Terbit: 5 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Cairan pelumas atau pelicin jarang sekali digunakan oleh pasangan muda atau yang baru saja menikah. Alasan tidak menggunakan pelumas ini sederhana saja, vagina masih menghasilkan pelumas alami yang jumlahnya cukup besar. Jadi, untuk apa buang-buang uang kalau nantinya malah jarang terpakai.

5 Fakta Cairan Pelumas yang Harus Anda Tahu untuk Dapatkan Seks Terbaik

Sebenarnya, cairan pelumas diciptakan bukan untuk pasangan yang sudah tua atau wanita yang sudah menopause. Cairan pelumas diciptakan untuk membantu siapa saja yang ingin mendapatkan pengalaman seks yang hebat. Berikut fakta tentang cairan pelumas yang mungkin belum Anda tahu.

  1. Meringankan rasa nyeri dan perih

Wanita memang menghasilkan cairan pelumas alami yang membantu aktivitas seks. Namun, ada kalanya seks tetap terasa sakit khususnya pada pasangan yang baru saja menikah. Untuk mengatasi rasa sakit itu, gunakan cairan pelumas dengan bahan dasar air.

Dengan cairan pelumas ini kemungkinan terjadi luka pada vagina bisa diatasi. Seks bisa berjalan dengan aman dan menyenangkan.

  1. Jangan memilih pelumas yang ada kadar gulanya

Cairan pelumas yang dijual di pasaran ada yang mengandung kadar gula cukup tinggi. Kadar gula ini tentu tidak baik untuk kesehatan vagina karena bisa menyebabkan iritasi.

  1. Pelumas membantu sperma

Beberapa pelumas memang memiliki bahan anti sperma sehingga bisa mengurangi peluang terjadi kehamilan. Selain itu, ada juga pelumas yang malah membantu sperma masuk ke dalam serviks dengan mudah.

  1. Pelumas harus diuji coba sebelum dipakai

Beberapa jenis pelumas menyebabkan wanita mengalami alergi atau tidak nyaman. Sebelum dipakai untuk bercinta, coba uji coba di tangan atau permukaan luar vagina.

  1. Minyak alami bisa dipakai

Beberapa minyak alami seperti minyak kelapa dan zaitun bisa digunakan sebagai pelumas alami. Namun, pelumas ini bisa merusak kondom yang terbuat dari bahan lateks.

Nah, Anda sering pakai pelumas atau tidak saat bercinta?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi