DokterSehat.Com– Setiap pasangan yang sudah menikah tentu ingin memiliki anak. Namun tidak semua pasangan suami istri diberi kemudahan untuk memiliki anak. Salah satu solusi bagi pasangan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan adalah dengan melakukan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

doktersehat-usg-hamil-bayi

Bagaimana prosedur bayi tabung dilakukan?

Bayi tabung dilakukan dengan mengambil sperma dan sel telur unutk dipertemukan di luar organ wanita agar terjadi pembuahan. Setelah terjadi pembuahan baru dimasukkan kembali ke dalam rahim wanita.

Keberhasilan dari prosedur bayi tabung ini tergantung banyak faktor, di antaranya kesuburan masing-masing pasangan, kualitas sperma, endometriosis, sindrom ovarium polikistik, usia dan lain-lain.

Tips agar bayi tabung berhasil

Untuk meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Hindari stres
Dilansir dari laman Kidspot, stres sebenarnya tidak berkontribusi secara langsung pada hasil bayi tabung. Namun stres dapat memengaruhi kesuburan dan menurunkan semangat untuk menjalani sejumlah siklus yang optimal hingga hamil.

2. Olahraga
Olahraga ringan dapat meningkatkan hasil bayi tabung. Namun hindari melakukan olahraga berat yang dapat menggagalkan program kehamilan. Sebelum melakukan olahraga, konsultasikan dengan dokter agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.

3. Hindari minum alkohol

Sebuah penlitian menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi empat atau lebih minuman per minggu memiliki kemungkinan 16 persen lebih rendah untuk memiliki kelahiran hidup pada bayi tabung daripada mereka yang minum lebih sedikit. Karena itu hindarilah mengonsumsi alkohol selama Anda menjalani program bayi tabung.

4. Kurangi merokok
Merokok memiliki dampak yang sangat buruk bagi keberhasilan pengobatan bayi tabung. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa efek merokok lebih dari sebatang rokok per hari selama setahun mengurangi kesempatan wanita untuk melahirkan secara langsung melalui bayi tabung sebesar 28 persen.

5. Kurangi kopi

Sebuah studi di Denmark 2012 yang melibatkan 3.959 wanita menemukan bahwa minum 5 cangkir kopi per hari dapat mengurangi tingkat kehamilan klinis siklus perawatan bayi tabung hingga setengahnya. Tingkat kelahiran hidup dapat berkurang hingga 40 persen, dibandingkan dengan mereka yang jarang minum kopi.