Terbit: 6 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji


Ciri-ciri hamil anak kembar yang mungkin mudah dikenali adalah ukuran perut Bunda tampak lebih besar dari hamil anak tunggal. Namun selain ciri tersebut, ada banyak tanda lain yang perlu Bunda kenali jika sedang hamil anak kembar. Apa saja? Yuk baca terus untuk mengenali tanda hamil bayi kembar dan bagaimana tips yang harus dilakukan agar Bunda dan bayi tetap sehat.

ciri-ciri-hamil-anak-kembar-doktersehat

Ciri-Ciri Hamil Anak Kembar yang Perlu Bunda Ketahui

Ciri kehamilan secara umum tidak jauh berbeda, hanya saja terdapat beberapa hal yang mungkin lebih terasa saat Bunda mengandung bayi kembar. Biasanya, tanda hamil kembar bisa diketahui sejak trimester pertama.

Berikut adalah berbagai ciri-ciri hamil kembar yang umum terjadi, di antaranya:

1. Kadar hCG yang Tinggi

Ciri-ciri hamil anak kembar yang pertama adalah meningkatnya kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Pemeriksaan ini biasanya dilakukan ketika memasuki awal kehamilan. Kadar hCG yang tinggi dari kehamilan biasanya menandakan bahwa Bunda sedang mengandung anak kembar.

2. Mual dan Muntah Berlebih

Mual dan muntah merupakan gejala kehamilan yang umum dirasakan. Namun, terkadang mual dan muntah berlebihan dapat dialami oleh wanita yang hamil anak kembar.

Sebaiknya periksakan kondisi mual dan muntah ini dengan dokter kandungan. Hal ini juga berguna untuk memeriksa apakah Anda mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu mual dan muntah berlebihan di masa kehamilan yang lebih parah dari morning sickness.

3. Berat Badan Lebih Mudah Naik

Kehamilan kembar akan meningkatkan berat badan lebih cepat pada trimester pertama. Perbedaan berat badan antara hamil bayi kembar dengan hamil tunggal bisa mencapai 4,5 kg di usia kehamilan yang sama.

Ciri-ciri hamil kembar cenderung terlihat lebih besar dari perut wanita kehamilan tunggal, tentu ini bisa membuat bobot tubuh lebih berat. Mengenai hal ini akan dijelaskan selengkapnya di poin berikutnya.

4. Ukuran Perut

Sebagian besar bidan atau dokter kandungan akan memeriksa tinggi fundus wanita (jarak antara bagian atas tulang kemaluan ke bagian atas rahim) selama kehamilan. Pengukuran ini dapat membantu menunjukkan usia kehamilan.

Wanita yang mengandung bayi kembar bisanya mengalami peningkatan peregangan rahim dan tinggi fundus mungkin lebih besar dari usia kehamilan yang sebenarnya. Meskipun ini mungkin merupakan ciri-ciri hamil anak kembar, faktor-faktor lain juga dapat menyebabkan tingginya fundus.

5. Kelelahan Fisik

Jika sedang menjalani program hamil kembar, Bunda perlu mengenali ciri-ciri hamil anak kembar seperti merasakan kelelahan yang lebih hebat dari biasanya. Selain kelelahan, umumnya sakit punggung juga akan terasa lebih awal karena beban yang dibawa menjadi lebih berat.

Kelelahan ini juga bisa disebabkan karena tubuh membutuhkan energi yang lebih besar untuk memenuhi nutrisi bagi dua janin di dalam kandungan. Kondisi ini akan semakin berat seiring perkembangan janin.

6. Intoleransi dengan Makanan Tertentu

Ibu hamil mengalami intoleransi yang hebat pada salah satu makanan juga termasuk ciri-ciri hamil kembar. Aroma dan tekstur makanan bisa menjadi penghambat ibu hamil kembar dalam mengonsumsi makanan.

Dalam beberapa kasus, ibu hamil memang memiliki penciuman yang sangat sensitif. Sedangkan untuk wanita yang hamil kembar seringkali disertai dengan kondisi yang sangat parah. Beberapa makanan yang mungkin harus dihindari adalah makanan-makanan dengan aroma menyengat seperti makanan laut.

7. Sering Buang Air Kecil

Selama kehamilan, jumlah darah dalam tubuh Bunda meningkat dan bahkan lebih ketika hamil bayi kembar dibandingkan hanya satu bayi. Ketika ginjal memproses cairan berlebih ini, lebih banyak cairan menumpuk di kandung kemih, yang berarti lebih sering berkemih dari biasanya. Oleh karena itu, minumlah lebih banyak air agar tubuh tetap terhidrasi, terutama selama kehamilan.

8. Sering Mengalami Bercak pada Vagina

Selama trimester pertama, ciri-ciri hamil anak kembar yang bisa dikenali adalah mengalami bercak atau flek yang keluar dari vagina. Asalkan flek tersebut tidak disertai adanya kram atau disertai perdarahan yang banyak, hal itu adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini akan sering dialami saat Anda mengandung bayi kembar.

Meski hal masih dalam kategori normal, Anda harus mewaspadai bercak yang tidak biasa. Hal ini karena bisa jadi menunjukkan suatu keadaan yang serius, seperti keguguran. Dibanding kehamilan tunggal, risiko keguguran saat mengandung janin kembar memang lebih tinggi.

9. Sering Sesak Napas dan Muncul Rasa Pegal

Selain mengetahui cara hamil bayi kembar, Bunda juga perlu mengenali ciri-ciri hamil kembar seperti munculnya sesak napas. Sesak napas yang dialami wanita hamil kembar akan terasa lebih buruk jika dibandingkan kehamilan tunggal. Selain dipengaruhi tingginya kadar hormon progesteron dalam tubuh, adanya dua janin dalam kandungan dapat membuat diafragma terdorong, sehingga menyebabkan kehamilan kembar menjadi tidak nyaman saat bernapas.

Selain itu, kehamilan kembar juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman jika dibandingkan kehamilan tunggal. Ketidaknyamanan yang bisa dirasakan adalah pegal pada kaki dan punggung, akibat meningkatnya kenaikan berat badan pada kehamilan kembar.

10. Gerakan Bayi Terasa di Awal Kandungan

Bagi Anda yang ingin merasakan gerakan atau tendangan bayi saat mengandung, sepertinya hal ini bisa Anda rasakan saat masa-masa awal kehamilan kembar daripada hamil anak tunggal. Gerakan bayi ini baru bisa dirasakan pada usia kehamilan 18-20 minggu.

11. Jantung Berdetak Cepat

Seiring bertambahnya berat badan karena adanya janin kembar dan peningkatan volume darah, ciri-ciri hamil anak kembar yang bisa terjadi adalah menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Irama jantung yang lebih cepat ini menyerupai ketika Anda sedang berolahraga.

12. Risiko Preeklamsia Menjadi Lebih Tinggi

Bunda yang sedang menjalani program hamil kembar juga perlu mengetahui ciri-ciri hamil kembar yang terakhir, yakni Anda akan lebih sering mengalami preeklamsia.

Preeklamsia adalah kondisi tekanan darah tinggi, urine yang mengandung protein, serta dapat disertai pembengkakan kaki dan tangan. Kondisi ini harus diwaspadai karena dapat menimbulkan kejang-kejang pada ibu hamil.

Baca Juga: 7 Cara Menyusui Bayi Kembar yang Benar, Nyaman, dan Aman

Hal Penting yang Harus Dilakukan Saat Hamil Anak Kembar

Ketika dinyatakan mengandung bayi kembar, Bunda diharuskan memenuhi asupan zat besi lebih tinggi dari biasanya untuk mendukung kesehatan dua janin. Apabila asupan zat besi tidak tercukupi dengan baik, Bunda berisiko mengalami anemia. Selain itu juga harus mengonsumsi 2.700 kalori setiap harinya.

Selain itu, beberapa hal lain yang harus diperhatikan untuk hamil kembar adalah:

  • Lebih Sering Memantau Kondisi Kehamilan

Upayakan untuk memeriksakan kondisi kehamilan lebih sering ke dokter kandungan. Selain itu, Bunda juga bisa melakukan USG (ultrasonografi) untuk memantau kondisi pertumbuhan janin. Perhatikan juga mengenai kemungkinan tanda-tanda persalinan prematur agar bisa mengantisipasinya.

  • Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Memerhatikan berat badan ketika hamil kembar adalah sesuatu yang sangat penting. Atur berat badan untuk mencegah kelebihan atau kekurangan berat badan agar janin dan Bunda tetap terjaga kesehatannya.

Perlu Bunda ketahui, kenaikan berat badan yang ideal saat hamil kembar adalah 17-25 kg. Apabila berat badan dirasa lebih dari itu, hal ini bisa berdampak pada kesehatan janin dan ibu. Selain itu, semakin berat badan bertambah maka usaha mengembalikan berat badan seperti semula juga akan lebih sulit.

  • Melahirkan dengan Operasi Caesar

Ketika Bunda sudah dinyatakan hamil kembar, angan-angan untuk melahirkan normal sepertinya harus ditunda, karena kemungkinan persalinan dilakukan lewat operasi caesar saat hamil kembar menjadi lebih tinggi.

Kondisi ini bisa terjadi salah satunya karena posisi sungsang yang sering dialami bayi kembar. Anda tidak perlu memaksakan untuk melahirkan secara normal jika kondisinya tidak memungkinkan.

Hamil bayi kembar memang membuat Bunda berisiko menghadapi banyak risiko. Namun, setelah memahami ciri-ciri hamil bayi kembar dan risikonya lebih awal, membuat Anda lebih perhatian dalam menjaga kesehatan. Jangan lupa, konsultasi dengan dokter kandungan secara teratur untuk meminimalkan risiko yang bisa terjadi.

_

Itu dia daftar ciri-ciri hamil anak kembar yang perlu Bunda kenali hingga beberapa hal yang harus dilakukan ketika mengandung dua janin. Selalu periksakan ke dokter kandungan secara rutin untuk mengontrol perkembangan dan kesehatan janin dan Bunda ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Signs and Symptoms of a Multiple Pregnancy. https://americanpregnancy.org/multiples/symptoms-of-multiple-pregnancy/. (Diakses 6 April 2020).
  2. Dubin, Alesandra. 2020. 6 Signs You Might Be Pregnant With Twinshttps://www.pampers.com/en-us/pregnancy/multiple-pregnancy/article/twin-pregnancy-week-by-week. (Diakses 6 April 2020).
  3. Mann, Denise . 2008. 11 Things You Didn’t Know About Twin Pregnancies. https://www.webmd.com/baby/features/11-things-you-didnt-know-about-twin-pregnancies#1. (Diakses 6 April 2020).
  4. McTigue, Sara. 2020. What Are the Earliest Signs of Being Pregnant with Twins?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/signs-of-twins. (Diakses 6 April 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi