Terbit: 23 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Actinic keratosis adalah gangguan kulit dengan gejala kulit bersisik dan bercak kasar akibat paparan sinar matahari. Ketahui apa itu actinic keratosis, gejala, penyebab, pengobatan, dan pembahasan lengkap lainnya.

Actinic Keratosis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Actinic Keratosis?

Actinic keratosis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan bercak, sisik kulit, dan bintik-bintik kasar yang berkembang akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Actinic keratosis atau keratosis aktinik disebut juga dengan bintik matahari atau bintik penuaan.

Keratosis aktinik terjadi akibat sel kulit keratinosit tumbuh secara tidak normal hingga merubah warna dan tekstur kulit menjadi kecokelatan, abu-abu, merah jambu, atau lebih gelap. Umumnya, gejala muncul di bagian kulit yang paling sering terpapar sinar matahari seperti tangan, wajah, leher, kulit kepala, dan lengan.

Sebenarnya, keratosis aktinik adalah gejala kulit umum dan tidak berbahaya. Butuh waktu bertahun-tahun hingga keratosis aktinik berkembang dan umumnya dialami pada orang di atas usia 40 tahun. Walaupun begitu, keratosis aktinik yang tidak diobati dapat berisiko berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa (KSS) yaitu jenis kanker kulit pada sel skuamosa.

Gejala Actinic Keratosis 

Gejala keratosis aktinik berupa lesi kulit dengan ciri sebagai berikut:

  • Kulit kasar.
  • Bercak kulit.
  • Kulit bersisik.
  • Plak kulit berukuran sekitar 2,5 cm.
  • Bercak memiliki tekstur rata, terkelupas, atau benjolan.
  • Kulit kecokelatan, merah muda, abu-abu, atau gelap.

Lesi kulit juga diikuti dengan perubahan seperti:

  • Peradangan kulit.
  • Pengerasan lesi.
  • Kulit berdarah.
  • Plak kulit membesar.
  • Kulit berkoreng.

Lesi kulit tersebut mungkin menghilang, tetap sama, atau berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa (KSS). Gejala gangguan kulit ini mungkin serupa dengan masalah kulit lainnya jadi Anda harus konsultasi ke dokter untuk memastikannya.

Baca Juga: 8 Jenis Kanker Kulit yang Harus Diwaspadai

Kapan Harus ke Dokter?

Anda dapat konsultasi ke dokter bila merasa khawatir dengan gejala bercak dan bintik kulit atau bila terdapat perubahan kulit yang tidak biasa. Terutama bila bercak terus bertambah atau berdarah. Dokter akan memeriksa apakah bintik kulit tersebut bersifat nonkanker atau kanker.

Penyebab Actinic Keratosis

Penyebab aktinik keratosis (AK) adalah paparan sinar matahari dalam waktu yang lama. Sinar matahari dapat merusak sel-sel kulit bernama keratinosit. Keratinosit adalah lapisan pembentuk epidermis kulit atau sel utama epidermis kulit.

Aktinik keratosis juga dapat disebabkan oleh penggunaan metode tanning kulit seperti tanning bed atau sunlamps. Tanning adalah prosedur untuk membuat warna kulit menjadi lebih gelap.

Faktor Risiko Actinic Keratosis

Keratosis aktinik dapat terjadi pada siapa saja, namun kelompok orang berikut ini lebih rentan mengalaminya:

  • Berusia lebih dari 40 tahun.
  • Pernah mengalami gejala sunburn (kulit terbakar akibat terpapar sinar matahari) sebelumnya.
  • Memiliki jenis kulit berwarna putih cerah, rambut pirang, dan mata biru.
  • Sering terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama.
  • Memiliki riwayat keratosis aktinik sebelumnya.
  • Tinggal di wilayah tropis.
  • Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh pasca kemoterapi, penyakit leukemia, AIDS, dan lainnya.
  • Terpapar infeksi virus papiloma manusia (HPV).

Diagnosis Actinic Keratosis

Dokter akan bertanya seputar gejala yang Anda alami, sudah berapa lama gejala terjadi, serta riwayat medis Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik atau penampilan kulit Anda.

Dokter akan menyarankan pemeriksaan kulit untuk memastikan diagnosis, menggunakan biopsi kulit. Biopsi kulit adalah pengambilan sampel kulit untuk kemudian dievaluasi di laboratorium. Biopsi kulit dilakukan untuk memastikan apakah keratosis aktinik berpotensi menjadi karsinoma sel skuamosa atau tidak.

Pengobatan Actinic Keratosis

Berikut ini beberapa pilihan cara mengatasi keratosis aktinik:

1. Obat-obatan

Anda mungkin mengalami bercak-bercak kulit di bagian kulit yang berbeda. Setiap bercak kulit mungkin memiliki sifat yang berbeda sehingga obat resep digunakan untuk mengatasinya. Obat topikal (salep/krim) yang umum digunakan, termasuk:

  • Diclofenac gel (Voltaren, Solaraze).
  • Fluorouracil cream (Carac, Fluoroplex, Efudex).
  • Imiquimod cream (Aldara, Zyclara).
  • Ingenol mebutate gel (Picato).

Harap baca petunjuk penggunaan dan gunakan obat sesuai dosis dokter.

2. Excision 

Excision adalah pengikisan lesi kulit yang bermasalah. Dokter akan mengikis jaringan kulit ekstra yang menyebabkan gejala di sekitar lesi tersebut. Anda mungkin menerima jahitan di kulit atau disesuaikan dengan sayatan pada lesi tersebut.

3. Chemical Peel 

Chemical peel adalah prosedur eksfoliasi kulit atau pengelupasan kulit menggunakan bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan tergantung pada jenis eksfoliasi kulit yang dilakukan, apakah hanya mengelupas kulit bagian luar atau lapisan yang lebih dalam lagi. Prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh dokter kulit dan kecantikan profesional.

4. Dermabrasi

Dermabrasi adalah prosedur untuk memperbaiki penampilan kulit dengan cara seperti mengampelas kulit. Anda juga akan diberi perawatan dengan obat topikal untuk mengobati lesi kulit yang lebih parah. Prosedur ini dinilai lebih menyakitkan.

5. Photodynamic Therapy 

Photodynamic therapy atau terapi fotodinamik adalah prosedur untuk menghancurkan sel-sel kulit bermasalah menggunakan bahan kimia tertentu. Efek dari prosedur ini akan membuat pigmentasi pada kulit dan rasa terbakar sementara.

6. Cryosurgery

Cryosurgery adalah prosedur untuk mengatasi masalah kulit dengan cara membekukan permukaan kulit menggunakan nitrogen cair. Ini adalah pengobatan keratosis aktinik yang paling umum dan dinilai lebih cepat.

7. Operasi Kulit

Dokter akan menyarankan operasi kulit bila bercak, bintik, atau lesi kulit memiliki risiko berkembang menjadi kanker kulit atau bersifat kanker. Dokter akan memberikan saran pengobatan sesuai tingkat keparahan masalah kulit Anda.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Komplikasi Actinic Keratosis

Sebagian besar kasus keratosis aktinik dapat disembuhkan sebelum berisiko menjadi sejenis kanker kulit. Bila tidak, keratosis aktinik mungkin menyebabkan komplikasi karsinoma sel skuamosa atau kanker kulit pada lapisan tengah atau lapisan luar kulit.

Pencegahan Actinic Keratosis 

Cara mencegah keratosis aktinik adalah dengan menjaga kesehatan kulit Anda dari paparan sinar UV terutama di siang hari. Berikut ini caranya:

  • Gunakan tabir surya (sunscreen) dengan sun protection factor (SPF) minimal 30 bila Anda berada di luar ruangan.
  • Gunakan tabir surya 15 menit sebelum Anda keluar rumah.
  • Gunakan pakaian tertutup dengan bahan yang adem. Anda juga mungkin menggunakan topi, kacamata, atau pelindung lainnya.
  • Batasi paparan diri dengan matahari langsung. Sinar matahari di atas jam 10 pagi hingga 2 siang berisiko menyebabkan kulit terbakar.
  • Hindari penggunaan tanning beds (alat penggelap warna kulit) karena paparan langsung sinar tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit.
  • Gunakan perawatan kulit sehari-hari.

Anda juga harus mengecek perubahan kulit yang mungkin terjadi pada tahi lalat, tanda lahir, benjolan, atau bintik-bintik (freckles). Segera hubungi dokter bila ada masalah kulit yang mengkhawatirkan. [fus

ion_accordion type=”” boxed_mode=”” border_size=”1″ border_color=”” background_color=”” hover_color=”” divider_line=”” title_font_size=”” icon_size=”” icon_color=”” icon_boxed_mode=”” icon_box_color=”” icon_alignment=”” toggle_hover_accent_color=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=””]

  1. Barwell, Janet. 2018. Actinic Keratosis. https://www.healthline.com/health/actinic-keratosis. (Diakses pada 23 September 2020).
  2. Maya Clinic. 2019. Actinic keratosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969. (Diakses pada 23 September 2020).
  3. Skin Cancer Foundation. 2020. Actinic Keratosis Overview. https://www.skincancer.org/skin-cancer-information/actinic-keratosis/. (Diakses pada 23 September 2020).
  4. American Academy of Dermatology Association. ACTINIC KERATOSIS: OVERVIEW. https://www.aad.org/public/diseases/skin-cancer/actinic-keratosis-overview. (Diakses pada 23 September 2020).
  5. WebMD. 2019. Understanding Actinic Keratosis — Treatment. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-actinic-keratosis-treatment. (Diakses pada 23 September 2020).

[/fusion_accordion]


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi