Terbit: 3 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering mengolah sendiri ikan salmon? Ikan salmon memang menjadi salah satu ikan yang memiliki kandungan gizi lengkap, namun pengolahan yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko kontaminasi PCB, lho.

doktersehat-salmon

US Food Drug Administration menyebutkan bahwa kita perlu melakukan pengolahan yang tepat pada ikan salmon, karena ikan salmon bisa jadi memiliki kandungan senyawa kimia yaitu polychlorinated biphenyls atau PCB.

Meskipun penggunaan PCB ini sudah dilarang pada tahun 1980, karena sangat berbahaya untuk kesehatan janin dan meningkatkan risiko kanker, PCB masih bisa ada pada siklus air, berada di tanah dan udara. Namun air menjadi kontaminan terbesar yang menyebabkan kandungan PCB bisa masuk melalui organisme air dan terakumulasi di lemak dan beberapa organ ikan.

Walaupun kandungan PCB sangat bergantung dari area dan beberapa jenis ikan, Mayo Clinic menyebutkan bahwa ikan salmon utamanya yang di budidayakan ditemukan memiliki kandungan PCB lebih tinggi jika dibandingkan dengan ikan salmon liar.

Untuk itu beberapa tips yang bisa kita lakukan agar kandungan PCB pada ikan salmon bisa dikurangi adalah:

  • Menghilangkan bagian yang berlemak pada daging ikan salmon, bagian perut, atas punggung dan bagian berwarna hitam pada sisi samping ikan salmon sebaiknya tidak ikut diolah sebagai masakan.
  • Kulit ikan sebaiknya tidak ikut diolah, hal ini bertujuan agar lemak bisa meluruh keluar saat proses pemasakan.
  • Metode masak memanggang dan membakar lebih dianjurkan agar kandungan lemak pada ikan bisa dikurangi, utama jika bagian kulit sudah dipisahkan
  • Tidak menggunakan metode menggoreng utamanya dengan metode deep frying karena hal tersebut akan membuat lemak ikan menjadi tertahan dan asupan lemak dari minyak goreng justru meningkat.

Dengan melakukan pengolahan yang tepat kita tentu bisa memperoleh kandungan gizi yang maksimal dari konsumsi ikan salmon.

Jadi, saat akan mengolah ikan salmon, perhatikan keempat tips di atas, ya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi