4 Faktor Penyebab Jumlah Sperma Sedikit Saat Pria Ejakulasi

doktersehat-sperma-taoge

DokterSehat.Com – Jumlah sperma pada pria bisa berubah setiap saat. Ada kalanya sperma bisa mendekati 35 juta per ml. Namun, karena kondisi tertentu,  jumlah sperma bisa menurun dengan drastis. Apa penyebabnya?

Normalnya, pria ketika ejakulasi akan menghasilkan 2-5 ml mani yang di dalamnya terdapat sel sperma. Selain itu, pria baru dikatakan subur kalau setip 1 ml air maninya terdapat minimal 15 juta sperma.

Kalau kurang dari itu, pria bisa mengalami penurunan kesuburan sehingga pembuahan sel telur susah terjadi.

Nah, berikut beberapa penyebab jumlah sperma menurun drastis:

1.Ejakulasi terbalik

Normalnya, ejakulasi pada pria terjadi dari dalam ke luar. Saat ejakulasi penis akan menyemburkan sperma dan mani dalam jumlah tertentu.

Sayangnya, beberapa pria yang tidak beruntung mengalami ejakulasi terbalik atau retrograde. Alhasil, sperma dan mani kembali ke dalam dan masuk ke kandung kemih.

Pria yang mengalami ejakulasi terbalik ini tidak akan mengeluarkan air mani setelah ejakulasi dan orgasme. Dampaknya, pembuahan tidak akan bisa terjadi karena sperma dipancarkan ke dalam dan bercampur dengan urine.

2.Infeksi pada organ reproduksi

Infeksi pada organ reproduksi karena penyakit menular seksual atau lainnya menyebabkan penurunan kualitas dan jumlah sperma. Selain itu, jaringan parut yang terbentuk dari infeksi membuat sperma jadi terhambat untuk keluar.

3.Antibodi melawan sperma
Pada keadaan tertentu, tubuh menganggap sperma sebagai benda asing atau radikal bebas. Dampaknya, sistem pertahanan justru membunuh sperma sehingga jumlahnya semakin sedikit saat dikeluarkan.

4.Hormon yang tidak seimbang
Hormon seperti testosteron memengaruhi jumlah sperma dan kualitasnya. Kalau hormon tersebut menurun, berdampak pula pada jumlah sperma.

Selain empat hal utama tersebut, penurunan jumlah sperma juga bisa terjadi karena pria kerap merokok, mengonsumsi alkohol, obesitas, area selangkangan terlalu lembap serta panas dan terkena paparan radiasi.