Terbit: 6 Mei 2018 | Diperbarui: 7 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Endometriosis kadang menjadi momok bagi setiap wanita karena dapat berpengaruh pada peluang kehamilan yang dimiliki. Bahkan ketika hamil, ada beberapa risiko bagi ibu hamil yang mengalami endometriosis. Apa saja?

3 Risiko Kehamilan bagi Wanita dengan Endometriosis

Risiko endometriosis saat hamil

Endometriosis adalah pertumbuhan jaringan lapisan dinding rahim (endometrium) di luar rahim. Umumnya endometriosis terjadi di tuba fallopi. Karena terjadi di luar rahim, peluruhan darah tidak dapat mengalir ke luar tubuh sehingga terjebak di dalam. Kondisi ini menyebabkan peradangan yang mengakibatkan nyeri saat menstruasi.

Endometriosis dianggap dapat menyulitkan wanita untuk bisa hamil. Namun tidak jarang wanita yang mengalami endometriosis dapat hamil dengan mudah. Meskipun demikian, ibu hamil tetap harus waspada mengenai risiko komplikasi kehamilan yang terjadi akibat endometriosis. Beberapa risiko komplikasi kehamilan yang terjadi antara lain:

1. Keguguran

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa wanita dengan endometriosis saat hamil memiliki risiko keguguran lebih tinggi dibanding dengan wanita yang tidak memiliki gangguan endometriosis. Keguguran dapat terjadi pada usia kehamilan berapa saja, namun umumnya terjadi sekitar trimester pertama kelahiran, atau kurang dari 12 minggu usia kehamilan.

Beberapa tanda keguguran di antaranya pendarahan vagina yang cukup berat, perut kram hebat, dan nyeri punggung di bagian bawah.

2. Mengalami plasenta previa

Plasenta previa adalah kondisi dimana seluruh atau sebagian plasenta menutupi sebagian atau seluruh leher rahim selama hamil. Plasenta previa meningkatkan riisko robeknya plasenta dan menyebabkan perdarahan sebelum maupun selama proses melahirkan yang bisa membahayakan ibu dan bayi. Kondisi plasenta precia umumnya harus menjalani persalinan caesar karena leher rahim terhalang plasenta.

3. Kelahiran prematur

Ibu hamil dengan endometriosis berisiko tinggi untuk melahirkan prematur atau sebelum kehamilan memasuki usia 37 minggu. Persalinan prematur dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat rendah (BBLR) dan berbagai gangguan tumbuh kembang lainnya.

Bagi Anda yang memiliki gangguan endometriosis, sebaiknya secara rutin memeriksakan kehamilan Anda dan waspada pada keluhan-keluhan yang Anda rasakan, terutama jika terjadi flek atau perdarahan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi