7 Pertanyaan Seputar Operasi Caesar

Sectio-Caesarian-doktersehat
Photo Credit: Army Medicine

DokterSehat.Com– Cemas, khawatir, sekaligus tak sabar menanti si jabang bayi. Ya, itulah kira-kira perasaan ibu hamil menjelang persalinan. Ada yang merencanakan persalinan secara normal, ada juga sebagian bumil harus menjalani operasi caesar karena pertimbangan medis.

Nah, operasi caesar adalah salah satu metode alternatif persalinan selain persalinan normal. Banyak ibu hamil yang enggan melakukan operasi caesar karena menerima informasi yang salah tentang operasi caesar. Padahal operasi caesar bisa menjadi pilihan di kala persalinan normal terlalu berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi.

Photo Credit: Army Medicine

Anggapan yang salah tentang operasi caesar

Melahirkan normal melalui vagina memang memiliki keuntungan masa pemulihan yang lebih cepat dan tidak mengeluarkan biaya banyak. Namun jika dalam kondisi darurat, persalinan caesar bisa menjadi pilihan terbaik untuk melahirkan. Adanya pemahaman yang salah tentang operasi caesar menyebabkan banyak ibu hamil takut atau tidak mau melakukan operasi caesar. Dilansir dari Mom Junction, berikut ini beberapa pertanyaan seputar operasi caesar:

1. Apakah ibu dibius total selama operasi caesar?
Biasanya ibu diberi suntikan anestesi untuk membuat dada dan badan bagian bawah mati rasa ketika proses persalinan. Karena itu ibu harus tetap terjaga selama operasi. Salah satu manfaat ibu tetap terjaga selama operasi antara lain Anda dan pasangan dapat saling berbagi momen kelahiran dan bayi dapat segera dibawa pada Anda setelah proses kelahiran.

Pada beberapa kasus, ibu akan diberi bius total jika dikhawatirkan ada komplikasi yang berbahaya. Namun kasus ini jarang sekali terjadi.

2. Apakah luka operasi caesar meninggalkan bekas?
Luka sayatan pada operasi caesar dibuat cukup lebar sehingga memungkinkan kepala bayi keluar dari perut ibu. Dengan perawatan luka dan teknik operasi yang baik, bekas luka dapat segera pulih.

3. Apakah organ tubuh lain ikut dikeluarkan saat operasi?
Banyak rumor yang beredar bahwa saat operasi caesar, organ tubuh lain akan ikut diangkat untuk melancarkan persalinan. Hal ini tentunya hanya rumor belaka. Tidak ada organ lain yang perlu dikeluarkan saat menjalani operasi caesar.

4. Apakah ibu dapat merasakan saat bayi keluar dari perut?
Baik persalinan normal dan caesar ibu dapat merasakan saat bayinya keluar dari dalam tubuh ibu. Apa pun metode persalinan yang dipilih, pengalaman melahirkan merupakan pengalaman yang luar biasa bagi ibu.

5. Bolehkah ibu melihat proses operasi caesar?
Saat proses operasi berlangsung, ibu tidak dapat melihat langsung jalannya operasi caesar. Hal ini dikarenakan ada penghalang yang terpasang di antara ibu dan tenaga medis yang melakukan operasi. Adanya penghalang tersebut merupakan bagian dari standar operasi caesar.

6. Bisakah ibu segera mendekap bayinya setelah dilahirkan?
Ibu yang melahirkan dengan operasi caesar mungkin akan kesulitan untuk langsung mendekap dan meletakkan bayinya di dada. Namun ibu tetap bisa segera menyusui sang buah hati.

7. Apakah ibu yang melahirkan dengan operasi caesar tetap bisa bonding dengan anak?
Tentu saja. Bonding atau ikatan antara ibu dan anak ditentukan dari sentuhan atau bentuk komunikasi antara ibu dan anak. Setelah melahirkan ibu perlu beberapa waktu untuk pemulihan sehingga ibu mungkin akan jarang merawat dan mengurus bayi sendiri. Namun setelah kondisi ibu membaik, ibu dapat segera merawat bayinya dengan optimal.

Bagaimana Mam, tidak takut lagi kan dengan operasi caesar?