8 Penyebab Janin Tidak Berkembang di Dalam Rahim

penyebab-janin-tidak-berkembang-doktersehat

DokterSehat.Com – Janin yang tidak berkembang atau dalam bahasa medis disebut intrauterine growth restriction (IUGR), adalah suatu kondisi yang ditandai janin tidak berkembang dengan baik selama kehamilan. Apa penyebab janin tidak berkembang?

Tidak semua janin bisa berkembang dengan baik di dalam rahim. Tidak sedikit kasus janin lamban berkembang dan bahkan berakhir dengan keguguran. Jika Anda pernah mengalaminya, mungkin disebabkan oleh berbagai kondisi yang dijelaskan di bawah ini.

Penyebab Janin Tidak Berkembang dalam Kandungan

Janin yang tumbuh lambat di  dalam rahim ibu dapat disebabkan oleh gaya hidup hingga berbagai kondisi tertentu, di antaranya:

1. Kebiasaan Gaya Hidup yang Buruk

Gaya hidup yang dilakukan ibu hamil berdampak bagi pertumbuhan janin. Hasil penelitian yang dilansir beingtheparent.com, menunjukkan bahwa kebiasaan ibu, seperti kekurangan asupan makanan, penyalahgunaan obat-obatan, merokok atau minum alkohol, dan tidak mengonsumsi suplemen asam folat dapat memperbesar kemungkinan janin tidak berkembang dengan baik.

2. Infeksi

Ketika janin terkena infeksi yang ditularkan dari ibu seperti sifilis (infeksi bakteri menular seksual), cytomegalovirus (infeksi virus yang memiliki dampak signifikan ketika kekebalan tubuh menurun selama kehamilan), toksoplasmosis (infeksi parasit yang ditularkan melalui daging yang dimasak kurang matang menyebabkan kerusakan pada janin), dan rubella, maka kemungkinan dapat menjadi penyebab pertumbuhan janin terhambat.

Jika bunda suka makan daging, olahlah dengan benar dan saat masak daging, pastikan daging matang dengan sempurna.

3. Pre-eklampsia

Bunda, tahukan Anda mengapa tekanan darah diperiksa secara rutin selama pemeriksaan kehamilan

Alasannya bahwa peningkatan tekanan darah dapat menjadi indikasi utama pre-eklampsia, yang sering disebut pregnancy-induced hypertension (PIH).

Pre-eklampsia dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut. Kondisi ini akan memengaruhi pertumbuhan janin karena adanya hambatan aliran darah ke plasenta. Janin yang kekurangan suplai oksigen dan kekurangan suplemen dari yang seharusnya, menjadi penyebab janin tidak berkembang.

4. Insufisiensi Plasenta

Plasenta adalah organ penting di dalam rahim yang berfungsi menyuplai nutrisi dan oksigen agar janin berkembang dengan baik. Jika plasenta mengalami insufisiensi dan berkembang tidak sempurna, janin tidak bisa berkembang dengan baik dan kemungkinan besar terjadi komplikasi.

Insufisiensi plasenta bisa terjadi karena ibu menderita diabetes, anemia, pernah menggunakan narkoba, dan merokok.

5. Kelainan Kromosom

Saat sperma bertemu dengan ovum, pembuahan terjadi dan peleburan kromosom berlangsung. Jika kromosom yang terbentuk pada embrio jumlahnya terlalu sedikit atau terlalu banyak, gangguan bisa saja terjadi, yang salah satunya adalah terhambatnya pertumbuhan

6. Kekurangan Air Ketuban

Jumlah air ketuban yang optimal diperlukan untuk perkembangan janin. Jumlah air ketuban dapat berkurang di bawah normal atau disebut oligohidramnion, karena berbagai alasan seperti karena beberapa obat yang diminum oleh ibu, kondisi kesehatan ibu, solusio plasenta, kantung ketuban sedikit pecah, dan lainnya. Kondisi tersebut bisa menjadi penyebab bayi terhambat pertumbuhannya.

7. Kelainan Tali Pusat

Tali pusat berbentuk seperti tabung panjang yang menghubungkan janin dengan plasenta ibu yang menyuplai oksigen dan nutrisi dari tubuh ibu ke janin.

Garis pusatbiasanya mengandung dua arteri pusat dan satu vena pusat, yang menyalurkan darah antara plasenta dan janin. Terkadang, apabila tali pusat hanya memiliki satu arteri, maka hal ini akan menyebabkan bayi pertumbuhannya terhambat di  dalam janin. 

8. Penyebab Lainnya

Beberapa faktor lain yang menyebabkan janin susah berkembang dengan baik di antaranya:

  • Diabetes stadium lanjut
  • Tekanan darah tinggi atau penyakit jantung
  • Penyakit ginjal atau penyakit paru-paru
  • Malnutrisi atau anemia
  • Anemia sel sabit

Mencegah Risiko Janin Tidak Berkembang dalam Rahim

Meskipun IUGR dapat terjadi bahkan ketika kondisi ibu sangat sehat, ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu untuk mengurangi risiko IUGR dan meningkatkan kemungkinan kehamilan dan mengandung bayi yang sehat.

  1. Jadwalkan janji pranatal dengan dokter kandungan. Mendeteksi potensi masalah sejak dini memungkinkan calon ibu mengobatinya sejak dini.
  2. Waspadai gerakan bayi dalam rahim. Bayi yang tidak sering bergerak atau berhenti bergerak mungkin memiliki masalah. Jika Anda melihat perubahan pada gerakan bayi Anda, hubungi dokter Anda.
  3. Periksa obat yang sedang dikonsumsi. Terkadang obat yang diminum ibu untuk masalah kesehatan lainnya dapat menyebabkan masalah pada janin.
  4. Makan makanan sehat. Makanan sehat dan kalori yang cukup membantu menjaga gizi bayi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Bunda juga perlu menghindari makanan penyebab janin tidak berkembang, seperti memasak daging kurang matang.
  5. Perbanyak istirahat. Istirahat akan membantu Anda merasa lebih baik dan bahkan dapat membantu perkembangan janin. Tidurlah selama delapan jam atau lebih setiap malam. Istirahat satu atau dua jam di siang hari juga baik untuk Anda dan janin.
  6. Menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat. Jika kecanduan minum alkohol, minum obat-obatan, atau merokok, berhentilah demi kesehatan janin Anda.

Apa yang Terjadi Jika Pertumbuhan Janin Terhambat?

Pertumbuhan janin yang lamban berisiko terhadap masalah kesehatan tertentu selama kehamilan, persalinan, dan setelah kelahiran.

  • Bayi memiliki berat badan lahir rendah.
  • Kesulitan menangani tekanan persalinan pervaginam.
  • Jumlah oksigen menurun dalam kandungan.
  • Hipoglikemia (gula darah rendah).
  • Resistensi rendah terhadap infeksi.
  • Jumlah  Apgar tes rendah (tes yang dilakukan segera setelah lahir untuk mengevaluasi kondisi fisik bayi baru lahir dan menentukan perawatan medis khusus).
  • Aspirasi mekonium (terhirupnya feses saat berada di dalam rahim), yang dapat menyebabkan masalah pernapasan.
  • Kesulitan menjaga suhu tubuh.
  • Jumlah sel darah merah sangat tinggi.

Sementara dalam kasus yang paling parah, IUGR menyebabkan bayi lahir mati. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan bayi dalam jangka panjang.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. 8 Possible Causes Of Slow Fetal Growt. https://www.beingtheparent.com/8-possible-causes-of-slow-fetal-growth/ (Diakses 12 September 2019)
  2. Blighted Ovum. https://www.webmd.com/baby/blighted-ovum#1 (Diakses 12 September 2019)
  3. Intrauterine Growth Restriction (IUGR). https://www.webmd.com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction#1 (Diakses 12 September 2019)