Terbit: 23 April 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada sejumlah cara mencegah asam lambung naik. Ya, penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES) tidak menutup dengan benar dan asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan dan jika sudah parah bisa menyebabkan komplikasi serius. Oleh sebab itu, simka bagaimana cara mencegah asam lambung naik berikut ini.

15 Cara Mencegah Asam Lambung Naik (Alami dan Aman)

Cara Mencegah Asam Lambung Naik

Sebelum membahas mengenai cara mencegah asam lambung naik, perlu diketahui bahwa LES adalah otot seperti cincin di bagian bawah kerongkongan yang bertindak seperti katup antara kerongkongan dan perut. Ketika asam lambung menyentuh lapisan esofagus, sensasi terbakar di dada bisa terjadi.

Sensasi terbakar di dada dan mulas yang terjadi lebih dari dua kali seminggu dapat dianggap GERD, kondisi yang jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Pada beberapa kasus, asam lambung adalah sesuatu yang normal, tidak berbahaya, dan biasanya tidak menimbulkan gejala, namun jika hal ini terjadi terlalu sering, hal itu akan memberikan rasa terbakar di dalam kerongkongan.

Selain mulas, gejala umum asam lambung termasuk rasa asam di bagian belakang mulut dan kesulitan menelan. Gejala lain termasuk batuk, asma, erosi gigi dan radang pada sinus.

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah asam lambung naik yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Jangan Makan Berlebihan

Cara mencegah asam lambung naik yang pertama adalah hindari makan terlalu banyak. Perlu diketahui, sfingter esofagus bagian bawah adalah otot seperti cincin di bagian bawah kerongkongan yang bertindak seperti katup. Katup akan secara alami terbuka ketika menelan, bersendawa, atau muntah. Diluar kondisi tersebut katup harus tetap tertutup

Pada penderita asam lambung, otot ini melemah atau tidak berfungsi. Selain itu, asam lambung juga dapat terjadi ketika Anda terlalu banyak tekanan pada otot, sehingga asam lambung menekan katup.

Tidak mengherankan, sebagian besar gejala asam lambung terjadi setelah makan, terutama jika Anda makan dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah asam lambung naik adalah menghindari makan dalam jumlah banyak.

2. Menurunkan Berat Badan

Pada orang yang sehat, diafragma secara alami memperkuat sfingter esofagus bagian bawah. Seperti dijelaskan sebelumnya, sfingter esofagus bagian bawah adalah cincin otot yang secara normal berkontraksi untuk mencegah asam lambung dan makanan yang terdapat di dalam lambung mengalir kembali ke atas ke esofagus.

Namun, jika Anda memiliki terlalu banyak lemak perut, tekanan di perut mungkin menjadi sangat tinggi sehingga sfingter esofagus bagian bawah terdorong ke atas menjauhi dukungan diafragma. Kondisi ini dikenal sebagai hiatus hernia.

Hiatus hernia adalah alasan utama orang gemuk dan wanita hamil mengalami peningkatan asam lambung dan heartburn. Beberapa penelitian juga mengungkapkan, lemak di perut bisa meningkatkan risiko GERD. Oleh karena itu, cara mencegah asam lambung naik yang bisa dilakukan adalah menjaga berat badan tetap normal.

3. Diet Rendah Karbohidrat

Sebuah penelitian mengungkapkan, cara mencegah asam lambung naik adalah dengan melakukan diet rendah karbohidrat. Beberapa peneliti menduga bahwa karbohidrat yang tidak tercerna dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan, tekanan yang meningkat di dalam perut, hingga penyebab paling umum dari asam lambung.

Memiliki terlalu banyak karbohidrat yang tidak tercerna dalam sistem pencernaan membuat perut kembung dan berisi banyak gas, kondisi yang membuat seseorang lebih sering bersendawa.

4. Membatasi Asupan Alkohol

Minum alkohol dapat meningkatkan keparahan asam lambung dan rasa terbakar di dada. Konsumsi alkohol berlebihan dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah dan mengganggu kemampuan kerongkongan untuk membersihkan diri dari asam.

Selain itu, sebuah studi menunjukkan bahwa asupan alkohol moderat juga dapat menyebabkan asam lambung pada individu yang sehat. Bir dan wine adalah jenis minuman beralkohol yang dapat meningkatkan gejala asam lambung. Cara mencegah asam lambung naik yang bisa dilakukan adalah dengan berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

5. Jangan Terlalu Banyak Minum Kopi

Sebuah studi menunjukkan bahwa kandungan kafein pada kopi bisa melemahkan sfingter esofagus bagian bawah untuk sementara dan meningkatkan risiko asam lambung.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa senyawa selain kafein dapat berperan dalam meningkatkan asam lambung. Namun demikian, meskipun penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat memperburuk asam lambung, klaim ini tidak sepenuhnya konklusif.

Selain itu, analisis studi observasi tidak menemukan efek signifikan dari asupan kopi pada gejala GERD. Namun, ketika tanda-tanda asam lambung diselidiki dengan kamera kecil, konsumsi kopi dikaitkan dengan kerusakan asam yang lebih besar di kerongkongan.

Pada akhirnya, cara mencegah asam lambung naik tergantung pada individu. Jika kopi menyebabkan rasa terbakar di dada, hindari untuk mengonsumsinya atau batasi asupannya.

6. Konsumsi Permen Karet

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet mengurangi keasaman dalam kerongkongan. Temuan ini menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dan peningkatan produksi air liur dapat membantu membersihkan kerongkongan dari asam lambung—serta dapat digunakan sebagai cara mencegah asam lambung naik. Meski begitu, permen karet sendiri tidak bisa mengurangi asam lambung.

7. Hindari Konsumsi Bawang Mentah

Sebuah studi pada seseorang yang mengalami asam lambung menunjukkan bahwa konsumsi bawang mentah secara signifikan bisa meningkatkan heartburn, asam lambung, dan sendawa dibandingkan dengan makanan yang tidak mengandung bawang.

Bawang mentah juga bisa mengiritasi lapisan kerongkongan dan menyebabkan heartburn semakin memburuk. Oleh karena itu, cara mencegah asam lambung naik adalah dengan menghindari konsumsi bawang.

8. Batasi Konsumsi Minuman Berkarbonasi

Salah satu penelitian observasional menemukan bahwa minuman berkarbonasi telah dikaitkan dengan peningkatan gejala asam lambung. Selain itu, sebuah studi terkontrol menunjukkan bahwa minuman berkarbonasi bisa melemahkan sfingter esofagus bagian bawah sementara.

Minuman berkarbonasi mengandung gas karbon dioksida yang menyebabkan seseorang lebih sering untuk bersendawa—efek yang dapat meningkatkan jumlah asam lambung naik ke kerongkongan. Cara mencegah asam lambung naik untuk penderita GERD adalah dengan membatasi konsumsi minuman berkarbonasi.

9. Batasi Konsumsi Jus Jeruk

Sebuah penelitian mengungkapkan, konsumsi jus jeruk atau jeruk bali bisa memperburuk gejala asam lambung. Keasaman buah jeruk tampaknya bukan satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap efek ini. Jus jeruk dengan pH netral juga bisa memperburuk gejala.

Karena jus jeruk tidak melemahkan sfingter esofagus bagian bawah, ada kemungkinan beberapa kandungannya mengiritasi lapisan esofagus. Walaupun jus jeruk mungkin tidak menyebabkan naiknya asam lambung, jus ini bisa membuat heartburn lebih buruk untuk sementara.

10. Kurangi Asupan Cokelat

Sebuah studi kecil yang tidak terkontrol menunjukkan bahwa mengonsumsi 4 ons (120 ml) sirup cokelat bisa melemahkan sfingter esofagus bagian bawah. Sedangkan, studi terkontrol lain menemukan bahwa minuman cokelat meningkatkan jumlah asam dalam kerongkongan, dibandingkan dengan plasebo.

Namun demikian, studi lebih lanjut diperlukan untuk memberikan kesimpulan yang kuat tentang efek cokelat pada gejala asam lambung.

11. Meninggikan Sandaran Kepala saat Tidur

Beberapa orang menderita gejala asam lambung pada malam hari. Kondisi ini membuat seseorang akan sulit untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang memosisikan kepala saat tidur lebih tinggi memiliki episode dan gejala asam lambung yang lebih sedikit, dibandingkan dengan mereka yang tidur tanpa bantal tambahan.

Selain itu, analisis studi terkontrol menyimpulkan bahwa meninggikan kepala saat tidur adalah cara mencegah asam lambung naik dan heartburn pada malam hari.

13. Jangan Makan Mendekati Waktu Tidur

Cara mencegah asam lambung naik berikutnya adalah dengan menjaga antara waktu makan dan tidur malam. Penderita asam lambung umumnya tidak disarankan untuk tidak makan malam tiga jam sebelum tidur. Meskipun begitu, rekomendasi ini hanya memiliki bukti terbatas untuk mendukungnya.

Satu studi pada pasien GERD menunjukkan bahwa makan larut malam tidak memiliki efek pada asam lambung dibandingkan dengan makan sebelum 7 malam.

Namun, sebuah penelitian observasional menemukan bahwa makan dekat dengan waktu tidur dikaitkan dengan gejala asam lambung yang lebih besar secara signifikan. Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum kesimpulan yang kuat dapat dibuat tentang efek makan malam pada penderita GERD.

14. Berhenti Merokok

Menghentikan kebiasaan merokok untuk mencegah kanker dan menjaga kesehatan jantung adalah langkah yang baik. Selain itu, berhenti merokok juga mencegah heartburn dan GERD.

15. Hindari Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat memperburuk GERD, termasuk aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Guna menghilangkan rasa sakit, gunakan acetaminophen sebagai gantinya.

Obat resep lain juga telah dikaitkan dengan GERD, seperti:

  • Antikolinergik (untuk kontrol kandung kemih, mabuk laut, dan COPD).
  • Beta-blocker (untuk tekanan darah tinggi atau penyakit jantung).
  • Calcium channel blocker (untuk tekanan darah tinggi).
  • Obat seperti dopamin (untuk penyakit Parkinson).
  • Progestin (ditemukan dalam kontrasepsi).
  • Obat penenang (untuk kegelisahan atau susah tidur)
  • Theophylline (untuk penyakit asma atau paru-paru).
  • Antidepresan trisiklik.

Jika Anda berpikir obat tertentu mungkin menyebabkan GERD, bicarakan dengan dokter dan jangan berhenti minum obat tanpa persetujuannya. Nah, itulah beberapa cara mencegah asam lambung naik yang bisa Anda lakukan.

Asupan yang Membantu Mengurangi Asam Lambung

Makanan atau minuman yang dikonsumsi memengaruhi jumlah asam yang dihasilkan lambung. Asupan yang tepat adalah kunci untuk mengendalikan penyakit asam lambung.

Berikut ini adalah makanan dan minuman yang dapat dimasukkan ke dalam menu diet sehari-hari untuk menenangkan gejala asam lambung. Akan tetapi, tidak satupun dari asupan ini bisa menyembuhkan kondisi asam lambung.

1. Sayur

Cara mengatasi asam lambung naik ini sulit bagi Anda yang tidak suka mengonsumsi sayuran. Sayur adalah asupan alami rendah lemak dan gula, serta dipercaya membantu mengurangi asam lambung. Pilihan sayur yang baik termasuk kacang hijau, brokoli, asparagus, kembang kol, sayuran berdaun hijau, kentang, dan mentimun.

2. Jahe

Cara mengatasi asam lambung berikutnya yang cukup populer adalah dengan jahe. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi alami dan merupakan perawatan alami untuk heartburn dan masalah pencernaan lainnya. Anda dapat menambahkan parutan atau irisan jahe ke dalam makanan, smoothie atau minum teh jahe untuk mengurangi gejala.

3. Oatmeal

Konsumsi oatmeal saat sarapan adalah cara mengatasi asam lambung yang baik karena oatmeal terbuat dari gandum utuh dan serat yang baik. Oatmeal dapat menyerap asam di lambung sehingga mengurangi gejala asam lambung.

4. Buah Non Sitrus

Buah-buahan non sitrus termasuk melon, pisang, apel, dan pir, cenderung tidak memicu gejala asam lambung daripada buah-buahan citrus.

5. Daging Tanpa Lemak

Daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut dapat mengurangi gejala asam lambung. Cara mengolah daging tanpa lemak ini bisa dengan dipanggang atau direbus.

6. Putih Telur

Cara mencegah asam lambung naik lainnya adalah dengan mengonsumsi telur tanpa kuningnya. Kuning telur mengandung tinggi lemak dan dapat memicu asam lambung.

7. Lemak Sehat

Meski lemak adalah sesuatu yang harus dijauhi oleh penderita asam lambung, cara mengatasi asam lambung berikut ini justru mengandalkan lemak. Lemak yang bisa dikonsumsi adalah lemak sehat seperti alpukat, kenari, biji rami, minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak bunga matahari. Kurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans dan gantilah dengan lemak tak jenuh yang lebih sehat.

8. Susu

Jenis susu rendah lemak atau bebas lemak dapat digunakan sebagai cara mengatasi asam lambung, namun Anda perlu waspada bahwa kandungan lemak bisa memperburuk gejala. Salah satu jenis susu yang aman dikonsumsi adalah susu almond karena bersifat basa dan kemampuannya menetralkan keasaman.

Selain itu, yoghurt rendah lemak atau tawar, susu kedelai, keju cottage rendah lemak adalah asupan lainnya yang aman dikonsumsi. Sedangkan jenis susu yang bisa memicu asam lambung adalah susu cokelat, susu dan keju murni, dan milkshake. 

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus segera ke dokter jika gejala asam lambung bertahan atau memburuk selama beberapa minggu. Berikut ini adalah beberapa gejala yang menandakan Anda harus segera ke dokter, antara lain:

  • Nyeri dada saat melakukan suatu aktivitas.
  • Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
  • Tersedak saat makan atau kesulitan menelan makanan dan cairan.
  • Muntah dan tinja berdarah.

Perlu diketahui, gejala-gejala di atas dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang berpotensi mengancam nyawa sehingga memerlukan penanganan medis dengan segera.

Pengobatan Asam Lambung

Jika sebelumnya telah dijelaskan bagaimana cara mengatasi asam lambung naik dengan metode alami, berikut ini adalah cara mengatasi asam lambung dengan bantuan obat-obatan medis,  antara lain:

  • Antasida

Obat ini berguna untuk menetralkan asam lambung, seperti Gaviscon atau Tums.

  • H-2-receptor blocker

Obat ini dapat menurunkan produksi asam dalam lambung hingga 12 jam, seperti ranitidine (Zantac).

  • Proton pump inhibitor (PPIs)

Obat ini bekerja dengan cara menghambat sistem enzim yang memproduksi dan melepaskan asam lambung.

H-2-receptor blocker dan PPI adalah obat yang umum diresepkan apabila obat tanpa resep tidak efektif mengatasi asam lambung. Perlu diketahui, penggunaan  obat ini jangka panjang dapat meningkatkan risiko patah tulang, defisiensi vitamin B-12, dan infeksi tertentu, seperti pneumonia dan Clostridium difficile.

Komplikasi Asam Lambung

Sebagian besar pasien dengan penyakit asam lambung tidak akan mengalami komplikasi serius, terutama jika mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, sejumlah komplikasi serius dapat muncul pada pasien dengan penyakit asam lambung yang parah.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi, di antaranya:

1. Bisul Kerongkongan

Bisul dapat terbentuk di kerongkongan akibat rasa terbakar yang ditimbulkan dari asam lambung. Dalam beberapa kasus, perdarahan bisa juga terjadi. Anda mungkin tidak menyadari adanya perdarahan, tetapi mungkin terdeteksi dalam sampel tinja untuk menguji jejak darah yang mungkin tidak terlihat. Tes ini dilakukan dengan meletakkan sedikit feses pada kartu yang dilapisi bahan kimia.

2. Penyempitan Kerongkongan

Penyakit asam lambung dapat menyebabkan kerongkongan menyempit. Kondisi ini mengakibatkan makanan bisa tersangkut di kerongkongan. Penyempitan ini disebabkan oleh jaringan parut yang berkembang sebagai akibat bisul yang berulang kali merusak dan kemudian sembuh di kerongkongan.

3. Masalah Paru-Paru

Asam lambung yang masuk ke tenggorokan dapat dihirup paru-paru dan menyebabkan  pneumonia aspirasi dan gejala asma. Sedangkan penyakit asam lambung kronis bisa menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, kondisi yang disebut fibrosis paru atau bronkiektasis.

4. Barrett’s Esophagus

Barrett’s esophagus terjadi ketika sel-sel normal yang melapisi esofagus bagian bawah (sel skuamosa) digantikan oleh jenis sel yang berbeda (sel usus). Proses ini biasanya hasil dari kerusakan berulang pada lapisan esofagus, dan penyebab paling umum adalah penyakit gangguan pencernaan yang sudah berlangsung lama. Sel-sel usus memiliki risiko kecil berubah menjadi sel kanker.

Akibatnya, orang-orang dengan Barrett’s esophagus disarankan untuk melakukan endoskopi secara berkala untuk memantau tanda-tanda peringatan dini kanker.

5. Kanker Tenggorokan

Ada dua jenis utama kanker kerongkongan: adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa. Faktor risiko utama untuk adenokarsinoma adalah Barrett’s esophagus. Sedangkan karsinoma sel skuamosa tampaknya tidak terkait dengan GERD.

Namun, hanya sebagian kecil orang dengan GERD yang akan mengembangkan Barrett’s esophagus dan persentase yang lebih kecil lagi akan mengembangkan adenokarsinoma. Selain beberapa hal di atas, berikut ini adalah beberapa faktor yang meningkatkan kanker tenggorokan, antara lain:

  • Kecanduan alkohol.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Kesehatan gigi yang tidak terjaga.
  • Jarang mengonsumsi buah dan sayur.
  • Memiliki sistem imun yang lemah akibat penyakit malnutrisi, HIV/AIDS dan  mengonsumsi obat imunosupresan.
  • Menderita penyakit keturunan, seperti ataxia telangiectasia atau anemia Fanconi.

 

  1. Arnarson, Atli PhD. 2017. 14 Ways to Prevent Heartburn and Acid Reflux. https://www.healthline.com/nutrition/heartburn-acid-reflux-remedies#section1. (Diakses pada 23 Oktober 2019).
  2. Madell, Robinand and Valencia Higuera. 2019. 7 Foods to Help Your Acid Reflux. https://www.healthline.com/health/gerd/diet-nutrition#lifestyle-changes. (Diakses pada 23 Oktober 2019).
  3. Can You Prevent GERD?. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/understanding-gerd-prevention#1. (Diakses pada 23 Oktober 2019).
  4. Lifestyle Guidelines for the Treatment of GERD. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15530-lifestyle-guidelines-for-the-treatment-of-gerd. (Diakses pada 23 Oktober 2019).
  5. Galan, Nicole . 2018. What to drink if you have acid reflux. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314886.php. (Diakses pada 23 Oktober 2019).
  6. Kahrilas, Peter J, MD. Patient education: Acid reflux (gastroesophageal reflux disease) in adults (Beyond the Basics). https://www.uptodate.com/contents/acid-reflux-gastroesophageal-reflux-disease-in-adults-beyond-the-basics#H17. (Diakses pada 23 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi