Pengobatan Alternatif untuk Kanker Kulit dengan Bahan Alami

cuka-apel-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker kulit adalah perubahan sel yang tidak normal pada lapisan luar kulit dan juga menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum di dunia, kanker kulit ini pada umumnya paling sering terjadi pada daerah sekitar wajah, terutama pada orang yang banyak terpapar cahaya matahari secara langsung. Selain itu kanker kulit wajah ini juga biasanya tumbuh pada lapisan paling luar kulit atau epidermis, sehingga tumor ataupun benjolan bisa terlihat jelas dari luar.

Kanker kulit terbagi dalam dua kategori utama, yakni melanoma dan non-melanoma. Melanoma dimulai dalam jaringan berpigmen, seperti tahi lalat atau tanda lahir, serta pigmentasi kulit. Melanoma berpotensi agresif dan mengancam jiwa. Sebenarnya mudah terdeteksi dan bisa disembuhkan jika diobati sejak dini.

Sebelum mengetahui pengobatan alternatif untuk beberapa jenis kanker kulit, terlebih dahulu simak penyebab hingga gejala kanker kulit.

Faktor Penyebab Kanker Kulit Berdasarkan Jenisnya

Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal. Paling sering berkembang pada area kulit yang terpapar sinar matahari. Kanker kulit memengaruhi orang-orang dari semua warna dan ras, meskipun mereka yang memiliki kulit terang yang mudah terbakar memiliki risiko lebih tinggi.

Berikut ini penyebab kanker kulit yang umum terjadi berdasarkan jenisnya:

1. Keratosis aktinik (AK)

Bercak atau bercak yang kering dan bersisik ini merupakan pertumbuhan prakanker.

  • Orang yang mendapatkan AK biasanya memiliki kulit putih.
  • Kebanyakan orang melihat AK pertama setelah usia 40 tahun karena AK cenderung berkembang setelah bertahun-tahun terpapar sinar matahari.
  • AK biasanya terbentuk pada kulit yang mendapat banyak paparan sinar matahari, seperti kepala, leher, tangan, dan lengan bawah.
  • Karena AK dapat berkembang menjadi jenis kanker kulit yang disebut squamous cell carcinoma (SCC), perawatan menjadi penting.

2. Karsinoma sel basal (BCC)

Jenis ini adalah jenis kanker kulit yang paling umum.

  • BCC sering berkembang pada orang yang memiliki kulit putih, namun mereka dapat terjadi pada orang dengan kulit lebih gelap.
  • BCC terlihat seperti benjolan berwarna daging, seperti mutiara atau bercak merah muda pada kulit.
  • BCC berkembang setelah bertahun-tahun sering terpapar sinar matahari atau tanning dalam ruangan (penggelapan kulit dalam ruang).
  • BCC umum terjadi pada kulit kepala, leher, dan lengan, namun dapat terbentuk di mana saja pada tubuh, termasuk kulit dada, perut, dan kaki.
  • Diagnosis dan pengobatan dini untuk BCC adalah penting. BCC dapat menyerang jaringan di sekitarnya dan tumbuh ke dalam saraf dan tulang, yang menyebabkan kerusakan dan cacat.

3. Karsinoma sel skuamosa (SCC)

SCC adalah jenis kanker kulit yang paling umum kedua.

  • Orang yang memiliki kulit terang cenderung mengembangkan SCC, tetapi mereka dapat berkembang pada orang yang berkulit lebih gelap.
  • SCC sering terlihat seperti benjolan keras berwarna kemerahan, bercak bersisik, atau luka yang sembuh dan kemudian terbuka kembali.
  • SCC cenderung terbentuk pada kulit yang sering terkena sinar matahari, seperti tepi telinga, wajah, leher, lengan, dada, dan punggung. SCC dapat tumbuh jauh di dalam kulit dan menyebabkan kerusakan dan cacat. Diagnosis dan perawatan dini dapat mencegah hal ini dan menghentikan penyebaran SCC ke area lain dari tubuh.

4. Melanoma

Melanoma adalah bentuk kanker kulit yang paling mematikan.

  • Melanoma sering berkembang di tahi lalat atau tiba-tiba muncul sebagai bintik hitam baru pada kulit.
  • Diagnosis dan perawatan dini dari jenis kanker kulit ini sangat penting.
  • Mengetahui tanda-tanda peringatan ABCDE (Asymmetry, Border, Color, Diameter, Evolving) tentang melanoma dapat membantu Anda menemukan melanoma dini.

Secara umum, ada beberapa faktor risiko yang bisa menjadi pemicu munculnya kanker kulit, di antaranya:

  • Sinar Ultraviolet B yang sebagian besar dipancarkan oleh sinar matahari
  • Zat kimia, seperti arsenik, radium, tar, nikotin, arsen, hidrokarbon aromatik, dan lain-lain
  • Radiasi Ionisasi (sinar radioaktif), termasuk sinar rontgen
  • Dan beberapa jenis virus.

Baca juga: Wah, Ternyata Tahi Lalat bisa Menjadi Tanda Penyakit Kanker Kulit

Gejala Kanker Kulit

Tanda atau gejala kanker kulit yang tampak dan bisa kita lihat dengan mata telanjang, di antaranya:

  • Perubahan kulit, terutama dalam ukuran atau warna misalnya pada tahi lalat atau pertumbuhan berpigmen gelap lainnya.
  • Kulit mengelupas, berdarah, atau perubahan penampilan dari benjolan apapun pada kulit.
  • Tahi lalat dengan pigmentasi (warna) yang tidak biasanya
  • Dan kulit terasa sangat gatal, nyeri atau sakit.

Tanda dan Gejala Kanker Kulit yang Langka

Berikut ini jenis kanker kulit non-melanoma yang langka atau lebih jarang terjadi:

1. Sarkoma kaposi

Jenis kanker kulit langka ini berkembang di pembuluh darah kulit dan menyebabkan bercak merah atau ungu pada kulit atau selaput lendir.

Sarkoma Kaposi biasanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita AIDS, dan pada orang yang memakai obat yang menekan kekebalan alami mereka, seperti orang yang telah menjalani transplantasi organ.

Orang lain dengan peningkatan risiko sarkoma kaposi termasuk pria muda yang tinggal di Afrika atau lelaki yang lebih tua dari faktor keturunan Yahudi Italia atau Eropa Timur.

2. Karsinoma sel Merkel

Karsinoma sel Merkel menyebabkan nodul keras dan mengkilap yang terjadi pada atau tepat di bawah kulit dan folikel rambut. Karsinoma sel merkel paling sering ditemukan di kepala, leher dan batang tubuh.

3. Karsinoma kelenjar sebaceous

Kanker yang tidak biasa dan agresif ini berasal dari kelenjar minyak di kulit. Karsinoma kelenjar sebaceous – yang biasanya tampak keras, nodul tanpa rasa sakit – dapat berkembang di mana saja, tetapi kebanyakan terjadi pada kelopak mata, di mana mereka sering keliru untuk masalah kelopak mata lainnya.

Baca juga: 9 Kebiasaan Ini Menyebabkan Kanker Kulit!

Cara Mengatasi Kanker Kulit dengan Bahan Alami

Berikut ini bahan alami yang bisa dijadikan sebagai obat alternatif untuk beberapa jenis kanker kulit:

1. Cuka sari apel untuk keratosis aktinik (AK)

Cuka sari apel telah dianggap sebagai obat efektif yang dapat membantu mengobati sejumlah masalah kesehatan. Produk alami ini dikenal untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit, salah satunua untuk keratosis aktinik (AK). Cukup oleskan sedikit cuka sari apel langsung pada area kulit yang terkena AK. Anda harus menggunakannya secara teratur, untk mendapatkan hasil maksimal.

Proses menggunakan cuka sari apel adalah dengan merendam bola kapas dalam cuka sari apel dan kemudian meletakkannya di area kulit yang terkena. Selanjutnya, tutup rapat dengan perban tahan air. Perban harus dipakai dalam semalam. Perban dibersihkan ketika bangun di pagi hari. Selama perawatan cuka sari apel, Anda akan melihat bahwa benjolan itu akan mulai tampak putih, tetapi dapat dihilangkan secara bertahap seiring berjalannya waktu karena kandungan asam cuka sari apel.

Bahan alami lainnya yang bisa dijadikan obat alternatif untuk keratosis aktinik (AK) adalah minyak kelapa murni, tea tree oil, teh hijau, terong, minyak jarak, dan cukup minum air.

2. Ekstrak terong untuk karsinoma sel basal (BCC) dan karsinoma sel skuamosa (SCC)

Penelitian Dr. Cham yang dipublikasikan dalam International Journal of Clinical Medicine5. Penelitian ini mencakup dua laporan kasus yang mengesankan dari 60-an pria yang menderita karsinoma sel basal besar (BCC) dan karsinoma sel skuamosa (SCC), yang telah menjangkiti mereka selama bertahun-tahun.

Hasil perawatan dengan ekstrak terong selama dua kali sehari sangat mengejutkan:

  • Dalam kasus pertama, perawatan dengan krim ekstrak terong bisa menghilangkan atau mengurangi kanker kulit dengan cepat. Setelah dua minggu, lesi berkurang menjadi sekitar setengah dari ukuran aslinya, dan setelah 14 minggu kanker dihilangkan secara klinis tanpa pembentukan jaringan parut. Bahkan rambut telah tumbuh kembali di tempat tumor awalnya.
  • Dalam kasus kedua, setelah enam minggu perawatan dengan krim ekstrak terong, lesi kanker kulit yang besar tampak “lebih bersih” dan beberapa jaringan kanker telah diganti dengan jaringan normal. Dalam tiga minggu berikutnya, lesi itu jauh lebih kecil dan jaringan yang lebih normal terlihat. Setelah total 14 minggu, lesi sepenuhnya dihilangkan tanpa jaringan parut.

Sama seperti pengobatan alami untuk karsinoma sel basal (BCC), ekstrak terong juga bisa menjadi pengobatan alternatif untuk karsinoma sel skuamosa (SCC).

3. Antioksidan alami untuk melanoma

Konsumsilah makanan yang mengandung antioksidan alami. Ini adalah cara yang baik untuk manatasi efek buruk dari sinar matahari yang terlalu banyak. Kecambah brussel, pistachio, teh hijau, kuning telur, zucchini dan beberapa rempah, bawang putih, dan kakao, semuanya kaya akan antioksidan. Bahan alami tersebut secara efektif mengurangi risiko kanker melanoma. Buah jeruk dan kol juga termasuk dalam daftar obat alternatif untuk melanoma. Sayuran dan kacang-kacangan ini juga dapat membantu dalam pengobatan jenis kanker lainnya.

 

Baca juga: Tips Diet Musim Kemarau Cegah Kanker Kulit yang Mematikan!

Cara Mencegah Kanker kulit

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah kanker kulit:

1. Mencegah lebih baik daripada mengobati

Paparan sinar ultraviolet (UV) adalah faktor risiko terpenting untuk kanker kulit. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk diri sendiri dan keluarga Anda untuk mengurangi paparan sinar UV, termasuk:

Gunakan tabir surya spektrum luas (broad-spectrum) dengan faktor perlindungan matahari (SPF) 15 atau lebih tinggi.

  • Hindari paparan sinar matahari antara jam 10 pagi dan 2 siang.
  • Kenakan lengan panjang, celana panjang, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam.
  • Hindari tanning (penyamakan dalam ruangan).

2. Konsultasi dengan dokter

Jika melihat lesi yang mencurigakan di kulit Anda, dapatkan diagnosis yang akurat dari dokter. Jika itu adalah kanker kulit, diskusikan pilihan perawatannya dengan dokter. Jelaskan kekhawatiran Anda tentang bekas luka atau efek samping. Mungkin ada beberapa cara untuk mengobati kanker kulit. Anda mungkin dapat menemukan perawatan yang memenuhi kebutuhan keuangan Anda dan preferensi kosmetik dengan efek samping yang dapat diterima.

Jadi, sekarang sudah tahu yang harus Anda lakukan untuk mengatasi beberapa jenis kanker kulit bukan? Selamat mencoba di rumah, Teman Sehat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia