Terbit: 9 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Photo Credit: pexels.comDokterSehat.Com– Saat bayi lahir prematur, umumnya perkembangan indranya akan berkembang lebih lama dari bayi yang lahir cukup bulan lainnya. Karena itu, diperlukan stimulasi atau rangsangan yang dapat meningkatkan perkembangan kematangan organ atau panca indra janin. Stimulus yang diberikan pun bisa Anda lakukan lewat kegiatan sehari-hari. Apa saja stimulus tersebut?

3 Rangsangan Penting Untuk Bayi Prematur

Photo credit: pexels.com

Stimulus pada bayi prematur

Tidak berapa lama setelah bayi prematur lahir, ia akan mendapatkan perawatan berupa pelukan kangaroo untuk merangsang semua panca indranya. Pada perawatan tersebut bayi akan merasakan detak jantung ibunya dan melakukan kontak langsung dengan kulit ibu ketika bayi dipeluk.

Selain itu, beberapa stimulasi yang bisa dilakukan antara lain:

1. Mengajak bicara
Salah satu stimulasi yang paling mudah diberikan untuk bayi adalah dengan mengajaknya bicara. Anda bisa mengajaknya bicara kapan saja, pada saat mandi, ganti popok, atau ketika mengajaknya bermain. Hal-hal sederhana tersebut sudah termasuk memberikan stimulasi yang bisa Anda berikan setiap hari. Dengan sering menagajaknya bicara, indra pendengaran anak akan lebih mudah terlatih.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

2. Berlatih tengkurap
Selain mengajak bicara, Anda juga perlu menguatkan kemampuan motorik kasar bayi. Salah satu caranya adalah dengan melatih bayi tengkurap sejak usia 6 minggu. Namun jangan biarkan bayi tengkurap terlalu lama ketika bayi terlihat tidak nyaman. Menengkurapkan bayi dapat melatih otot punggung bayi dan leher bayi menjadi lebih kuat.

3. Memberi rangsangan organ mulut
Saat bayi menyusui, bayi bukan hanya mendapatkan kebutuhan makanannya melalui ASI. Namun bayi yang menyusui juga belajar melatih otot-otot di sekitar mulut. Selain menyusui, biarkan anak untuk mengisap tangan atau kaki. Kegiatan ini dapat melatih otot di sekitar rongga mulut anak dan membuat anak mengenali anggota tubuhnya.

Selain ketiga kegiatan di atas, Anda bisa melatih anak untuk bermain lebih banyak di lantai dan jangan terlalu banyak digendong. Konsultasikan dengan dokter mengenai perkembangan anak setiap bulan dan stimulus apa saja yang bisa diberikan untuk membantu perkembangannya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi