5 Wanita Melahirkan di Tenda Pengungsian Gempa Lombok

gempa_lombok_doktersehat_1
Photo Source: Twitter/DMCDompetDhuafa

DokterSehat.Com– Setidaknya lima orang wanita yang harus mengungsi di tenda Posko Bencana Gempa yang ada di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur karena terdampak gempa Lombok sedang berusaha untuk melahirkan. Satu wanita dikabarkan sudah melahirkan bayi dengan kondisi selamat dan sehat.

“Empat ibu lainnya baru mengalami bukaan satu, dua, tiga, dan tujuh. Sebagian dari ibu ini juga sudah mengeluarkan cukup banyak cairan,” ucap bidan Dwi Maida Suparina yang ikut mengurus proses persalinan ibu-ibu tersebut di tenda pengungsian sebagaimana dikutip dari Republika.

Lima orang wanita ini terpaksa harus diungsikan di tenda pengungsian karena ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sembalun luluh lantak akibat terkena gempa. Kelimanya memang sudah hamil sembilan bulan dan segera menjalani proses persalinan tatkala gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang salah satu pulau destinasi wisata di Indonesia ini.

Gempa susulan yang masih sering terjadi membuat warga khawatir jika tinggal di dalam bangunan karena tentu bisa membuat tembok sewaktu-waktu runtuh. Karena alasan inilah proses persalinan juga dilangsungkan di tenda pengungsian.

Tak hanya bidan, kelima ibu yang melahirkan ini juga sudah mendapatkan pertolongan medis dari dokter Public Service Center dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram yang datang ke Posko Bencana Gempa Sembalun. Salah satunya adalah dr. Anita Rahmah yang terus mengecek kondisi empat ibu yang belum melahirkan.

“Kami tidak berani melakukan tindakan induksi karena hal ini setidaknya harus dilakukan di dalam Puskesmas. Beberapa ibu sudah mengeluarkan banyak cairan sehingga kemungkinan besar harus dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ucap dr. Anita.

Sebagai informasi, gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 29 Juli 2018 pukul 06.47 WITA. Data terakhir menunjukkan bahwa 16 orang meninggal dunia, termasuk 1 warga Malaysia yang baru saja mendaki Gunung Rinjani. Ratusan orang juga dikabarkan mengalami luka berat dan ringan akibat gempa ini.