Terbit: 16 Maret 2018 | Diperbarui: 5 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu efek samping yang bisa didapatkan dari membuat tato adalah rasa sakit yang luar biasa atau adanya risiko terkena infeksi. Meskipun begitu, masih banyak orang yang ingin membuatnya karena menganggapnya sebagai ajang ekspresi diri.

15 Tahun Setelah Mendapatkan Tato, Wanita Ini Kesakitan

Dikutip dari Huffington Post, seorang wanita yang tidak disebutkan dari Australia mengalami rasa sakit yang luar biasa pada bagian kulitnya yang ditato. Namun, bukannya merasakan efek ini saat atau setelah mendapatkan tato, Ia justru baru merasakannya 15 tahun setelah mendapatkan tato tersebut.

Wanita berusia 30 tahun yang tidak disebutkan namanya ini mengalami pembesaran kelenjar getah bening dan rasa sakit pada ketiaknya. Awalnya, Ia menduga jika hal ini adalah gejala dari kanker. Namun, setelah memeriksakan kesehatannya ke dokter, Ia justru diberitahu bahwa rasa sakitnya berasal dari reaksi tubuh akan adanya tinta hitam yang berasal dari tato pada punggungnya, yang Ia buat 15 tahun lalu.

Menurut dokter, elemen pada tinta tato memang mampu menyebar di dalam tubuh dan mencapai getah bening, yang memiliki fungsi sebagai penyaring penyakit, kuman, dan bakteri. Yang tidak banyak orang tahu adalah, reaksi dari tinta tato ini ternyata memang bisa saja baru dirasakan setelah sekian lama.

Menurut pakar kesehatan Dr. Clare Morisson dari Med Express, reaksi alergi atau infeksi dari tato cenderung memberikan gejala yang sama. Gejala-gejala tersebut seperti pembengkakan, keluarnya cairan berlendir dari bagian kulit yang ditato, kulit yang melepuh, sensasi sakit, hingga demam.

Beberapa bahan kimia yang ada di dalam tinta tato seperti merkuri sulfida, aluminium, mangan, dan oksida besi adalah yang bisa memicu reaksi alergi. Selain itu, menurut sebuah penelitian, tato dengan tinta berwarna merah-lah yang paling sering menyebabkan reaksi alergi pada tubuh.

Sobat Sehat apakah ingin mendapatkan tato? Ketahui dulu efek samping dan risikonya ya agar tidak sampai mendapatkan hal-hal yang berbahaya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi