Terbit: 26 Februari 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kutu rambut dan nits atau telur kutu bisa menyebabkan kulit kepala gatal, dan mungkin membuat Anda merasa ada sesuatu yang merangkak di rambut Anda. Inilah cara-cara Anda menghadapi risiko kutu kepala.

3 Penyebab Kutu Rambut Bersarang di Kepala Anda

Kutu yang bertelur, yang dikenal sebagai nits adalah serangga parasit yang ditemukan di kepala, alis atau bulu mata. Serangga ini menghisap darah manusia beberapa kali dalam sehari.

Sementara, seperti melansir Express, kutu rambut paling sering terjadi pada anak-anak, orang dewasa juga berisiko dihinggapi kutu.

Tapi, bagaimana serangga bisa menyebar dari orang ke orang?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kutu kepala bergerak dengan merangkak, kutu tidak bisa melompat atau terbang.

Pertama, kutu kepala disebarkan melalui kontak langsung dengan rambut orang yang dipenuhi kutu. Siapa pun yang berhubungan langsung dengan seseorang yang sudah memiliki kutu kepala sangat berisiko.

Sementara kontak kepala dengan kepala adalah bentuk penyebaran yang paling umum, kutu kepala bisa menyebar tanpa menyentuh rambut orang yang terinfeksi.

Kedua, kutu kepala yang tertinggal di dalam sisir dapat menyebar dari orang ke orang, menurut National Institute for Health and Care Excellence.

Bukan kebiasaan bagi kutu untuk bersarang sisir, tapi kutu rambut bisa terjebak di celah sisir atau sikat, dan tetap menempel pada rambut yang menempel di di sisir.

Kutu rambut kemudian bisa kembali ke kepala tanpa luka saat menyisir rambut kembali.

Ketiga, kutu rambut juga bisa disebarkan di kolam renang. Uniknya, kutu bisa bertahan di bawah air selama beberapa jam.

Kutu kepala akan memegang erat rambut manusia dan tidak melepaskannya saat terendam air.

Namun, kadar klorin yang ditemukan di kolam air tidak akan membunuh kutu kepala.

Selain kutu rambut kepala, ada juga kutu yang biasanya ditemukan di daerah kemaluan. Tetapi kutu ini juga dapat ditemukan pada rambut wajah, di bulu mata, di alis, di ketiak, di bulu dada, dan pada kulit kepala, namun jarang. Kutu badan hidup dan bertelur di lapisan pakaian.

Gejala yang paling umum dari kutu adalah gatal, disebabkan oleh reaksi alergi. Kutu menggigit kulit untuk menghisap darah seseorang. Air liur dari gigitan ini menyebabkan reaksi alergi dan gatal-gatal.

Gatal mungkin tidak terjadi segera, tergantung pada sensitivitas seseorang dan riwayat kutu. Pertama kali seseorang penuh dengan kutu, mungkin setelah beberapa minggu atau satu bulan untuk merasakan gatal dan mulai menyadari keberadaan kutu.

Dalam kasus berulang, seseorang mungkin mulai gatal dalam waktu dua hari, karena sistem kekebalan tubuh bereaksi lebih cepat mengingat paparan telah terjadi sebelumnya.

Satu-satunya cara untuk memastikan seseorang memiliki kutu adalah dengan menemukan kutu hidup atau telur kutu.

Untuk menyingkirkannya, gunakan lotion dan semprotan obat bisa membantu membunuh kutu kepala pada semua jenis rambut. Anda bisa membelinya dari supermarket atau apotek.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi