DokterSehat.Com– Menjadi orang tua kadang berarti harus menahan marah ketika anak berulah. Namun sejengkel-jengkelnya Anda pada ulah anak, hindari untuk memukul atau menghukumnya dengan berat. Hal ini bukan hanya akan menyebabkan anak trauma, tapi juga dapat mengembangkan sikap agresif dan temperamental pada anak. Saat dewasa, anak juga mungkin akan meniru sikap Anda.

doktersehat-sakit-kepala-wanita

Menahan marah memang tidak mudah, namun jika Anda tidak melakukannya, dampaknya bagi pertumbuhan anak akan terasa dalam jangka panjang. Mendidik anak tidak selalu harus dengan marah, seperti dikutip dari Rose Allen, dosen di University of Minnesota di laman parents.

Untuk dapat meredam emosi saat ingin marah pada anak, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Tenangkan diri Anda
Ketika anak Anda berulah, coba dengarkan dulu alasan mengapa ia berbuat demikian. Sambil mendengarkan penjelasannya, beri waktu bagi diri Anda untuk menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam beberapa kali hingga keinginan Anda untuk berteriak marah akan berkurang.

2. Beri contoh
Jika Anda marah karena anak Anda tidak mau membereskan mainan, maka segera beri contoh dan ajak anak untuk segera membereskan mainannya. Dengan begitu anak akan melihat langsung contoh dari Anda dan perlahan terbiasa untuk melakukannya.

3. Bicarakan dengan anak
Bangun komunikasi yang baik dengan anak agar ia mengerti apa saja yang bisa membuat Anda marah, mana yang boleh ia lakukan dan mana yang tidak. Berikan alasan agar anak paham tujuan Anda melarangnya.

4. Pahami perkembangan anak
Sikap anak pada orang tuanya memang kadang menyebalkan dan membuat Anda kesal, namun pahami juga bahwa mereka masih anak-anak. Mereka masih belajar bagaimana seharusnya bersikap pada orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Teruslah memberi contoh yang baik pada anak agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.

5. Bersikap tegas
Pada beberapa kesempatan, Anda mungkin perlu meninggikan suara, namun bukan berarti setiap saat. Untuk beberapa kesalahan berat atau kesalahan kecil yang berulang, Anda perlu bersikap tegas dan beri hukuman jika perlu. Hal ini juga baik untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab dan konsekuensi.

Yang terpenting, ingatlah selalu bahwa sikap Anda akan ikut membentuk karakter anak. Jika Anda tidak ingin ia jadi anak yang emosional dan pemarah, maka jangan ambil risiko untuk bersikap kasar pada anak. Masa depan anak Anda terlalu berharga untuk dijadikan pelampiasan emosi Anda, meskipun hal ini dipicu oleh kesalahan anak.