Terbit: 2 Mei 2018 | Diperbarui: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Vagina adalah salah satu organ vital dan sangat sensitif yang dimiliki oleh wanita. Organ yang satu ini sangat mudah diserang gangguan dan penyakit, parahnya lagi penyakit tersebut sangat samar dan sulit untuk dideteksi. Maka dari itu, kesehatannya pun harus dijaga, karena gangguan dan penyakit tersebut bisa menyerang kapan saja.

4 Fakta Mengenai Infeksi Ragi Vagina yang Wajib Anda Ketahui!

Salah satu penyakit kelamin yang sering dialami oleh wanita adalah infeksi ragi vagina. Penyakit ini bisa dikatakan sebagai salah satu mimpi buruk bagi seorang wanita. Sebab, ketika vagina sudah terserang ragi, maka akan muncul berbagai kemungkinan buruk yang cukup mengkhawatirkan. Untuk itu, alangkah baiknya Anda mengetahui beberapa fakta infeksi ragi pada vagina berikut ini.

1. Gejalanya Samar dan Sulit Diprediksi

Infeksi ragi pada vagina merupakan salah satu penyakit yang bisa dikatakan samar dan tak terlihat. Berbeda dengan luka, jenis yang satu ini tidak kelihatan, tapi menimbulkan beberapa gejala seperti gatal, sakit, hingga sensasi panas layaknya terbakar. Namun, cara yang paling mudah untuk mengetahui bahwa vagina sedang terinfeksi ragi adalah dengan memantau keputihan. Jika keputihan dialami secara terus-menerus, maka bisa jadi itu adalah gejala infeksi dan harus segera ditangani.

2. Menimbulkan Masalah Serius

Ketika vagina sudah terinfeksi, maka langkah yang paling baik adalah segera pergi ke dokter untuk mengatasinya. Jika sampai dibiarkan, penyakit ini akan menjadi semakin parah dan menimbulkan kemungkinan datangnya penyakit baru yang lebih serius, misalnya kanker rahim dan sebagainya.

3. Terjadi Akibat Stres

Mungkin selama ini Anda mengira jika infeksi ragi vagina terjadi karena menggunakan produk kimia atau celana dalam yang dihinggapi bakteri. Tapi faktanya, penyakit ini juga bisa dikarenakan dari kondisi mental seseorang. Ketika seseorang mengalami stres, maka kemungkinan infeksi pun akan semakin besar. Hal itu dikarenakan hormon menjadi tidak stabil ketika sedang stres. Ketika hormon sudah tak stabil, maka ragi yang menumpuk tersebut semakin leluasa dalam berkembang biak dan akhirnya menyebabkan infeksi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

4. Penggunaan Sabun Khusus

Jika Anda memiliki kebiasaan membersihkan vagina dengan sabun khusus, maka hentikanlah kebiasaan itu dari sekarang. Sebab, infeksi juga bisa disebabkan oleh produk pabrikan yang tentunya mengandung bahan kimia. Perlu diketahui, sabun tersebut akan membunuh seluruh bakteri pada vagina Anda. Padahal, ada jenis bakteri baik yang tidak boleh terbunuh untuk menjaga keseimbangan hormon pada area keintiman.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi