Terbit: 24 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Bagi pria yang memiliki gangguan ereksi pada penis, Viagra merupakan salah satu solusi yang paling instan. Dengan mengonsumsi pil biru ini, penis bisa dengan mudah mendapatkan ereksi maksimal hingga berjam-jam.

5 Cara Viagra Merusak Hubungan Suami Istri

Selain memberikan manfaat untuk pria yang kehilangan fungsi seksualnya, pil ini juga sedikit berisiko merusak hubungan suami istri. Mengapa? Coba simak ulasannya di bawah ini dengan saksama.

1. Efek buruk yang diberikan

Viagra tidak hanya memberikan kualitas ereksi bisa bertahan hingga 4 jam. Namun, efek samping yang membuat pria jadi sering mengeluh dan merasa tidak enak badan.

Setelah mengonsumsi Viagra, tubuh akan melemah, tekanan darah tinggi, sakit punggung, dan gangguan lain. Kalau sudah parah pria tidak akan bisa apa-apa dan lebih menyusahkan pasangannya.

2. Hanya mementingkan pil

Pria lebih mementingkan pil ketimbang wanita. Kalau tidak ada Viagra, seks tidak bisa dilakukan. Kondisi ini menyebabkan pria jadi mengalami ketergantungan yang cukup besar dan itu tidak baik.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

3. Tidak mau menyia-nyiakan pil

Kalau pria terlanjur meminum Viagra, mau tidak mau mereka harus berhubungan badan. Meski istri atau pasangan sedang tidak mau, pria tetap ingin melakukannya karena tidak mau membuang pil begitu saja.

Dari sini, wanita jadi merasa tidak dihargai. Atau kalau pun dihargai, cuma sebatas pil biru saja kisarannya.

4. Seks hanya berkisar pada penetrasi saja

Pria yang mengonsumsi Viagra jadi terobsesi untuk melakukan penetrasi. Asal mereka puas dan ereksi bisa turun, pria cenderung tidak acuh dengan pasangannya.

5. Kekhawatiran terjadi affair

Wanita akan khawatir dengan pasangannya yang selalu mengalami kenaikan libido dan harus dipuaskan setiap saat. Kalau pasangan tidak dia puaskan, bisa saja dia memiliki affair di luar bersama wanita lain.

Nah, mengingat dampak negatif Viagra yang banyak baik dari fisik dan psikologi, lebih baik hindari pengonsumsiannya. Atau kalau benar-benar ingin mencobanya, lakukan diskusi dahulu dengan pasangan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi