHD atau neurotransmitter, ini akan kurang aktif dalam mengontrol perhatian.

Meski hal tersebut tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa mungkin saja gen terlibat karena ADHD sering diturunkan dalam keluarga.

Faktor Risiko ADHD

Faktor tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ADHD, antara lain:

  • Memiliki anggota keluarga yang menderita ADHD atau gangguan kesehatan mental lainnya.
  • Ibu merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba selama kehamilan.
  • Terpapar racun lingkungan seperti timbal, terutama pada cat dan pipa gedung-gedung tua.
  • Lahir prematur.

Diagnosis ADHD Dewasa

Banyak orang dewasa tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki ADHD. Pada umumnya, orang yang sering membicarakan sesuatu yang buruk atau mengalami konflik soal perkawinan adalah mereka yang mengalami ADHD.

Untuk mendapat diagnosis yang tepat, profesional kesehatan mental akan menggunakan tes neuropsikologi, yaitu pemeriksaan yang berbasis komputer untuk mengukur tingkat perhatian dan keterampilan memecahkan masalah.

Meskipun tes neuropsikologis tidak diperlukan untuk membuat diagnosis, akan tetapi tes ini dapat menjelaskan bagaimana ADHD memengaruhi kehidupan seseorang.

Baca Juga: 11 Jenis Gangguan Kepribadian, Apakah Anda Memilikinya?

Pengobatan ADHD Dewasa

Perawatan untuk orang yang memiliki ADHD biasanya dengan obat-obatan, pendidikan, pelatihan keterampilan, dan konseling psikologis. Kombinasi perawatan ini sering kali pengobatan yang paling efektif. Ini dapat membantu mengelola berbagai gejala ADHD, tetapi tidak menyembuhkannya.

Berikut ini beberapa cara mengobati ADHD dewasa: 

1. Obat-Obatan

Obat ADHD dewasa yang paling umum adalah stimulan. Pemberian obat ini dapat mempertajam konsentrasi dan mengendalikan gangguan sirkulasi gelombak otak yang memengaruhi pusat otak terkait dengan perhatian.

Jika stimulan tidak cukup membantu, dokter mungkin meresepkan antidepresan untuk menstabilkan suasana hati atau obat adrenergic reuptake inhibitor (ARI) seperti atomoxetine, yang dapat membantu mengontrol perilaku impulsif.

Penelitian telah menunjukkan, bahwa orang dewasa yang mengonsumsi stimulan memiliki gejala ADHD lebih sedikit, dan beberapa orang mungkin merasa dapat berkonsentrasi lebih baik dari sebelumnya.

2. Konseling Psikologi

Selain penggunaan obat ADHD dewasa, konseling untuk kondisi ini berfokus untuk mengatur rutinitas, memperbaiki hubungan, dan meningkatkan keterampilan sosial. Terapi kognitif-perilaku ini sangat membantu dalam menangani berbagai masalah pada kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan ADHD.

Pelatihan pada umumnya merupakan bantuan konseling psikologis formal. Mentor akan membantu pasien mempelajari keterampilan baru yang bisa Anda pelajari untuk dipraktikan dalam kehidupan nyata, seperti mengatur rumah tangga atau merencanakan perjalanan.

3. Makan Makanan Bernutrisi

Cara terakhir yang mudah untuk mengatasi ADHD adalah dengan menyediakan asupan nutrisi yang baik bagi otak. Ini dipercaya mampu mengurangi gejala ADHD. Beberapa makanan yang baik dikonsumsi adalah kacang-kacangan, daging, telur, beras merah, dan pasta gandum.

Baca Juga: Gangguan Kepribadian Ambang: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Komplikasi ADHD pada Dewasa

Banyak orang dengan ADHD berjuang keras untuk mengatasi gangguan depresi, kecemasan, atau gangguan obsesif kompulsif. Hal ini memungkinkan penderita ADHD untuk menyalahgunakan obat-obat terlarang atau alkohol. Para peneliti memercayai bahwa zat kimia dalam otak memiliki pengaruh yang besar. Apabila zat kimia pada otak tidak seimbang, perilaku dapat menjadi terpengaruh.

ADHD juga memungkinkan penderitanya mengalami hal berikut:

  • Prestasi sekolah atau pekerjaan yang buruk.
  • Pengangguran.
  • Masalah keuangan.
  • Bermasalah dengan hukum.
  • Sering mengalami kecelakaan kendaraan atau kecelakaan lainnya.
  • Hubungan yang tidak stabil.
  • Kesehatan fisik dan mental yang buruk.
  • Citra diri yang buruk.
  • Berkeinginan untuk bunuh diri.

Pencegahan ADHD Dewasa

Berikut ini kiat-kiat yang mungkin dapat membantu mencegah ADHD:

  • Membuat kebiasaan yang rapi dan konsisten.
  • Mencatat untuk memudahkan mengingat.
  • Mengatur waktu dengan baik.
  • Memprioritaskan sesuatu.
  • Belajar mengatakan tidak.
  • Mengontrol pemasukan dan pengeluaran uang.
  • Mengatasi gangguan dengan cepat.
  • Belajar memusatkan perhatian dan fokus.
  • Rajin berolahraga.
  • Melatih kesadaran.
  • Tidur yang cukup.

 

  1. Anonim. 2019. Attention Deficit Hyperactivity Disorder in Adults. https://www.webmd.com/add-adhd/adhd-adults. (Diakses pada 6 November 2020)
  2. Anonim. 2018. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd/. (Diakses pada 6 November 2020)
  3. Anonim. 2019. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Inattentive Type in Adults. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15253-attention-deficit-disorder-without-hyperactivity-add-in-adults.
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Adult attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adult-adhd/symptoms-causes/syc-20350878. (Diakses pada 6 November 2020)
  5. Segal, Robert. 2020. Tips for Managing Adult ADHD. https://www.helpguide.org/articles/add-adhd/managing-adult-adhd-attention-deficit-disorder.htm#:~:text=Exercise%20and%20spend%20time%20outdoors,of%20relationships%20and%20feeling%20stable. (Diakses pada 6 November 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi