Terbit: 17 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Badan lebar setelah lebaran memang tidak oke, ya. Hal ini membuat berat badan yang telah turun pasca sebulan berpuasa seakan tidak lagi bermakna.

Sederhana! Ini 3 Hal Mudah agar Badan Tak Lebar Pasca Lebaran

Padahal, jika kita melakukan beberapa hal sederhana saat lebaran bisa jadi hal yang menyebabkan tubuh jadi lebar setelah lebaran bisa dicegah, lho.

Penurunan berat badan saat puasa ternyata memang bisa dijadikan langkah awal untuk mendukung diet penurunan berat badan atau paling tidak bisa dipertahankan, selama kita tahu apa saja hal-hal mudah yang harus tetap dilakukan pasca lebaran.

Hal ini secara tidak langsung mirip dengan beberapa prinsip diet untuk menurunkan berat badan.

Diet-puasa-sehat-doktersehat-1

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Kondisi ini tidak boleh dilakukan dengan asal karena harus mampu kita pertahankan pada hari-hari selanjutnya.

Untuk itu, beberapa hal yang bisa kita lakukan agar berat badan bisa dipertahankan dan tubuh tidak lebar setelah lebaran, adalah:

1. Berolahraga dengan durasi dan frekuensi yang tepat

Prinsip utama berat badan tetap bisa bertahan adalah kalori yang dikeluarkan tubuh haruslah sama dengan kalori yang dikeluarkan.

Makanan dan sajian saat lebaran sebagian besar memiliki kalori yang tinggi. Untuk itu kita harus mempunyai cara yang jitu dan tepat untuk mengeluarkan kalori tersebut. Selain beraktivitas harian, aktivitas fisik harus ditingkatkan dengan melakukan olahraga.

Photo Credit : www.pexels.com

Olahraga yang dilakukan sebaiknya diperhatikan selama 30-60 menit dengan durasi minimal satu kali sehari. Dengan memerhatikan durasi dan frekuensi yang tepat maka pembakaran lemak dalam tubuh akan semakin maksimal.

Jenis olahraga yang dilakukan boleh beragam dengan harapan bisa Anda pertahankan sehari-hari hingga setelah puasa, misalnya berlari, bersepeda, atau berenang.

doktersehat-olahraga-ringan

photo credit : pexels.com

Dua tips selanjutnya adalah hal yang akan kita lakukan untuk mengurangi asupan kalori.

Saat lebaran hal paling efektif untuk menekan asupan kalori adalah dengan mengatur agar asupan nafsu makan kita tidak berlebihan. Kondisi ini bisa kita lakukan dengan:

2. Banyak mengonsumsi sayur dan buah

Coba Anda perhatikan, seberapa besar Anda mengonsumsi sayur dan buah saat lebaran? Asupan sayur dan buah yang kurang akan membuat tubuh kita kurang asupan serat. Padahal serat adalah salah satu zat gizi paling efektif dalam memberikan rasa kenyang pada tubuh.

Kurang asupan serat akan membuat nafsu makan kita terus meningkat terlebih tubuh kita akan mudah merasa craving akan makanan yang memiliki banyak rasa, misalnya makanan yang manis dan asin.

menekan-keinginan-makan-doktersehat-1

Photo Credit: unsplash.com/Jannis Brandt

Untuk itu, selalu usahakan menjadikan buah dan sayur sebagai bagian dari setiap waktu makan, utamanya saat lebaran.

Anda bisa menyajikan makanan khas lebaran, seperti rendang atau sambal goreng dengan sajian sayur yang direbus, menjadikan buah dan sayur sebagai bagian dari camilan saat lebaran, serta menjadikan buah atau sayur sebagai minuman saat lebaran, bukan?

3. Pastikan konsumsi air putih cukup

Selain untuk menghidrasi tubuh, air putih juga berperan dalam menekan nafsu makan yang berlebihan. Hal ini disebabkan volume air putih yang besar mampu menekan nafsu makan yang tinggi.

doktesehat minum air putih yang banyak

photo credit: Pexels

Selain itu air putih juga akan memberikan efek yang baik pada pembakaran lemak dalam tubuh sehingga konsumsi air putih yang cukup, yaitu 8 gelas dalam sehari akan mendukung berat badan dapat dipertahankan dengan optimal.

Dengan melakukan tiga hal mudah di atas, beberapa hal yang akan Anda peroleh adalah:

  • Berat badan dapat lebih dipertahankan
  • Lingkar pinggang dan atau perut cenderung lebih rendah
  • Kadar lemak dalam tubuh lebih terkontrol, dan
  • Pola makan sehat lebih terdukung

Nah, jadi dari tiga hal di atas, poin nomor berapa yang sudah Anda lakukan pasca puasa hingga sekarang?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi