Terbit: 6 Mei 2018 | Diperbarui: 7 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Komplikasi kehamilan dapat terjadi pada kehamilan tunggal maupun kehamilan kembar. Namun pada kehamilan kembar risiko terjadinya komplikasi lebih besar karena mengandung dua janin.

4 Risiko Komplikasi pada Kehamilan Kembar

Beberapa komplikasi yang terjadi pada kehamilan kembar di antaranya:

1. Preeklamsia

Preeklamsia merupakan kondisi pada kehamilan dimana tekanan darah tinggi, serta di dalam urin mengandung protein setelah minggu ke-20 kehamilan dan pembengkakan di beberapa anggota tubuh berupa wajah, tangan, kaki dan mata. Gejala preeklamsia umumnya muncul trimester kedua atau ketika usia kandungan memasuki minggu ke-20. Jika dibiarkan, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia yang dapat membahayakan ibu dan janin.

2. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi diabetes yang hanya terjadi di masa kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengatur kadar gula tubuh. Beberapa tanda diabetes gestasional antra lain sering buang air kecil, kelelahan, mual, penglihatan menjadi kabur, serta mengalami infeksi vagina dan kandung kemih. Selian itu ibu yang mengalami diabetes gestasional juga memiliki risiko melahirkan bayi yang berukuran besar.

3. Anemia

Anemia bisa dialami oleh semua calon ibu. Kondisi ini umumnya ditandai dengan lemah, lesu, pucat. Hal ini terjadi karena pada saat kehamilan, jumlah darah yang mengalir di dalam tubuh menjadi lebih banyak dan encer. Meskipun terkesan sepele namun jika kondisi ini parah dan tidak segera ditangani maka dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

4. Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS)

TTTS adalah kondisi yang sering menimpa kembar identik. TTTS terjadi ketika salah satu bayi mendapat aliran darah lebih dari bayi yang lain sehingga mengalami kekurangan darah. Akibatnya bayi yang mendapat aliran darah lebih akan berisiko mengalami gangguan jantung, anemia dan berat badan lahir rendah.

Mengingat risiko hamil bayi kembar lebih besar dari kehamilan tunggal, sebaiknya ibu menjaga kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilam. Perbanyak konsumsi makanan sehat dan ubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya komplikasi.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi