Terbit: 23 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering menyajikan smoothies untuk anak? Smoothies menjadi salah satu andalan agar anak mau mengonsumsi buah dan sayur. Namun smoothies dengan tambahan bahan makanan yang kurang tepat, misalnya es krim atau susu tinggi lemak bisa meningkatkan risiko anak mengalami obesitas, lo.

5 Tips Smoothies Sehat Untuk Anak

Untuk itu, penting bagi kita mengetahui apa saja tips agar smoothies yang kita buat menyehatkan anak, sehingga manfaat smoothies akan maksimal dan tentu mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

Dilansir dari WebMD, inilah tips sehat membuat smoothies yang sehat untuk anak:

1. Gunakan susu rendah lemak

Susu yang paling baik untuk pertumbuhan tulang anak adalah susu rendah lemak atau susu skim. Untuk memaksimalkan asupannya maka gunakan susu skim sebagai bahan baku smoothies. Selain susu air putih juga bisa menjadi pilihan cairan untuk smoothies.

2. Selalu gunakan sayur

Anak biasanya sangat sulit makan sayur, ya. Untuk itu gunakan sayur sebagai bahan smoothies agar anak bisa mendapat asupan sayur. Pilih sayur berdaun seperti kale atau bayam yang tinggi akan kalsium. Selain itu wortel atau timun juga bisa menjadi pilihan yang tepat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

3. Pilih buah-buahan

Smoothies tentu identik dengan buah. Untuk itu tambahkan buah dalam smoothies anak. Biarkan anak memilih buah apa yang ia inginkan, misalnya pisang, mangga, nanas atau jeruk. Hal ini juga bisa digunakan untuk menutupi rasa sayur yang sebelumnya kita gunakan.

4. Buah berwarna gelap bisa ditambahkan

Buah beri, misalnya bluberi atau blackberi bisa ditambahkan pada smoothies. Rasa manis alami pada buah akan menjadi asupan gula yang baik untuk anak.

5. Tambahkan bahan yang kaya cita rasa

Agar smoothies semakin nikmat, tambahkan selai kacang tanah, yoghurt rendah lemak atau bubuk cokelat. Tidak hanya enak, bahan tersebut juga baik untuk meningkatkan asupan protein dan gizi untuk tubuh anak, kan?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi