4 Fakta Tentang Anak Autis yang Perlu Anda Tahu

doktersehat-autis-autisme

DokterSehat.Com– Ketika mengetahui bahwa anak Anda memiiki gejala autis, Anda mungkin merasa sedih, kecewa dan susah menerima kenyataan. Membesarkan anak dengan autis membutuhkan ketekunan dan kesabaran ekstra. Namun tahukan Anda bahwa anak autisme memiliki keunikan tersendiri?

Fakta tentang anak dengan autisme

Anak autis memiliki gangguan pada perkembangan saraf yang kompleks yang ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial. Umumnya anak autisme sering mengulang-ulang tindakannya atau perkataannya.

Bagi orang tua dengan anak autis tidak perlu berkecil hati atau khawatir dengan perkembangan anak. Setiap anak memiliki kelebihannya sendiri, termasuk anak autisme. Dilansir dari Mother and Baby, berikut ini fakta menarik tentang anak autisme yang perlu diketahui orang tua:

1. Memiliki potensi tersembunyi
Sama halnya dengan anak lainnya, anak autis memiliki peluang yang sama untuk menjadi ahli di bidangnya.

“Anak yang autis dapat fokus pada satu hal dalam periode yang lama. Hal ini dapat membantunya mengembangkan bakat spesial dan memiliki karir yang bagus,” jelas Carol Povey, direktur National Autistic Society’s Centre for Autism.

2. Memiliki kepribadian yang kuat
Anak autis memiliki kepribadian yang kuat seperti gigih, tidak mudah menyerah dan tidak mudah menyerah dalam mengerjakan sesuatu. Nilai-nilai kepribadian ini dapat membentuk anak menjadi pribadi yang positif.

3. Memiliki pola pikir berbeda
Anak dengan autis memiliki kinerja otak yang berbeda dalam hal mengolah informasi. Umumnya anak autism memiliki daya ingat yang sangat baik dan sangat detail. Karena itu banyak anak autis yang memiliki kelebihan dibanding anak lainnya seperti mampu membaca sejak usia 3 tahun atau mampu berhitung lebih cepat dari usia teman sebayanya.

4. Memiliki cara komunikasi yang berbeda
Anak autis umumnya lebih senang menyendiri daripada harus bergaul atau berkomunikasi dengan orang lain. Salah satu gejala yang sering tampak pada anak autis antara lain sering menghindari kontak mata dengan orang lain atau memiliki cara tersendiri dalam mengatakan sesuatu. Hindari berbicara dengan menggunakan istilah rumit atau metafora yang akan sulit dipahami oleh anak. Anak autisme lebih mudah memahami kalimat yang jelas dan ringkas.

Nah Bunda, apakah Bunda memiliki pengalaman dengan anak autis? Silakan berbagi cerita di kolom komentar ya!