Terbit: 2 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Adenoma bronkus adalah jenis kanker langka yang tumbuh dan berkembang di saluran pernapasan, mukosa, dan kelenjar ludah. Ketahui informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Adenoma Bronkus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Cara Mengobati, dll

Apa Itu Adenoma Bronkus?

Adenoma bronkus adalah salah satu jenis kanker yang berkembang pada kelenjar mukosa, saluran pernapasan di paru-paru (bronkus) atau batang tenggorokan (trakea), dan kelenjar ludah.

Meskipun adenoma merupakan tumor jinak, sebagian besar adenoma bronkus adalah kanker dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, tumor ini biasanya tumbuh lambat dan dapat diobati.

Jenis dan Gejala Adenoma Bronkus

Awal penyakit ini mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun, karena tumor karsinoid dan beberapa jenis adenoma bronkus lainnya tumbuh lambat. Gejala dari jenis adenoma yang dialami tergantung pada letak pertumbuhan kanker.

Berikut ini gejala adenoma bronkus berdasarkan jenisnya:

1. Tumor Karsinoid

Tumor karsinoid memengaruhi sel penghasil hormon dan sel saraf. Ini bisa terbentuk di paru-paru atau di perut dan usus.

Gejala tumor karsinoid meliputi:

  • Batuk, terkadang disertai darah.
  • Sesak napas.
  • Mengi.
  • Nyeri dada.
  • Wajah memerah.
  • Infeksi seperti pneumonia.

2. Karsinoma Kistik Adenoid

Perkembangan karsinoma kistik adenoid biasanya dimulai pada kelenjar ludah di mulut dan tenggorokan. Jenis ini juga dapat memengaruhi trakea, kelenjar air mata, kelenjar keringat, rahim, vulva, atau payudara wanita.

Berikut ini gejala karsinoma kistik adenoid:

  • Benjolan di langit-langit mulut, di bawah lidah, atau di dasar mulut.
  • Benjolan di bawah rahang atau di depan telinga.
  • Kesulitan menelan.
  • Suara serak.
  • Mati rasa di rahang, langit-langit mulut, wajah, atau lidah.

3. Karsinoma Mukoepidermoid

Karsinoma mukoepidermoid berkembang pada kelenjar ludah. Sebagian besar kanker jenis ini memengaruhi kelenjar parotis di depan telinga.

Berikut gejala karsinoma mukoepidermoid:

  • Pembengkakan kelenjar di dekat telinga, di bawah rahang bawah, atau di mulut.
  • Sakit di wajah.
  • Mati rasa atau kelemahan di wajah.

Baca Juga: Kanker Paru-Paru: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kapan Harus ke Dokter?

Adenoma bronkus mungkin tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun karena ukuran tumor yang kecil dan pertumbuhannya yang lambat. Meski begitu, siapa pun harus mewaspadai gejalanya, terutama ketika mengalami kesulitan bernapas dan obstruksi harus segera menghubungi dokter.

Gejala yang berbahaya dan hampir selalu menandakan penyakit serius adalah batuk darah, untuk itu pertolongan medis harus segera diperlukan.

Penyebab dan Faktor Risiko Adenoma Bronkus

Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko adenoma bronkus, di antaranya:

  • Keturunan. Gen dari orang tua kemungkinan meningkatkan risiko beberapa jenis kanker ini.
  • Memiliki neoplasia endokrin multipel tipe 1 (MEN). Orang yang memiliki  MEN atau disebut penyakit bawaan lebih mungkin terkena tumor karsinoid.
  • Radiasi. Paparan radiasi ke kepala dan leher dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami karsinoma mukoepidermoid.

Diagnosis Adenoma Bronkus

Guna mendiagnosis penyakit ini, dokter mungkin akan menganjurkan untuk melakukan salah satu atau beberapa tes berikut ini:

  • Rontgen dada. Tes ini dapat menunjukkan nodul (biasanya ukuran kurang dari 3 cm) atau massa tumor yang lebih besar di paru-paru.
  • Computed tomography (CT) scan. CT scan pada dada memudahkan dokter menilai pertumbuhan tumor. Dokter dapat mengetahui seberapa besar tumor, letaknya, dan apakah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Biopsi. Tes ini dilakukan dengan mengambil sedikit sampel jaringan, kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memastikan apakah itu kanker.
  • Sinar-X. Tes menggunakan radiasi dosis rendah untuk menghasilkan gambar struktur paru-paru, sehingga memudahkan mendeteksi keberadaan tumor.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Tes ini menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar organ dan struktur di dalam tubuh, yang dapat menunjukkan ukuran tumor.

Baca Juga: 7 Cara Mendeteksi Kanker Paru-Paru

Pengobatan Adenoma Bronkus

Perawatannya tergantung pada jenis dan stadium kanker, usia, kondisi kesehatan, dan pilihan pengobatan yang tepat.

Berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk adenoma bronkus:

1. Operasi

Operasi adalah pengobatan utama untuk mengatasi adenoma bronkus. Dokter bedah akan mengangkat kanker dan beberapa jaringan di sekitarnya. Ini termasuk kelenjar getah bening di sekitar tumor juga diangkat untuk menghentikan penyebarannya.

2. Radiasi

Perawatannya menggunakan sinar-X berkekuatan tinggi untuk membunuh sel kanker. Ini dapat meredakan gejala dan membantu kondisi menjadi lebih baik. Radiasi juga bisa dilakukan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang masih tertinggal.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Pengobatannya dapat diberikan melalui pembuluh darah atau mengonsumsi pil.

Kemoterapi mungkin diberikan bersamaan dengan perawatan lain jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Atau mungkin mendapat kemoterapi setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang tertinggal.

4. Imunoterapi

Perawatannya menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh guna menemukan dan menghancurkan sel kanker. Imunoterapi bermanfaat mengecilkan tumor atau menghentikan pertumbuhannya.

5. Terapi Target

Terapi yang ditargetkan adalah perawatan kanker yang secara khusus menargetkan sel-sel kanker menggunakan zat atau obat untuk menghentikan penyebarannya. Pengobatan ini biasanya ditargetkan pada protein atau gen yang menyebabkan kanker.

Komplikasi Adenoma Bronkus

Penyakit ini jika dibiarkan tanpa mendapatkan pengobatan yang tepat dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berikut:

  • Perdarahan terlambat.
  • Kebocoran anastomotik bronkial.
  • Pendarahan dan koagulopati.
  • Iskemia miokard.
  • Atelektasis atau pneumonia.
  • Gagal napas, sehingga memerlukan ventilasi mekanik yang persisten.

Pencegahan Adenoma Bronkus

Mengingat penyebabnya tidak diketahui secara pasti, sehingga tidak mungkin mengetahui bagaimana mencegahnya.

Adapun risikonya dapat dikurangi dengan berhenti merokok, karena mengisap asapnya terkait dengan peningkatan risiko karsinoid atipikal dalam beberapa penelitian.

 

  1. Anonim. 2020. What Is a Bronchial Adenoma?. https://www.webmd.com/lung-cancer/bronchial-adenoma#1. (Diakses pada 2 September 2020)
  2. Anonim. 2018. Can Lung Carcinoid Tumors Be Prevented?. cancer.org/cancer/lung-carcinoid-tumor/causes-risks-prevention/prevention.html. (Diakses pada 2 September 2020)
  3. Way, Charles W. V. Tanpa Tahun. Bronchial Adenoma. https://www.emedicinehealth.com/bronchial_adenoma/article_em.htm#bronchial_adenoma_facts. (Diakses pada 2 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi