Terbit: 7 Mei 2018 | Diperbarui: 8 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Melihat bayi menyusu dengan lahap tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun perlu diingat bahwa bayi tidak mungkin selamanya minum ASI. Ketika memasuki usia 6 bulan, bayi perlu mulai makan makanan padat untuk melengkapi kebutuhan gizinya, atau yang dikenal dengan istilah MPASI.

4 Syarat Memberikan MPASI pada Bayi

Kapan MPASI bisa diberikan pada bayi?

Pada tahun 2003 WHO mengeluarkan rekomendasi mengenai praktik memberikan makan pada bayi, di antaranya ketika bayi baru lahir diharapkan ibu segera memberikan ASI dalam kurun waktu kurang dari 1 jam dan memberikan ASI secra eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Setelah bayi berusia 6 bulan, orang tua bisa mulai memberikan MPASI dan ASI hingga anak-anak berusia 2 tahun.

Di tahun 2013 WHO memberikan syarat pemberian MPASI, yaitu:

1. Tepat waktu

WHO menyarankan memberikan MPASI ketika ASI eksklusif dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi. Selain itu memberikan MPASI juga perlu memerhatikan kesiapan bayi. Bayi yang sudah siap makan ditandai dengan menunjukkan ketertarikan pada makanan, dapat menegakkan kepala dan bayi dapat duduk dalam waktu yang lama. Selain itu bayi juga sudah mampu mendorong dan menelan makanan dari lidah ke tenggorokan.

2. Adekuat

MPASI yang diberikan pada bayi harus memiliki kandungan energi, protein dan mikronutrien untuk memenuhi kebutuhan bayi. Kebutuhan ini harus disesuaikan dengan tahapan usia bayi.

3. Aman

MPASI harus diberikan dan disimpan dengan cara yang aman bagi bayi. Pastikan MPASI diproses dengan baik dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatan bahan makanan, alat memasak dan peralatan makan yang digunakan bayi. Yang tidak kalah penting, cuci tangan sebelum memberi makan pada bayi.

4. Berikan dengan cara yang benar

Berikan MPASI dengan memperhatikan tanda rasa lapar dan kenyang dari anak. Selain itu perhatikan juga frekuensi makanan dan metode pemberian makanan pada anak. Pemberian makanan harus dapat mendorong anak untuk mengonsumsi makanan secara aktif dalam jumlah yang cukup menggunakan tangan, sendok atau makan sendiri, tentunya disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi