5 Penyakit Berbahaya Akibat Digigit Nyamuk

Doktersehat-akibat-digigit-nyamuk

DokterSehat.Com – Banyak orang menyebutkan bahwa Tuhan menciptakan nyamuk nyaris tak ada manfaatnya, hanya bermanfaat bagi para produsen obat anti nyamuk sehingga beragam carapun dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk yang menyebalkan.

Gigitan nyamuk jangan dianggap enteng karena beberapa jenis nyamuk dikenal menjadi biang pembawa penyakit-penyakit berbahaya seperti demam chikungunya, penyakit kuning, malaria, demam berdarah, dan lainnya.

Oleh karena itu, perhatikan setiap saat apakah di rumah dan lingkungan Anda banyak terdapat sarang nyamuk atau tidak. Kalau banyak, maka Anda bersama warga sekitar harus segera membersihkannya.

baca juga: 4 Alasan Mengapa Nyamuk Mengincar Anda Menjadi Mangsanya

Berikut merupakan beberapa penyakit berbahaya akibat digigit nyamuk:

  1. Malaria

Malaria adalah suatu infeksi darah yang menyebabkan demam panas tinggi dan kedinginan. Ia disebabkan oleh parasit (plasmodium) yang ditularkan pada manusia oleh sejenis nyamuk tertentu yang menggigit kebanyakan pada malam hari.

Malaria secara khusus berbahaya bagi anak-anak usia di bawah 5 tahun, wanita hamil, dan orang penderita HIV/AIDS. Kehamilan menurunkan kemampuan seorang wanita untuk memerangi penyakit dan infeksi.

Jika seorang wanita hamil mengidap malaria, ia juga dapat menderita anemia (kurang darah), dan anemia ini akan memperbesar risiko kematian pada saat atau setelah persalinan. Penyakit malaria pada masa hamil dapat pula menyebabkan keguguran atau kelahiran dini, bayi terlalu kecil, atau kelahiran mati.

Terdapat beberapa orang bisa hidup bertahun-tahun dengan beberapa jenis malaria dan kebanyakan malaria dapat disembuhkan. Tetapi malaria otak (Plasmodium falciparum) dapat menyebabkan kematian dalam 1 atau 2 hari setelah terinfeksi.

Di daerah di mana terdapat malaria otak, penting untuk segera melakukan pengujian dan mencari pengobatan jika Anda curiga terkena malaria. Biasanya malaria menyebabkan demam setiap 2 atau 3 hari, tapi pada awalnya demam dapat terjadi setiap hari.

Siapa pun yang menderita demam dan tidak jelas alasannya sebaiknya menjalani pengujian untuk malaria.

2. Demam berdarah

Demam berdarah adalah salah satu dampak yang terjadi akibat digigit nyamuk. Virus demam berdarah ini disebarkan oleh nyamuk hitam bintik-bintik putih yang dari jauh terlihat seperti garis putih.

Nyamuk ini sering disebut nyamuk demam penyakit kuning karena ia dapat pula membawa demam penyakit kuning. Demam berdarah biasanya terjadi pada saat udara panas di musim hujan dan paling sering terjadi di tempat-tempat air tergenang dan di tempat yang saluran pembuangan airnya buruk.

Pertama kali seseorang terkena demam berdarah, biasanya ia akan sembuh dengan istirahat dan minum banyak air. Tetapi jika seseorang terkena untuk kedua kalinya, akan lebih berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

3. Demam chikungunya

Penyakit demam virus jenis ini sembuh dengan sendirinya ditandai dengan arthralgia atau arthritis, terutama di pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki dan persendian lainnya dari kaki dan tangan—yang berlangsung beberapa hari hingga berbulan-bulan. Penyakit ini dikenal juga dengan nama lumpuh layu.

4. Demam penyakit kuning

Demam penyakit kuning ditandai dengan panas dingin, nyeri otot terutama pada punggung, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah. Nyamuk yang biasanya menimbulkan penyakit ini memiliki bintik-bintik putih pada sekujur punggung dan kakinya. Habitat dari nyamuk ini umumnya ada di genangan-genangan air.

5. Penyakit kaki gajah

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan cacing yang ditularkan melalui gigitan berbagai jenis nyamuk. Cacing jenis Wuchereria bancrofti yang paling sering ditemukan di negara  tropis seperti Indonesia.

Kemudian ada jenis lain bernama Brugia malayi merupakan jenis endemis di daerah pedesaan di India, Asia Tenggara, daerah pantai utara China dan Korea Selatan. Sementara yang terakhir, jenis Brugia timori banyak ditemukan di daerah pedesaan di Kepulauan Timor, Flores, Alor dan Roti di Tenggara Indonesia.

Penyakit kaki gajah bersifat menahun (kronis). Apabila tidak mendapat pengobat sesegera mungkin, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

Akibatnya penderita tidak dapat bekerja optimal bahkan hidupnya bergantung pada orang lain. Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3).

Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria.

Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir.

Pasien yang menderita filariasis akut akan terlihat gejala klinis berupa demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

baca juga: Tips Agar Tidak Mudah Digigit Nyamuk Saat Tidur

Sementara radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis). Akibat seringnya menderita pembengkakan, kelenjar getah bening dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah.

Dampaknya selanjutnya, terjadi pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).