Terbit: 9 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Susu mentah dianggap lebih memiliki manfaat untuk kesehatan, benarkah demikian? Jika Anda beranggapan hal yang sama, maka Anda patut berhati-hati karena dibandingkan manfaatnya, bahaya dari konsumsi susu mentah justru lebih banyak.

3 Bahaya Mengonsumsi Susu Mentah

Menurut Center for Disease Control and Prevention, susu mentah kerap dianggap sebagai susu yang lebih alami. Susu mentah menjadi pilihan untuk beberapa jenis diet yang tidak mengonsumsi makanan matang karena dianggap lebih bernutrisi.

Padahal kondisi ini justru menyesatkan, karena susu mentah memiliki banyak bahaya jika langsung diminum, diantaranya adalah:

1. Memiliki banyak mikroorganisme berbahaya dan bakteri yang masih aktif

Pada susu mentah terdapat bakteri brucella, campylobacter, cryptosporidium hingga listeria. Bakteri ini berbahaya karena akan menyebabkan tubuh menjadi sakit bahkan dapat menyebabkan kematian.

2. Meningkatkan risiko berbagai penyakit

Penyakit yang disebabkan oleh adanya bakteri pada susu yang masih mentah adalah diare, gangguan pada perut, seperti perut kram hingga muntah. Kondisi ini jika berlangsung terus menerus akan mengganggu fungsi ginjal dan perkemihan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

3. Berbahaya untuk kondisi kesehatan tertentu

Seperti yang kita ketahui bahwa makanan mentah berisiko mengkontaminasi bakteri pada tubuh. Hal ini tentu berbahaya untuk kondisi ibu hamil, balita, kondisi sakit atau lansia. Pada ibu hamil konsumsi susu mentah sangat tidak dianjurkan.

Jika Anda memiliki susu mentah, jangan lupa pastikan pula penyimpannya tepat dan aman. Susu merupakan makanan yang mudah rusak, untuk itu simpan pada suhu kulkas jika kita masih belum akan mengosumsinya.

Untuk menjaga keamanan susu, maka pastikan sebelum mengonsumsinya susu telah melalui proses pemanasan. Paling tidak susu tersebut kita rebus hingga mendidih.

Jika ingin memastikan keamanan susu, maka susu yang telah terpasteurisasi bisa menjadi pilihan yang tepat ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi