Terbit: 5 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kanker prostat adalah salah satu penyebab kematian pria paling banyak di dunia. Kanker prostat jadi berbahaya karena susah dideteksi dan tanpa yang muncul tidak begitu jelas. Selain itu, pria juga baru melakukan pengobatan saat kanker yang ada di dalam tubuhnya memasuki stadium lanjut.

5 Mitos Kanker Prostat yang Harus Diketahui Pria

Nah, untuk lebih memahami perihal kanker prostat dan membuat kita semua bisa mencegahnya, simak beberapa mitosnya di bawah ini.

  1. Kanker hanya menyerang orang tua saja

Sebagian besar penderita kanker prostat memang pria. Namun, banyak juga pria yang usianya di bawah 65 tahun mengalami kanker prostat. Jadi, daripada Anda kecolongan dan mendadak kankernya sudah besar, lebih baik segera memeriksakan diri sejak dini.

  1. Pasti menurun dari ayah atau kakek

Pria yang memiliki ayah pernah terkena kanker prostat memang dua kali lebih rentan ditumbuhi sel abnormal ini. Namun, tidak semua pria yang memiliki riwayat kanker dari keluarganya langsung terkena. Faktor gaya hidup juga memengaruhi kondisi ini.

  1. Kanker prostat tidak mematikan

Beberapa pria selalu menganggap kalau kanker jenis ini tidak mematikan meski cukup berbahaya. Faktanya kasus kematian akibat kanker prostat cukup tinggi. Bahkan setelah operasi kanker juga bisa kembali tumbuh.

  1. Pengobatan kanker prostat sebabkan impotensi

Sebagian besar pria percaya kalau operasi kanker prostat menyebabkan gangguan ereksi pada pria. Setidaknya 25% pasien yang telah dioperasi masih bisa memiliki kehidupan seksual yang baik. Ada banyak faktor yang membuat pria tidak bisa ereksi lagi, pertama kemampuan dokter bedah, jenis kerusakan organ, dan penyembuhan.

  1. Kanker yang kembali tidak bisa diobati

Ada kalanya kanker kembali lagi dan menyebabkan masalah yang cukup serius. Meski demikian, kanker masih bisa diatasi dengan baik melalui perawatan atau operasi yang optimal.

Semoga ulasan di atas bermanfaat!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi