Terbit: 2 Februari 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Begitu Anda tahu bahwa Anda hamil, Anda pasti dengan segera mulai membuat perubahan pada gaya hidup Anda. Anda mulai membuat pilihan yang sehat dan mulai menghilangkan atau setidaknya meminimalkan paparan Anda terhadap pilihan tertentu yang bisa terbukti tidak aman untuk bayi Anda.

4 Bahaya Tersembunyi yang Harus Disadari Wanita Hamil

Beberapa pilihan yang tepat adalah berhenti merokok dan minum alkohol, mengurangi asupan kopi, menghindari keju, dan memastikan bahwa makanan yang Anda makan dimasak dengan baik dan higienis. Namun, ada beberapa hal yang tidak pernah kita sadari ternyata dapat menimbulkan bahaya pada kehamilan, seperti dilansir dari Mom Junction, berikut ini.

1. Dry cleaning atau mencuci tanpa air
Pelarut kimia keras dalam deterjen dan jenis pembersih lainnya dapat membahayakan pada kehamilan. Dry cleaning melibatkan pelarut organik kuat yang dikenal sebagai tetrakloroetilena yang dapat menyebabkan keguguran atau cacat lahir, jika terpapar dalam waktu lama.

Terlepas dari efek samping yang menakutkan ini, inhalasi atau paparan pelarut kimia juga dapat menyebabkan mual atau alergi lainnya pada wanita hamil.

Dalam kasus seperti itu, wanita hamil jangan ragu untuk meminta bantuan orang untuk mencuci pakaian dengan cara dry cleaning, dan pastikan Anda menjemur pakaian dengan baik sebelum memakainya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

2. Bahaya kecambah bagi wanita hamil
Meskipun kacang adalah salah satu sumber protein dan kaya serat, tauge mungkin bukan pilihan makanan paling aman saat Anda hamil. Benih kecambah yang diproses dengan fermentasi mengaktifkan kelembaban dan mengundang bakteri. Kecambah diketahui menyebabkan komplikasi karena bakteri e-Coli, sementara kacang telah diketahui menyebabkan salmonella melalui bakteri.

Dianjurkan untuk menjauhi kecambah sama sekali selama kehamilan, sekalipun kecambah telah dicuci. Jika Anda makan di luar, pastikan makanan tanpa tambahan kecambah.

3. Jus yang tidak dipasteurisasi
Ada banyak laporan akhir-akhir ini bahwa proses pasteurisasi membunuh nutrisi penting dalam susu dan jus. Namun saat hamil, lebih baik melakukan tindakan pencegahan dan tidak mengkonsumsi minuman yang tidak dipasteurisasi atau tanpa proses pemanasan.

Jika bahan jus tidak dibersihkan dengan benar atau tidak higienis, ini bisa memicu penyakit bawaan makanan yang tidak perlu, tidak hanya Anda dan jabang bayi tapi juga keluarga Anda. Pastikan bahwa setiap orang yang tinggal dengan Anda juga mengkonsumsi makanan yang dipersiapkan secara higienis sebagai tindakan pencegahan penyakit.

4. Berkebun
Berkebun dikenal sebagai hobi yang bisa mendatangkan ketenangan pikiran dan aktivitas yang lembut yang dapat meningkatkan kebahagiaan. Namun, ada beberapa risiko yang terkait dengan berkebun yang perlu Anda sadari saat Anda hamil. Seperti halnya dry cleaning, ada risiko terkena bahan kimia pada insektisida dan pestisida.

Salah satu cara untuk meminimalkan risiko terkena bahan kimia ini adalah dengan tidak berada di sekitar saat insektisida dan pestisida disemprotkan. Ada juga risiko toksoplasmosis, infeksi yang bisa memicu gejala seperti flu dan sangat menyakitkan ibu dan bayinya.

Toksoplasmosis sering menyebar melalui kotoran kucing, dan spora dapat menyebar melalui Anda dari endapan di tanah. Meskipun ini mungkin tidak serius, jika Anda pernah terkena kucing sejak sebelum kehamilan Anda, sebaiknya tetap aman.

Ini mungkin tampak sebagai risiko yang jelas dan mengkhawatirkan. Lakukanlah tindakan pencegahan yang bisa dilakukan setiap aktivitas. Seperti minum jus yang diolah secara higienis dari merek organik, dan mintalah saran dokter untuk mendapatkan sumber protein dan serat pengganti.

Gunakan pakaian yang dikeringkan dengan benar dan bersihkan pakaian dengan baik sebelum memakainya.

Kenakanlah sarung tangan karet tebal saat berkebun, dan cuci tangan hingga bersih setelah berkebun, dan hindari paparan sinar matahari dan dehidrasi.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi