10 Cara Mudah Prediksi Jenis Kelamin Bayi dalam Kandungan

kalkulator-jenis-kelamin-bayi-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu pertanyaan yang sering ditujukan pada ibu hamil adalah  jenis kelamin janin yang dikandungnya. Tentu pertanyaan itu belum bisa dijawab ibu hamil jika usia kandungannya belum berusia 16-28 minggu. Namun, jika Anda ingin segera mengetahui jenis kelamin anak, Anda bisa menggunakan kalkulator jenis kelamin bayi.

Kalkulator Jenis Kelamin Bayi

Perlu Anda ketahui bahwa pengertian ‘kalkulator’ untuk menentukan jenis kelamin janin tidak selalu terkait dengan alat atau aplikasi khusus, namun hal ini terkait cara menghitung dan penggunaan alat sederhana tertentu. Bagaimana cara menghitungnya?

Metode penghitungannya berdasarkan usia wanita hamil ditambah bulan kelahiran ditambah bulan pembuahan (konsepsi). Perhitungan ini dimulai 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Teori ini mengatakan, apabila bilangan yang dihasilkan genap, maka jenis kelamin janin perempuan, jika jumlahnya ganjil, maka janin berjenis kelamin laki-laki.

Selain itu, kalkulator kehamilan dalam pengertian sebuah alat atau aplikasi yang bisa digunakan adalah Pregnancy Calculator and Calendar, Pregnancy Due Date & Fertility Calculator Tools, Pregnancy Calculator atau aplikasi via web.

Setelah Anda menggunakan kalkulator jenis kelamin bayi atau kalkulator kehamilan, spekulasi biasanya mulai bermunculan untuk menebak jenis kelamin bayi, mulai dari beberapa kebiasaan hingga makanan-makanan yang dikonsumsi baik pria dan wanita.

baca juga: Ketika Jenis Kelamin Bayi Tidak Sesuai Harapan

Prediksi Jenis Kelamin Bayi dengan Praktis

Selain menggukanan kalkulator jenis kelamin bayi, Anda bisa melakukan beberapa cara tes jenis kelamin bayi tanpa USG, sepeti dilansir Mom Junction, berikut ini:

1. Uji campuran antara drano dengan urine

Campur dua sendok makan drano (cairam pembasmi kuman) dengan urine pagi di toples kaca. Perhatikan reaksi kimia yang berasap. Jika campuran berubah menjadi cokelat, itu tandanya anak laki-laki. Jika campurannya tidak berubah, itu tandanya perempuan.

Kadang-kadang, campuran itu bisa menjadi kuning atau biru karena campuran urine dan bahan kimia berbahaya. Disarankan agar wanita hamil menghindari reaksi kimia ini.

2. Uji bawang putih

Prediksi jenis kelamin bayi yang satu ini cukup mudah, hanya memakan bawang putih. Jika kulit Anda bau untuk waktu yang lama, Anda akan memiliki anak laki-laki. Jika Anda tidak mengeluarkan bau sama sekali beberapa hari kemudian, maka Anda akan memiliki seorang bayi perempuan. Meski begitu, tidak ada data ilmiah yang membuktikan cara ini.

3. Uji baking soda

Ambil urine dalam cangkir transparan, kemudian cambur dengan dua sendok makan baking soda. Jika campuran itu mendesis seperti soda, Anda akan memiliki anak laki-laki. Jika tidak berdesis, itu berarti Anda akan memiliki seorang bayi perempuan.

4. Uji kubis merah

Kubis merah iris kecil dan masukkan ke dalam mangkuk. Tuangkan air mendidih ke dalam mangkuk berisi potongan kubis merah hingga merendam kubis. Biarkan selama 10 menit.

Tuangkan airnya kemdalam gelas transparan. Kemudian tambahkan beberapa tetes urine Anda. Jika warnanya berubah menjadi ungu, Anda akan memiliki anak laki-laki. Jika berubah menjadi pink, Anda akan memiliki bayi perempuan.

5. Uji cincin

Cara yang satu ini telah dipopulerkan oleh gadis-gadis muda yang mendapatkan tips dari orang tua. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengikatkan tali pada cincin. Gantungkan cincin di atas perut dengan meminta seorang teman atau dipegang sendiri. Jika cincin bergerak kedua arah seperti bandul, itu anak laki-laki.

Jika cincin berputar-putar Secara melingkar, itu adalah bayi dengan jenis kelamin perempuan. Meski begitu, cara ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

6. Uji jerawat

Jika Anda mengandung bayi perempuan, maka bayi ‘mencuri’ semua kecantikan Anda. Itulah sebabnya beberapa wanita hamil menjadi lebih kusam, memiliki kulit bopeng, atau berjerawat saat hamil. Jika kulit Anda tetap halus, maka Anda akan memiliki anak laki-laki. Meski begitu, cara ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

7. Kalender China

Cara memprediksi jenis kelamin bayi yang dapat digunakan adalah menggunakan tabel kalender China. Sebelum menggunakan tabel jenis kelamin, seorang wanita harus mengetahui masa subur atau masa ovulasi terakhir. Masa subur diketahui dari hari pertama menstruasi berakhir.

Selain waktu ovulasi, untuk membaca tabel jenis kelamin ini juga dibutuhkan usia ibu saat mulai hamil atau berovulasi. Dengan begitu, Anda baru bisa memulai membacanya. Berikut ini tabel kalender China yang bisa Anda gunakan.

tabel-kalender-china-doktersehat
Kalkulator Jenis Kelamin Bayi

Seperti yang tertera pada gambar di atas, tabel jenis kelamin atau tabel kalender China ini bisa dilihat dengan cara menarik garis vertikal pada kolom bulan konsepsi atau ovulasi, kemudian menarik garis horizontal pada baris kolom usia ibu saat terjadi konsepsi. Pertemuan antara dua garis tersebut menunjukkan jenis kelamin janin.

baca juga: Benarkah Pola Makan Ibu Menentukan Jenis Kelamin Bayi?

8. Morning sickness parah

Sebuah studi mengungkapkan, bahwa wanita yang mengalami morning sickness parah atau hiperemesis gravidarum cenderung melahirkan anak perempuan. Hal tersebut lantaran kadar hormon kehamilan yang memicu morning sickness cenderung lebih tinggi pada ibu yang sedang hamil bayi perempuan.

Kendati demikian, hal ini tidak bisa dijadikan acuan penentu jenis kelamin janin yang akurat, karena seorang perempuan yang hamil bayi laki-laki pun juga bisa mengalami morning sickness yang parah.

9. Perhatikan berat badan pasangan Anda

Cara tes jenis kelamin bayi tanpa USG selanjutnya sangat mudah. Berat badan bertambah pada wanita hamil termasuk sehat dan normal, tetapi apakah pasangan Anda juga mengalami peningkatan berat badan? jika ya, Anda mungkin mengandung bayi perempuan.

Sementara itu, beberapa budaya percaya jika ayah juga mengalami mual di pagi hari, tandanya sedang mengandung anak laki-laki.

10. Amati wajah Anda

Apakah merasa wajah Anda seperti semakin bulat setiap hari? Jika ya, menurut kepercayaan tradisional Amerika Latin, Anda kemungkinan mengandung anak perempuan. Jika wajah Anda tidak berubah, tetapi bagian belakang atau bokong Anda tumbuh besar dan bulat, Anda akan memiliki seorang bayi laki-laki.

Namun, Pada akhirnya hasil terbaik untuk melihat jenis kelamin janin adalah melalui USG, tes amniosentesis, pemeriksaan vili korionik (bagian dari jaringan plasenta di mana terdapat DNA bayi), hingga tes DNA ibu.

Selain itu, posisi bayi saat pemeriksaan USG adalah aspek terpenting dalam mendeteksi jenis kelamin. Maka dari itu, jika Anda hanya menggunakan kalkulator jenis kelamin bayi atau tabel jenis kelamin–untuk menentukan apakah anak Anda perempuan atau laki-laki dengan pasti, hal itu kemungkinan masih kurang tepat.