5 Pekerjaan yang Picu Gangguan Kesehatan Paru-Paru

Emboli-Paru-doktersehat

DokterSehat.Com– Selain jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh, salah satu organ vital yang ada pada tubuh adalah paru-paru. Organ ini digunakan dalam proses pernapasan untuk menyerap oksigen sebelum akhirnya dibawa oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Kalau paru-paru mengalami gangguan, fungsi organ lain juga ikut terganggu.

Karena paru-paru sangat penting untuk tubuh, kita harus menjaganya dan tidak melakukan aktivitas merugikan seperti merokok. Selain merokok, kesehatan paru-paru juga bisa menurunkan kalau kita tidak menjaga diri saat bekerja di lingkungan berikut ini.

1. Pertanian
Lingkungan pertanian cukup berbahaya untuk kesehatan paru-paru karena banyak bahan kimia digunakan untuk membasmi hama. Semprotan hama ini bisa saja terhirup oleh hidung dan akhirnya masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di sana. Agar hal ini tidak terjadi, disarankan untuk memakai masker saat bekerja di sawah atau lingkungan pertanian lainnya.

2. Pertambangan
Debu yang dihasilkan di area tambang bisa menyebabkan seseorang mengalami pneumokoniosis. Penyakit ini bisa muncul karena ada debu organik, debu anorganik, dan debu batu bara yang mampu membuat paru-paru jadi menghitam. Kalau Anda bekerja di tambang, selalu gunakan masker terbaik yang mampu menyaring udara kotor.

3. Konstruksi
Pekerja di kawasan konstruksi bisa mengalami beberapa gangguan penyakit paru-paru seperti kanker paru-paru, mesothelioma, dan asbestosis. Gangguan ini sangat berbahaya pada paru-paru karena bisa menyebabkan gangguan yang kronis dan menyebabkan kematian jika tidak segera ditolong.

4. Tekstil
Bahan katun yang sedang diolah menjadi benang, kain, dan pakaian akan mengeluarkan partikel cokelat yang berbahaya. Kalau partikel ini dihirup oleh seseorang dalam jangka waktu lama, byssinosis atau penyakit paru-paru cokelat akan terjadi. Penyakit ini akan menyumbat saluran pernapasan sehingga penderita akan susah bernapas.

5. Otomotif
Bahan-bahan berbahaya seperti isocyanate dan polyurethane yang terkandung di dalam cat bisa menimbulkan alergi, iritasi kulit, hingga masalah pernapasan berat seperti asma. Saat bekerja di lingkungan otomotif, memakai masker khusus adalah kewajiban yang harus dilakukan.