Terbit: 6 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Seks memang baik untuk kesehatan dan bisa memuaskan pria secara seksual. Namun, seks yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental. Pria yang sering melakukan seks secara berlebihan bisa dikategorikan sebagai kecanduan seks. Kondisi ini cukup berbahaya pada kualitas hubungan dan pria itu sendiri.

5 Tanda Pria Kecanduan Seks yang Tidak Boleh Diabaikan

Kalau Anda tidak ingin pasangan mengalami kecanduan seks, kenali tanda-tandanya di bawah ini ya.

  1. Selalu sibuk dengan koleksi video dewasa

Pria yang kecanduan seks biasanya sibuk dengan koleksi video dewasanya. Dalam satu hari, mereka bisa menghabiskan waktu hingga 2-3 jam hanya untuk menyaksikan koleksi video itu sendirian saja.

Selanjutnya dia juga  selalu sembunyi-sembunyi kalau ingin menyaksikan video pornografi. Dia tidak ingin ketahuan kalau sering menyaksikan video itu karena merasa malu meski dengan pasangan sendiri.

  1. Sering melakukan onani

Pria yang sering menyaksikan video pornografi biasanya sering melakukan onani. Karena tidak tahan dengan apa yang dilihat, pria melampiaskannya dengan memuaskan diri sendiri. Pria yang ketagihan seks biasanya bisa melakukan onani setiap hari.

  1. Mudah terluka saat ditolak

Pria yang kecanduan seks biasanya mudah terluka atau mood-nya buruk kalau ditolak pasangan saat mengajak bercinta. Mereka juga kerap marah meski hal itu sebenarnya tidak perlu.

  1. Memiliki ekspektasi tinggi

Pria yang mengalami kecanduan seks biasanya menginginkan seks yang beraneka ragam. Mereka ingin meniru apa yang terjadi pada film dewasa yang mereka lihat.

  1. Terlalu agresif dan egois

Seks dilakukan untuk memberikan kenikmatan pada kedua belah pihak. Kalau pria hanya memikirkan kenikmatan yang mereka dapatkan dan tidak memikirkan pasangan, bisa jadi dia sedang kecanduan seks.

Nah, kalau lima hal di atas muncul pada pasangan, lakukan pembicaraan baik-baik agar dampaknya tidak mengganggu hubungan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi