Terbit: 19 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pada umumnya, anak-anak jarang menolak camilan yang mengandung gula, garam dan kandungan lemak. Namun sebagai orang tua Anda mempunyai peran penting untuk bisa membatasi ketiga kandungan tersebut. Lantas, apa saja camilan sehat untuk balita?

10 Camilan Sehat untuk Balita yang Bisa Anda Coba

Camilan Sehat Balita

Sebelum menjelaskan mengenai apa saja camilan sehat untuk balita, hal penting sebagai orang tua yang perlu Anda ketahui adalah membiasakan memberikan camilan balita yang sehat bisa mengubah kebiasaannya mengonsumsi camilan yang kurang sehat.

Camilan sehat untuk balita adalah camilan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Berikut adalah aneka camilan untuk balita yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Pisang

Camilan sehat balita yang pertama adalah pisang. Kandungan serat dan karbohidratnya sangat baik untuk tubuh bayi. Pilihlah pisang yang matang dan sajikan dengan cara dihaluskan atau dikerok. Jika anak Anda sudah bisa mengunyah, potong kecil-kecil agar lebih mudah dikonsumsi.

2. Alpukat

Camilan sehat untuk balita berikutnya adalah alpukat. Selain sebagai sumber kalori, buah yang kaya akan lemak ini juga mengandung protein dalam jumlah tinggi, di mana sangat berguna untuk pertumbuhan bayi. Semua kandungan pada alpukat dapat membuat bayi gemuk sehat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

3. Jeruk

Terkenal sebagai salah satu sumber utama vitamin C, jeruk ternyata masuk dalam kategori camilan sehat untuk balita. Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh. Konsumsi jeruk setiap hari adalah sesuatu yang dianjurkan.

4. Ubi

Mengandung beta-karoten, zat besi, serat, kalsium, antioksidan dan vitamin C, menjadikan ubi sebagai camilan balita yang sehat. Rasa manisnya juga bisa membuat bayi enggan untuk melewatkannya. Ubi bisa disajikan dengan dihaluskan menjadi puree (bubur) atau dikukus

5. Brokoli dan bayam

Brokoli adalah salah satu sayuran yang bisa Anda masukan dalam kategori camilan sehat untuk balita. Mengandung kalsium, folat dan serat menjadikan brokoli sebagai asupan yang baik untuk Anda.

Perlu Anda ketahui, sayuran yang memiliki warna terang mengandung aneka fitokimia yang berperan mencegah berbagai penyakit, seperti penyakit kanker dan jantung koroner. Selain brokoli, pilihan sayuran terbaik yang bisa Anda berikan kepada Si Kecil yaitu bayam.

6. Wortel

Kandungan beta-karoten pada wortel akan dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A. Dengan rutin memberikan pada anak, maka kesehatan matanya akan terjaga dengan baik.

7. Tomat

Likopen pada tomat adalah pigmen antioksidan yang mampu mencegah penyakit jantung dan kanker. Oleh karena itulah, memasukan tomat sebagai camilan sehat untuk balita adalah sesuatu yang baik.

8. Telur

Telur mengandung folat, zinc, protein dan sejumlah vitamin penting lainnya yang dibutuhkan bagi pertumbuhan bayi. Sementara itu, kuning telur mengandung omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak bayi.

9. Daging

Daging ayam, sapi, atau ikan merupakan sumber zat besi, zinc, omega-3 dan protein. Menjadikan ketiga daging tersebut sebagai camilan sehat untuk balita membuat tumbuh kembang anak Anda berkembang optimal. Haluskan atau potong kecil-kecil daging agar anak dapat dengan mudah menelannya.

10. Susu

Meski banyak camilan balita sehat yang bisa dikonsumsi, Anda tidak boleh melewatkan susu. Susu tetap dibutuhkan anak usia 1 tahun karena mengandung vitamin D dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang. Susu sapi dan produk olahan susu seperti yoghurt dan keju, idealnya diberikan setelah anak berusia 1 tahun.

Nah, itulah camilan sehat untuk balita yang bisa Anda berikan.

Makanan yang Harus Dihindari dan Kesiapan Mengonsumsi Makanan Padat

Meski camilan sehat untuk balita sudah mulai beranekaragam, terdapat beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, antara lain: telur setengah matang, kacang utuh, madu, makanan tinggi kalori dan makanan yang terlalu asin atau manis.

Selain itu, sebagai orang tua Anda juga disarankan tidak memberikan ikan yang berisiko tinggi mengandung merkuri seperti ikan makarel. Merkuri tinggi pada makanan bisa mengganggu sistem saraf anak.

Setelah Anda mengetahui apa saja camilan balita yang harus dihindari, hal penting lain yang harus diperhatikan adalah kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. Seorang anak yang sudah siap mengonsumsi makanan padat saat memasuki usia 4-6 bulan.

Pemberian makanan padat tidak perlu terburu-buru. Sangat tidak dianjurkan memberikan makanan padat pada bayi yang berusia kurang dari 4 bulan. Hal ini karena bayi belum memiliki kemampuan untuk menelan dengan baik dan sistem pencernaan yang belum siap menerima makanan padat.

Mengenalkan makanan padat terlalu dini dapat meningkatkan infeksi pernapasan, alergi makanan, asma, hingga obesitas.

Pada akhirnya, proses tumbuh kembang pada setiap bayi berbeda-beda, begitu juga dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan padat. Berikut adalah beberapa tanda lain bahwa anak Anda sudah siap mengonsumsi makanan padat, di antaranya:

  • Sudah bisa mengangkat kepala.
  • Bisa menahan makanan di dalam mulut.
  • Terlihat masih lapar meski baru saja diberi susu.
  • Mulai tertarik dengan apa yang Anda makan, ditunjukan dengan mencoba untuk meraih makanan dari piring Anda.

Apabila anak Anda sudah menampakkan tanda-tanda di atas, itu berarti si kecil sudah siap diberi makanan padat.

Memberi makan pada anak balita adalah sesuatu yang tidak mudah. Meski banyak camilan sehat untuk balita yang bisa diberikan, namun hal ini akan menjadi sulit apabila anak cenderung memilih makanan yang sesuai dengan seleranya.

Saat anak memilih makanan yang mereka sukai saja, alihkan perhatiannya dengan hal lain agar mereka tidak terus-menerus mengonsumsi makanan tersebut. Berikan pilihan makanan lain yang lebih menarik agar anak tidak menjadi pemilih.

Perlu diketahui, selain menerapkan camilan sehat untuk balita, pola makan orang tua juga harus teratur karena anak akan mencontoh pola makan orang tua. Usahakanlah sediakan waktu makan bersama anak.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi