Waspada 5 Tanda Makanan Sudah Kadaluarsa

sarden-kalengan-doktersehat

DokterSehat.Com– Tidak semua makanan yang kita beli memiliki label kemasan yang menunjukkan tanda kadaluarsa. Sebagai contoh, makanan-makanan seperti sayuran atau daging-dagingan biasanya tidak memiliki tanda ini. Jika kita tidak menyadari bahwa makanan ini sudah kadaluarsa, bisa jadi kita akan memakannya dan berisiko terkena berbagai macam masalah kesehatan.

Beberapa tanda yang menunjukkan makanan sudah kadaluarsa

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai beberapa tanda makanan yang sudah kadaluarsa agar tidak sampai mengonsumsinya.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda tersebut.

  1. Aroma yang sangat amis pada makanan laut

Normalnya, aroma makanan laut memang sudah cukup amis, namun jika aroma amis ini sudah sangat menyengat dan mencurigakan, bisa jadi hal ini menandakan bahwa kondisi makanan ini sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

Khusus untuk ikan segar, aroma amisnya cenderung menyengat karena sudah terpapar udara dalam waktu yang lama, apalagi jika tidak dibekukan di dalam lemari es. Selain itu, tanda lain yang bisa kita lihat adalah mata yang sudah tidak jernih, sayu, dan mengeluarkan lendir.

  1. Daging dan sayur sudah mengeluarkan lendir

Jika sayuran dan daging yang kita beli mengeluarkan lendir atau terlihat sudah lengket, hal ini menandakan bahwa sudah ada bakteri yang berkembang di dalam bahan makanan tersebut. Meskipun harganya mahal, sebaiknya kita membuang sayuran dan daging ini karena sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

  1. Perubahan warna pada kentang

Kentang termasuk dalam sayuran dengan masa layak konsumsi yang cenderung singkat. Jika warnanya sudah berubah menjadi kehijauan, maka hal ini menandakan bahwa kentang sudah kadaluarsa dan tidak layak untuk dikonsumsi. Keberadaan warna hijau ini menandakan adanya senyawa solanine yang berbahaya.

Beruntung, kita tinggal memotong bagian kentang dengan warna kehijauan ini dan masih bisa mengonsumsi bagian lainnya. Hanya saja, jika kita tetap mengonsumsi bagian kentang dengan warna kehijauan ini, risiko terkena keracunan makanan bisa meningkat.

  1. Munculnya kristal es pada makanan

Jika makanan mengeluarkan kristal es atau embun yang membeku di permukaannya meskipun kita tidak menempatkannya di bagian freezer lemari es, bisa jadi hal ini menandakan bahwa makanan ini sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

  1. Kemasan makanan kalengan sudah tidak baik

Jika kemasan makanan kalengan sudah penyok, membengkak, berkarat, atau bahkan berlubang, sebaiknya tidak lagi mengonsumsinya karena ada kemungkinan makanan di dalamnya sudah tidak lagi layak untuk dikonsumsi.

Dampak mengonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa

Jika kita mengonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa, maka dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan.

Berikut adalah dampak yang bisa kita rasakan.

  1. Sakit perut

Makanan yang sudah kadaluarsa biasanya memiliki bakteri yang bisa membahayakan kesehatan pencernaan dan menyebabkan gejala sakit perut, mual, muntah, dan lain-lain.

  1. Diare

Jika kita mengonsumsi makanan yang sudah berlendir atau beraroma tidak sehat, maka bisa dipastikan bahwa makanan ini sudah mengalami proses pembusukan oleh bakteri yang bisa memicu gejala diare.

  1. Sembelit

Selain diare, terkadang makanan yang sudah kadaluarsa juga bisa menyebabkan gejala sembelit. Hal ini disebabkan oleh kondisi makanan yang membuat gangguan proses pencernaan dan akhirnya membuat buang air besar semakin sulit untuk dilakukan.

  1. Keracunan makanan

Makanan yang sudah kadaluarsa bisa menyebabkan reaksi kimia di dalam saluran pencernaan yang berimbas pada keracunan makanan. Biasanya gejala awal dari hal ini adalah mual dan muntah-muntah.

Melihat fakta-fakta ini, pastikan bahwa makanan yang kita konsumsi berada dalam kondisi baik demi mencegah dampak-dampak kesehatan tersebut.